Senin, 25 Jan 2021,


agar-masyarakat-menjadi-lebih-paham-tentang-disabilitasPenyandang difabel dibantu oleh sahabatnya melintas trotoar di kawasan Nol Kilometer, saat aksi membagi masker dan cinderamata. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim

Agar Masyarakat Menjadi Lebih Paham tentang Disabilitas


SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada Kamis (3/12/2020), kelompok penyandang disabilitas Yogyakarta melakukan aksi kemanusiaan di kawasan pedestrian Malioboro.

Mereka didampingi oleh para relawan saat membagikan masker, kaos dan cenderamata ke pengendara yang berhenti di lampu merah dan pengunjung kawasan pedestrian Malioboro.

  • Delapan Kecamatan di Jogja Ini Ramah Difabel

  • Triyono, Ketua Ojek Difabel Difabike, mengakui peringatan tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kondisi pandemi Covid-19 membuat mereka melakukan aksi berbagi, tidak hanya untuk kalangan difabel, namun melibatkan semua kalangan.

    Dampak Covid-19 ini dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, bahkan dunia, membuat aksi membagi masker dalam kampanye ini menjadi prioritas. Tahun lalu, selain melakukan talkshow, Triyono dan komunitasnya juga melakukan pentas seni dan kampanye kepedulian terhadap sesama.


    "Saat ini yang kita libatkan semua elemen masyarakat. Semua coba kita libatkan agar benar-benar tercipta inklusi dalam bermasyarakat atau kesetaraan dalam bermasyarakat," paparnya saat dihubungi, Kamis (3/12/2020).

    "Sehingga tidak ada lagi sekat-sekat yang membatasi antara difabel non-difabel atau yang lainnya," lanjutnya.

    "Semua punya peluang yang sama dan semua punya cara yang sama untuk membangun kota ini agar menjadi lebih baik," tegasnya.

    Dengan adanya hari disabilitas internasional, lanjut Triyono, ia punya impian besar, ke depan masyarakat menjadi lebih paham tentang disabilitas.

    Selain itu, pemerintah juga lebih paham tentang disabilitas sehingga dalam pembangunan dan penganggaran ke depannya, disabilitas diharapkan bisa menjadi pokok pikiran tersendiri.

    "Kelompok disabilitas bisa menjadi fokus tersendiri. Mungkin ditingkatkan lagi nilai anggaran untuk pemberdayaan maupun untuk charity atau santunan," tandasnya. (*)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini