Aparat Perketat Pengamanan Gereja Ganjuran

482
Aparat kepolisian  berseragam ataupun sipil bergiliran memonitoring Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran Bambanglipuro Bantul. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Pasca-pengeboman tiga gereja di wilayah Surabaya Jawa Timur  tiga hari silam, keamanan Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran langsung diperketat.

Gereja terbesar di wilayah Bantul itu memperoleh tambahan pengamanan aparat kepolisian dari Polsek Bambanglipuro. Petugas berseragam ataupun berpakaian sipil secara bergiliran selama 24 jam melakukan penjagaan.

Selain itu, jemaat gereja juga melakukan ronda secara bergiliran setiap malam minimal lima orang. Keamanan masih ditambah oleh security dalam.

Pintu gerbang gereja juga  selalu dalam kondisi ditutup serta  dijaga petugas. Hanya ada satu pintu yang dibuka, itu pun juga dalam pengawasan.

“Setelah adanya kasus pengeboman, pengamanan langsung diperketat,” kata Robertus Susanto, security gereja kepada koranbernas.id di lokasi, Rabu (16/05/2018).

Baca Juga :  Tiwul Instan " Mais", Jajanan Baru Temanggung

Jumlah CCTV yang sebelumya dipasang di seputaran gereja sejumlah 30 titik, rencananya ditambah. Layar CCTV  sendiri berada di pos security yang bisa diawasi  bersama-sama oleh mereka yang bertugas jaga.

Kanit Intel Polsek Bambanglipuro Iptu Agus Supraja SH mengatakan pengamanan diperketat guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Kami melakukan koordinasi dengan pihak gereja, dan pengamanan dilakukan selama 24 jam secara bergiliran,” kata Iptu Agus.

Tamu yang datang juga dilakukan pendataan. Intinya aparat kepolisian ingin suasana di wilayah Bambanglipuro termasuk kompleks Gereja Ganjuran tetap kondusif.

Jangan sampai ada pihak yang  bertindak provokati dan merugikan serta mengusik ketenangan masyarakat termasuk dalam kegiatan ibadah. (sol)

Baca Juga :  UMP Luncurkan Program S2 Pendidikan Bahasa Inggris