bangun-pabrik-di-sentolo-mantan-tentara-ini-buka-lapangan-kerja-untuk-ratusan-orangSeremonial peresmian pabrik plafon PVC PT Indonesia Plafon Semesta di Jalan Kawasan Industri Sentolo Kulonprogo. (warjono/koranbernas.id)


Warjono
Bangun Pabrik di Sentolo, Mantan Tentara Ini Buka Lapangan Kerja untuk Ratusan Orang

SHARE

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO -- Setelah Bogor, mantan tentara warga asli Sleman Yogyakarta, Adit Setiawan SH MH, meresmikan pabrik plafon PVC kedua di Sentolo Kulonprogo. Soft opening pabrik kedua itu dilakukan Minggu (7/8/2022) di Jalan Kawasan Industri Sentolo, Dusun Dhisil Desa Salamrejo Kecamatan Sentolo Kulonprogo.


Adit Setiawan sekaligus Direktur Utama PT Indonesia Plafon Semesta mengatakan, pembangunan pabrik di Sentolo ini menjadi strategi pengembangan bisnis produksi plafon PVC miliknya. Ini merupakan pabrik pertama di DIY yang memproduksi plafon PVC.


"Kami akan mengoperasikan delapan mesin sekaligus di pabrik ini. Kapasitas produksinya mencapai 1 juta meter persegi atau setara 100 ribu ton per bulan," kata Adit di sela-sela acara soft opening yang dihadiri oleh sejumlah pejabat di Pemkab Kulonprogo, Polres dan tamu undangan lainnya.

Dengan pembangunan dan pengoperasian pabrik kedua di Sentolo ini, mantan tentara itu berharap suplai plafon PVC di wilayah DIY dan Jateng ke depan akan semakin mudah dilakukan. Konsumen juga akan memperoleh keuntungan berupa harga yang lebih terjangkau, lantaran biaya produksi lebih ringan.


"Kami dapat menghemat biaya produksi. Khususnya biaya distribusi dan biaya tenaga kerja, karena UMP di Jogja yang i masih murah," lanjutnya.

Adit melanjutkan, saat ini pangsa pasar plafon PVC masih terbuka lebar. Secara nasional, pabrik yang ada baru bisa menyuplai sekitar 20-25 persen dari kebutuhan pasar.

Apalagi, saat ini pemerintah terus mendorong penggunaan material-material bangunan yang ramah gempa, sebagai respons atas tingginya risiko dan ancaman gempa bumi di sebagian besar wilayah Indonesia.

Adit Setiawan (jas hitam) memberikan penjelasan kepada tamu saat meninjau proses produksi di pabrik plafon PVC. (warjono/koranbernas.id)

Pemerintah, kata Adit, bahkan telah mensyaratkan penggunaan material-material ramah gempa, dalam proyek-proyek mereka. Ini menandakan, pemakaian plafon PVC yang jauh lebih ringan ketimbang plafon terdahulu, akan menjadi kebutuhan ke depan, bukan saja masyarakat tapi juga gedung-gedung pemerintah.

"Saat ini baru mulai. Masyarakat belum banyak yang mengenal plafon ini. Tapi ke depan akan terjadi migrasi dari penggunaan plafon yang lama ke plafon PVC," kata pemilik puluhan gerai plafon PVC ini.

Selain ramah gempa, plafon PVC disebut juga memiliki keunggulan lain. Proses produksi material ini tidak meninggalkan limbah bagi lingkungan. Seluruh bahan baku diproduksi menjadi material akhir berupa plafon PVC. Penggunaan bahan kimia juga 100 persen tidak menyisakan bahan terbuang. Proses produksi tidak menimbulkan polusi suara maupun polusi udara.

"Dari bahan baku ke mixer langsung jadi bahan jadi. Tidak ada ada limbah dibuang baik berupa cairan maupun limbah padat. Clean," kata Adit.

Kepala Desa Salamrejo, Dandi Kristiawan, menyambut baik kehadiran pabrik baru ini. Dia mengakui, sebelum datangnya sejumlah perusahaan baru di wilayahnya, sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai buruh di banyak sektor.

Sejak berdiri sejumlah pabrik termasuk PT Indonesia Plafon Semesta selaku produsen plafon PVC, semakin beragam pilihan lapangan kerja bagi warga sekitar.

"Sangat membantu baik dari aspek lapangan kerja maupun dari sisi keamanan lingkungan. Karena perusahaan-perusahaan ini kan ada pengamanan. Jadi juga membantu keamanan lingkungan. Ketika muncul pusat-pusat keramaian baru, juga memicu pertumbuhan ekonomi. Masyarakat ada yang membuka usaha warung makan, indekos dan lain sebagainya. Aktivitas perekonomian lebih bergerak," katanya. (*)


TAGS: PVC  Sentolo 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini