Angin Pembaruan 2019 Terasa Makin Kuat

129
Anggota DPR RI dari  DIY Hanafi Rais saat bincang santai dengan jurnalis Jogja, Jumat (11/05/2018) malam. (sholihul hadi/koranbernas.id

KORANBERNAS.ID – Anggota Komisi I DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan DIY merasakan angin pembaruan pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 terasa makin kuat dan kencang.

“Menuju Pemilu Presiden 2019, saya melihatnya angin serta atmosfer pembaruan dan perubahan makin kuat. Partai politik termasuk PAN harus bisa menangkap perubahan zaman yang kencang ini,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (11/05/2018) malam.

Pada acara Ngopi dan Bincang Santai dengan jurnalis Jogja di Bilik Kopi Jalan Timoho, lebih lanjut dia menyampaikan, kemunculan gelombang pembaruan itu terasa makin besar setelah 212 di Jakarta.

Dari pengamatannya selama ini, di luar dugaan gelombang pembaruan itu lebih besar lagi termasuk di media sosial. “Perkembangan yang terjadi di sosial media itu pasti ada dasarnya juga,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan soal capres dari PAN, didampingi unsur pimpinan DPW PAN seperti Nazaruddin kemudian menyusul hadir Arif Noor Hartanto, Hanafi Rais menyatakan pada prinsipnya berdasarkan Rakernas 2017 di Bandung PAN sudah secara resmi mengusung Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zukifli Hasan sebagai capres.

Baca Juga :  Tata Ruang Kasihan Bisa Dibongkar Total

Konsekuensi dari Rakernas itu PAN berupaya agar Zulkifli Hasan masuk bursa capres 2019. Hanya saja, melihat dinamika yang terjadi sekarang ini termasuk munculnya nama Gatot Nurmantyo serta Anies Baswedan, keputusan tersebut bisa jadi berubah.

Ini karena hitung-hitungan pilpres memang beda dengan pemilu legislatif. “Jika calon-calon alternatif itu dipastikan mendapat dukungan maka bisa mengubah keputusan rakernas. Kalau kemudian nama yang muncul Gatot Nurmantyo, Prabowo atau Anies  Baswedan, silakan,” ungkapnya.

Ditanya lagi apabila dari tiga mengerucut jadi dua nama yaitu Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo, seandainya PAN disuruh memilih?

Setengah bercanda Hanafi Rais menjawab kenapa harus memilih salah satu? “PAN maju ke pilpres buka sekadar ikut tapi ingin menang. Gabung saja, kemudian keduanya kita roadshow-kan ramai ramai, ” ujarnya sambil bergurau.

Baca Juga :  Warga Padamkan Api Pakai Alat Seadanya

Kenapa tidak seperti partai lain yang sudah mendeklarasikan nama capres? Menurut dia, PAN tetap membuka segala opsi yang terbaik. Deklarasi yang muncul sekarang ini sifatnya belum definitif.

Semua bisa berubah  karena belum formal. Berbeda jika sudah deklarasi secara terbuka dan final disertai dengan surat keputusan (SK) maka sudah memiliki nilai hukum dan politik.

Soal pemilu legislatif, dia mengatakan, targetnya minimal satu kursi satu dapil. Sebab jika menang pilpres tapi perolehan kursinya sedikit maka hanya akan menjadi pengikut. (sol)