Amir Minta Proyek di Bantul Diawasi

29

KORANBERNAS.ID–Saat ini banyak sekali kasus Operasi Tangkap Tangan (PTT) terhadap pejabat daerah. Tindakan aparatur penegak hukum ini patut diapresiasi dan didorong oleh berbagai pihak. Karena dengan adanya OTT juga menjadi salah satu bentuk penyelamatan keuangan negara, penegakan hukum dan diharapkan bisa menjadi efek jera kepada lainnya agar tidak melakukan tindak pidana korupsi.

“Saya memberikan apresiasi terhadap banyaknya kasus OTT di beberapa daerah,”kata Anggota FPKS DPRD Bantul, Amir Syarifudin di kantornya, Senin (16/04/2018).

Begitupun untuk Kabupaten Bantul, Amir berharap agar segala proyek yang berjalan bisa sesuai aturan sehingga tidak ada kasus OTT di Bumi Projotamansari ini.

Pada tahun 2018, lanjutnya Bantul ada 600 proyek yang dikerjakan.

Diharapkan semua bisa diawasi oleh Aparat Penegak Hukum (APH) termasuk dengan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bantul.

“Saya mendorong kerjasama dengan APH ini agar tetap dilanjutkan, setelah dilakukan pada tahun sebelumnya. Kami sebagai anggota dewan tidak merasa terganggu,”katanya.

Justru dirinya merasa senang ketika tim TP4D tetap melakukan pendampingan sama halnya dengan tahun 2017 silam. Saat itu kasusnya komisi C DPRD Bantul bongkar-bongkar untuk kasus pembangunan Pasar Ngangkruk yang berujung kepada pengembalian kerugian proyek  tersebut ke kas daerah.

“Waktu itu kasus juga mendapat pendampingan tim TP4D Kejari. Sehingga saya berikan apresiasi pihak Kejari dan Pemkab Bantul. Saya berharap program TP4D Kejari tetap dilanjutkan pada tahun ini,”katanya mantap. (SM)