Ada Istana Burung di Imogiri Bantul

392
Koleksi burung yang indah di Istana Penangkaran Burung (IPB) Dusun Karangtalun Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri. (istimewa)

KORANBERNAS — Imogiri, kecamatan yang lokasinya berada di sebelah tenggara Kabupaten Bantul ini memang memiliki daya tarik luar biasa.

Dengan luas wilayah 5.448,6 hektar, kecamatan yang dipimpin oleh Camat Tri Tujiana  AP MM ini terbagi menjadi delapan desa, yakni Desa Selopamioro, Desa Sriharjo, Desa Kebonagung, Desa Imogiri, Desa Karangtalun, Desa Karangtengah, Desa Wukirsari dan Desa Girirejo.

Secara geografis, Kecamatan  Imogiri berbatasan dengan Kecamatan Jetis dan Pleret di sebelah utara, di timur berbatasan dengan Kecamatan Dlingo, selatan berbatasan dengan Kecamatan Pundong dan Kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul serta sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Pleret.

Berjuta pesona dimiliki oleh kecamatan yang dikukuhkan sebagai Gapura Budaya Kestimewaan DIY tersebut. Di antara fasilitas yang baru  diresmikan oleh Bupati Bantul Drs H Suharsono pada 3 Desember 2017 berupa Istana Penangkaran Burung (IPB). Tempat wisata berbasis pendidikan dan lingkungan tersebut berdiri di atas tanah seluas 2 hektar.

Untuk menuju lokasi IPB sangat mudah, bisa melalui jalur Imogiri ataupun Pleret. Begitu tiba di tempat ini, kita akan disuguhi pemandangan alam khas pengunungan yang hijau dengan udara segar.

Ratusan koleksi burung nan indah yang berada di kandang-kandang dan bersuara merdu saat berkicau, membuat pengunjung betah berlama-lama di tempat ini. Segala penat terbuang berganti nikmatnya anugerah Sang Pencipta.

Baca Juga :  Jalan Amblas, Pohon Bertumbangan di Bantul

“Saya mengapresiasi hadirnya IPB sebagai destinasi wisata baru. Ini adalah karya anak bangsa yang kreatif dan inovatif  yang  mampu mengeksplorasi potensi yang ada di lingkungannya,” kata Bupati Bantul Suharsono.

Tidak salah apabila bupati meminta jajaran pengelola IPB harus fokus, sehingga fasilitas tersebut bisa berkembang dan maju sebagai destinasi wisata unggulan.

IPB di Dusun Karangtalun Imogiri. Obyek wisata berbasis pendidikan dan lingkungan itu diresmikan oleh Bupati Bantul Drs H Suharsono pada 3 Desember 2017. (istimewa)

Berbasis komunitas

Agung Trisnawanto selaku pengelola  sekaligus  Ketua Paguyuban Istana Penangkaran Burung,  mengatakan IPB merupakan wadah perkumpulan organisasi kelembagaan yang berbasis komunitas masyarakat.

“IPB juga sebagai wadah bagi generasi muda untuk bisa bersama-sama mengelola potensi yang ada dalam Badan Usaha Milik Desa Wukirsari,” jelasnya.

BUMDes inilah yang berperan menjadikan Wukirsari sebagai desa tangguh dan mandiri. Istana Penangkaran Burung selain bermanfaat untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, juga menjadi tempat  belajar mengenai pelestarian lingkungan dan pengembangan aneka burung di tanah air.

Fasilitas tersebut juga menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak. Anak-anak TK dan PAUD memang digratiskan masuk IPB dengan segala fasilitas yang tersedia.

Menurut Agung, koleksi IPB bukan hanya burung lokal DIY tetapi juga dari daerah lain. Jenisnya beragam mulai dari yang berharga puluhan ribu, ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Sebut saja jenis  love birth, perkutut putih, perkutut hitam, jalak atau murai batu.  Bukan hanya koleksi burung, pengelola IPB juga menawarkan banyak ilmu.

Baca Juga :  Warga Miskin Kebanjiran Bantuan Sosial

Pengunjung bisa mempelajari strategi dan tata cara budidaya burung, cara memelihara burung maupun hal-hal lain terkait dunia burung. Warga Karangtalun rata-rata bekerja sebagai pedagang burung. Mereka mampu menguasai pasar di DIY, Bali, Jakarta, Jawa Timur serta provinsi lainnya.

Selain belajar mengenai dunia burung, wisatawan yang hobi swafoto tidak perlu khawatir. Di tempat ini tersedia spot-spot menawan seperti spot telur, spot air terjun serta spot Sanggah Bali.

Selain IPB, di Dusun Karangtalun juga berkembang sentra UMKM bakpia, aneka rajut serta keripik tempe.

Bupati Bantul, Drs H Suharsono bersama Camat Imogiri Tri Tujiana AP MM melakukan panen raya di Dusun Lanteng 2 Desa Selopamioro. Selain pariwisata dan budaya, Kecamatan Imogiri fokus memajukan sektor pertanian. (sari wijaya/koranbernas.id)

Kecamatan Imogiri juga menyimpan banyak potensi lain yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Termasuk menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran dan mendongkrak perekonomian.

Misalnya kerajinan tatah sungging di Dusun Pucung, sentra kerajinan batik di Giriloyo, sentra kerajinan keris di Banyusumurup serta pembuatan keripik tempe.

Di kecamatan ini juga terdapat sentra pembuatan aneka peyek, berada di Pelemadu Desa Sriharjo, sentra bantal dan kasur di Manggung dan Dusun Kembang, pembuatan sirup markisa di Dusun Mojolegi Desa Karangtengah, sentra wedang uwuh ada di Dusun Pajimatan maupun potensi lain yang memikat.  (sol)