”Ada Bagi-bagi Makanan Gratis, Ya…”

Foodvan ACT DIY Merapat di Gunung Sampah TPST Piyungan

75
Relawan ACT DIY membagikan makanan gratis untuk berbuka puasa, Rabu (13/06/2018), di TPST Piyungan Bantul. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Raut wajah para pemulung itu terlihat sumringah, kemudian sejenak menghentikan aktivitasnya ngudhal-udhal gunung sampah di antara aroma khas yang terasa menyengat hidung.

“Ada bagi-bagi makanan gratis, ya…?”  ujar seorang pemulung begitu mengetahui Foodvan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY merapat ke TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Piyungan Bantul.

Di hari-hari terakhir puasa Ramadan 1439 Hijriyah, Rabu (13/06/2018) sore, Foodvan ACT DIY dengan model Foodtruck-nya sengaja memilih TPST Piyungan sebagai lokasi kegiatan.

Kali ini relawan ACT membawa menu buka puasa lebih banyak dari biasanya, tidak kurang dari 300 porsi disiapkan dan tertata rapi dalam mobil Foodvan, spesial untuk para pengais sampah aktif yang berjumlah 300-an orang.

Tampak sosok wanita tua berusia 70-an tahun yang bungkuk dan berjalan sangat pelan mendekati Foodvan ACT. Dialah Mbah Harsi. Wanita lanjut usia itu masih bersemangat ikut antre di antara pemulung lainnya untuk memperoleh paket buka puasa Humanity Foodvan.

Mbah Harsi dulunya merupakan pemulung di tempat itu, karena tenaganya kini yang sudah tak sekuat dulu, dalam seminggu dia hanya sesekali mengais sampah. Hasilnya sekadar untuk bertahan hidup.

Baca Juga :  Sektor UMKM Senjata Ampuh Perangi Kemiskinan
Seorang pemulung terlihat senang menerima pembagian makanan gratis. (istimewa)

Selain untuk para pemulung, Relawan ACT DIY juga membagikan paket buka puasa untuk para sopir truk yang beraktivitas menurunkan sampah. Walijo, salah seorang sopir truk sampah terlihat senang.

“Terima kasih sudah membagi-bagikan makanan untuk buka puasa, beruntung sekali soalnya ndak sempat beli ke warung, semoga dimudahkan segala cita-citanya,” kata dia.

Begitu matahari semakin berat condong ke barat menandakan waktu berbuka puasa semakin dekat, anak-anak tak mau ketinggalan ikut antre di Humanity Foodvan. Mereka menyisip di sela-sela orang tua.

Aktivitas pemulung di TPST Piyungan Bantul. (istimewa)

Amboy dan Astrin misalnya, orang tuanya dulu pemulung di TPST tersebut. Dari cerita warga sekitar, orang tua mereka lebih beruntung, tidak lagi mengais sampah beraganti profesi dagang batik di Pasar Beringharjo.

Baca Juga :  Padi Reborn Siap Gebrak Jogja

“Ini adalah ifthor terakhir yang kami persembahkan untuk para penerima paket buka puasa di tahun 1439H. Semoga senyum mereka menjadi saksi dan pemberat amal untuk para donatur dan semua pihak yang terlibat dalam Humanity Foodvan ini,” ujar Romadaniarsih, Ketua Program Humanity Foodvan DIY. (sol)