apresiasi-nasabahnya-bank-bpd-diy-berikan-emas-ratusan-gramPenyerahan beasiswa kartu cerdas kepada perwakilan pelajar DIY (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Apresiasi Nasabahnya, Bank BPD DIY Berikan Emas Ratusan Gram

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Bank BPD DIY memberikan apresiasi kepada nasabahnya melalui undian tabungan Simpeda 2022. Apresiasi ini berupa pemberian hadiah berupa logam mulia seberat 25 gram, 12 hadiah logam mulia emas 10 gram dan  24 hadiah logam mulia emas seberat 5 gram kepada nasabah yang beruntung.


Pengundian tabungan Simpeda 2022 dilaksanakan di JNMbloc, Selasa (9/8/2022), dengan mengusung konsep Artventure yaitu petualangan seni atau Adventure of Art.


Melalui tema tersebut, Bank BPD DIY ingin memberikan ruang ekspresi bagi seniman di provinsi ini untuk menampilkan karya seni terbaiknya juga sebagai upaya mengangkat seniman yang terdampak pandemi.

Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rochmat, mengatakan pengundian tabungan Simpeda sengaja diselenggarakan di JNMbloc Jogja National Museum yang populer dalam menyelenggarakan event seni baik nasional maupun internasional.


"Kita hadir di JNM Bloc, yang diharapkan terus didorong ke depan untuk menerapkan transaksi nontunai. Di samping itu, dipilihnya lokasi ini sekaligus untuk mengukuhkan Yogyakarta sebagai Kota Budaya, Kota Seniman dan Kota Pelajar," kata Santoso.

Selain acara tersebut BPD DIY juga berkolaborasi dengan Bank Indonesia dalam rangka sosialisasi dan edukasi Pekan Qris nasional, kepada para tamu undangan dan pengunjung.

"Pada kesempatan kali ini juga dihadiri adik-adik pelajar SMA se-DIY sebanyak 7.500 siswa yang akan menerima beasiswa Kartu Cerdas yang merupakan kerja sama Bank BPD DIY dengan Disdikpora," tambahnya.

Melalui kerja sama tersebut, BPD DIY juga mendorong pelajar menggunakan transaksi nontunai untuk berbagai kebutuhan mulai dari belanja kebutuhan sehari-hari.

Ini bisa dilakukan dengan mobile banking Bank BPD DIY yang didalamnya juga sudah tersedia layanan QRis, transaksi menjadi lebih mudah dan aman.

"Minimal transaksi nontunai dilakukan para pelajar ini dimulai dari kantin sekolah. Alasan utama kami mendorong dilakukan transaksi non tunai ini dalam mendukung akselerasi pembayaran nontunai yang digalakkan oleh Bank Indonesia," lanjutnya.

Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Harso Hutomo,  mengatakan melalui Artventure ini diharapkan dapat meningkatkan literasi pembayaran nontunai menggunakan Qris serta memberikan pertunjukan hiburan bagi masyarakat dan ruang ekspresi untuk pelaku seni di DIY.

"Pandemi Covid-19 telah mengubah pola perilaku masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi, termasuk digitalisasi pembayaran. Digitalisasi pembayaran merupakan perubahan sistem yang biasanya dilakukan tunai, menjadi nontunai, seperti kartu debit-kredit, uang elektronik, e-money dan QRis," kata Harso.

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah penyatuan (integrasi) berbagai macam QR dari berbagai Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) menggunakan QR Code.

"QRis bukanlah aplikasi, tetapi standar, sehingga dapat digunakan melalui fitur aplikasi yang sudah ada, baik itu dari mobile banking, dompet elektronik, atau uang digital dari e- commerce, dan sebagainya," jelasnya. (*)


TAGS: BPD  DIY 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini