Abraham Samad Tak Ingin Kecewakan KPK

130
Abraham Samad menjawab pertanyaan wartawan saat silaturahim di Pelem Golek Resto, Minggu (15/04/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, menyatakan dirinya siap maju pada perhelatan politik Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Apabila amanah dari rakyat  benar-benar dia peroleh, dirinya tidak ingin mengecewakan lembaga yang pernah dipimpinnya itu.

Penegasan ini disampaikannya saat silaturahim dengan wartawan di Pelem Golek Resto Yogyakarta, Minggu (15/04/2019) malam.

“Saya paham betul posisi saya dan saya harus menjaga marwah KPK. Amanah yang diberikan oleh rakyat wajib saya laksanakan sesuai dengan konstitusi. Jika menolak berarti saya lari dari tugas,” tegasnya.

Ditanya soal parpol yang akan mengusungnya sebagai calon wakil presiden (cawapres), Abraham Samad menyatakan sifatnya masih dinamis. “Tetapi saya harus mempersiapkan diri. Mempersiapkan mental dan grand design,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pecinta Mobile Legend Saling Tarung

Menyadari dirinya bukan orang parpol, Abraham Samad mengakui rasanya memang agak berat namun ikhtiar politik harus dilakukan jika sewaktu-waktu amanah dari rakyat benar-benar dia terima.

Yang pasti, dia secara tegas menolak menjadi menteri mengingat pimpinan KPK satu tingkat lebih tinggi di atas menteri. Jika dirinya jadi menteri sama artinya mendegradasi lembaga KPK.

Ditanya soal dua capres yang siap maju Pilpres 2019 yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto, jika disuruh memilih satu di antara dua, Abraham Samad menyatakan akan memohon petunjuk kepada Allah SWT. “Saya akan istiqarah dulu,” ujarnya.

Saat ini, Abraham Samad menyatakan sudah mempersiapkan roadmap kepentingan nasional (national interest) apa saja yang harus diprioritaskan oleh pemimpin Indonesia ke depan. Di antaranya, pengelolaan sumber daya alam, pertanian dan tentu saja penegakan hukum.

Baca Juga :  Purworejo Ingin Ambil Bagian dari Pembangunan NYIA

Dia mencontohkan, national interest Amerika Serikat (AS) 70 persennya tetap bertumpu pada pertanian bahkan negara itu memproteksi produk gandumnya secara ketat. (sol)