aparat-tidak-boleh-jadi-bagian-dari-konflikPangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi SE MM melaksanakan kunjungan ke Satkowil. (istimewa)


redaktur
Aparat Tidak Boleh Jadi Bagian dari Konflik

SHARE

KORANBERNAS.ID – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi SE MM melaksanakan kunjungan ke beberapa Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil), Selasa-Rabu (14-15/5/2019).


Dia mengingatkan, apabila terjadi konflik di masyarakat aparat harus bisa berdiri di antara dua pihak yang bertikai. “Aparat harus netral dan bukan menjadi bagian dari konflik,” tegas Pangdam.

  • Saat Anggota TNI Bagikan Takjil Gratis
  • Jadi CPNS Tidak Boleh Seenaknya

  • Terkait hal itu, Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) dituntut mampu mengantisipasi serta mengatasi setiap permasalahan yang muncul di wilayah sesuai dengan kewenangannya.

    “Optimalkan peran deteksi dan cegah dini harus menjadi salah satu fungsi agar setiap potensi konflik yang terjadi di wilayah tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius,” kata dia.

  • Generasi Terbaru AKSes Diluncurkan
  • Begini Gaya Anggito Abimanyu Jelaskan Biaya Haji

  • Pangdam meminta satuan jajarannya selalu memonitor perkembangan situasi di wilayahnya serta melakukan deteksi dan cegah secara dini terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi tanpa harus bertindak represif.

    "Laksanakan komunikasi dan koordinasi secara intensif dengan aparat terkait, serta jaga soliditas dan sinergitas. Aparat harus bisa jadi contoh," tambahnya.

    Selain itu, Apkowil juga harus bisa meningkatkan ketokohannya saat melaksanakan pembinaan teritorial. Masing-masing harus bisa menjadi teladan dalam sikap dan perbuatannya. Apkowil juga harus peduli dan memiliki kedekatan dengan rakyat.

    "Kehadiran Apkowil harus bisa menjadi panutan dan dapat memberikan rasa aman, nyaman dan damai, sehingga kehadirannya selalu dinantikan, dihormati dan disegani bukan sebaliknya," pinta orang nomor satu di Kodam IV/Diponegoro ini.

    Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi SE MM menyampaikan pengarahan di lapangan. (istimewa)

    Sekali lagi Pangdam menegaskan, jangan sampai Apkowil menjadi korban konflik karena rakyat tidak mengenal Babinsa-nya, apalagi menjadi bagian dari konflik.

    Oleh karena itu, aparat yang berdinas di wilayah harus berwawasan luas, mau menjadi partner dan pendengar yang baik serta peka terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya, agar dapat berkontribusi terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.

    "Dengan situasi dan kondisi yang ada saat ini, kehadiran Apkowil diharapkan mampu meredam konflik secara persuasif dan damai. Hal itu bisa dilakukan bila setiap permasalahan dapat diketahui dan diselesaikan sedini mungkin serta para Apkowil memiliki kedekatan dengan rakyat sehingga kehadiran dan omongannya disegani dan dipatuhi masyarakat binaannya," tegas Jenderal bintang dua di pundaknya.

    Menurut dia, para aparat kewilayahan harus bisa menunjukkan komitmen serta jati dirinya sebagai tentara yang bersapta marga dan bersumpah prajurit serta selalu menjalankan 8 wajib TNI.

    Bila aparat kewilayahan memiliki sikap dan perilaku sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku serta mampu menjaga dan memegang teguh komitmen netralitas maka dirinya akan menjadi  aparat sekaligus tokoh yang dihormati dan disegani.

    Aparat sekaligus tokoh masyarakat akan memiliki pengaruh besar, dihormati dan disegani masyarakatnya karena aktivitasnya, kecakapannya dan sifat-sifat baik yang dimilikinya. (iry)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini