-inovasi-tingkatkan-kualitas-kehidupanRektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., bersama perwakilan negara peserta International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) memukul kentongan tanda dimulainya gelaran ICoSI di gedung Sportorium UMY, Selasa (30/7/2019). (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


ronnee

Inovasi Tingkatkan Kualitas Kehidupan

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Dengan kemajuan teknologi saat ini, hampir seiuruh pihak dalam berbagai bidang dituntut untuk dapat beradaptasi mengikuti perubahan. Pentingnya kemampuan untuk berkembang dan mengadopsi perubahan mendorong pihak-pihak terkait untuk melakukan hal baru berupa inovasi agar dapat bertahan.

3rd International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) yang dilaksankan di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)30-31 Juli 2019. Diikuti 26 negara, termasuk dari ASEAN, Asia, Australia dan Eropa serta satu Universitas di Amerika.


Baca Lainnya :

ICoSI bertujuan utama agar inovasi tak lagi sekedar memberikan cara baru, namun juga harus memberikan cara yang menjamin keberlanjutan. Artinya inovasi harus memasukkan aspek sosial, lingkungan, dan finansiai sebagai bagian dari pertimbangan.

Istimewanya ICoSI tahun ini menggabungkan 8 international conference yang biasa diadakan setiap fakultas. Kemudian isu center itu digabungkan menjadi cara berpikir tak hanya membangun dunia tapi sekaligus menjaga kelestarian alam.


Baca Lainnya :

Ini merupakan isu yang terpenting karena kerusakan lingkungan itu juga merupakan  masalah global yang juga cukup besar di samping kelangkaan energi dan kelangkaan pangan.

Disampaikan oleh Rektor UMY, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., bahwa inovasi berkelanjutan menjadi kebutuhan yang urgen dimasa kini. Inovasi berkelanjutan yang ideal adalah pembangunan atau penemuan cara baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan manusia dalam kehidupan.

"Prinsipnya adalah inovasi yang dihasilkan mampu menaikkan kualitas kehidupan dengan menekan dampak buruk yang mungkin terjadi sekecil mungkin," tegasnya.

Gunawan mencontohkan, kini perangkat-perangkat otomasi dan robotika banyak digunakan untuk menggantikan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia. Dalam banyak kasusl, Hal ini akan menjadi fenomena yang cukup serius, terutama di negara dengan penduduk berjumlah besar seperti Indonesia.

Pasalnya lanjut Gunawan, masih banyak pekerjaan bersifat Padat Karya yang masih bergantung pada tenaga manusia, seperti pembangunan infrastruktur, pertanian, hingga community development. Ini yang kemudian menjadi fokus pembahasan.

"Bagaimana inovasi baru tidak hanya mempertimbangkan kepentingan praktis dan efisiensi semata. Dengan demikian inovasi terbaru tersebut kita harapkan kedepannya tidak akan merugikan manusia dan kemanusiaan," imbuhnya.

Gunawan juga menekankan bahwa inovasi harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan. Pada prinsipnya semua bentuk pembangunan akan mengganggu keseimbangan natural. Misal pada pertanian adalah penggunaan senyawa tertentu untuk memperpendek umur tanaman agar dapat segera dipanen dan meningkatkan kualitas produk pertanian seperti biji dan buah.

"Hal ini jadi agak mengkhawatirkan kalau semuanya dapat dikerjakan namun akumulasi dari penggunaan inovasi tersebut dalam waktu tertentu malah memberikan dampak yang jelek seperti penurunan kualitas kesehatan tanah," paparnya.

”Karena itu inovasi harus bisa diterapkan dan berguna untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas tanpa atau dengan dampak sekecil mungkin terhadap aspek kehidupan,” tekan Gunawan.

Wakil Rektor Bidang Akademik UMY, Dr. Sukamta, S.T., M.T, menjelaskan bahwa 3rd ICoSI akan menjadi forum untuk mendiseminasikan hasil riset yang berisi temuan terbaru dalam beragam bidang. Temuan yang akan memberikan perspektif tentang bagaimana menghadapi disrupsi akibat perkembangan yang terjadi.

Sukamta melanjutkan, ICoSI tahun ini akan membahas tiga bidang utama yaitu teknologi teknik, kemanusiaan sosial dan pendidikan, serta kesehatan dan nursing. Bidang-bidang tersebut akan dieksplorasi dalam sembilan fokus konferensi terpisah.

"Harapannya akan menghasilkan luaran yang dapat berkontribusi secara akademis dan praktis dalam menyediakan solusi untuk fenomena yang terjadi saat ini," pungkasnya. (yve)


TAGS:

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini