atas1

Banser dan Santri Jaga Perayaan Pentakosta GKJ Pengalusan

Rabu, 12 Jun 2019 | 21:31:49 WIB, Dilihat 1155 Kali
Penulis : Prasetiyo
Redaktur

SHARE


Banser dan Santri Jaga Perayaan Pentakosta GKJ Pengalusan Perayaan Undhuh-undhuh di GKJ Pengalusan Purbalingga, tahun lalu. (istimewa)

Baca Juga : Dengan Keris di Pinggang Melayang di Udara


KORANBERNAS.ID -- Kerukunan umat beragama di Purbalingga Jawa-Tengah terus digelorakan. Ini dilakukan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pengalusan di Desa Pengalusan Kecamatan Mrebet yang akan menggelar perayaan Pentakosta, di gereja setempat, Sabtu-Minggu (15-16/6/2019), dengan tema Endahing Seduluran atau indahnya persaudaraan.

Dalam kegiatan ini, panitia melibatkan Satuan Koordinasi Rayon-Barisan Ansor Serba Guna Nahdlatul Ulama (Satkoryon Banser) Kecamatan Mrebet untuk menjaga keamanan.

Selain itu, juga menghadirkan puluhan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlatus Sholikhin Sukawarah Desa  Kalijaran Kecamatan Karanganyar Purbalingga.

Perayaan Pentakosta ditandai lelang hasil pertanian dan ternak atau undhuh-undhuh, grebeg serta rebutan gunungan hasil bumi.

Ada pula pemutaran film oleh Cinema Lovers Community (CLC) atau komunitas pegiat film pendek Purbalingga maupun dialog lintas agama yang menghadirkan lima nara sumber.

Mereka adalah KH Akhmad Khotib dari Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama  (PCNU) Purbalingga, Pdt Maria Puspitasari, S Si dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purwokerto, dr Mulyadianto dari Forum Kerukunan Umat Beragama/FKUB Purbalingga, Ugo Untoro (seniman asal Purbalingga yang kini tinggal di Jogja) serta Marno dari Yayasan Kalam Purbalingga. Sedangkan moderator acara Ustadz Sukhedi dari Bobotsari.

"Acaranya kami kemas sedemikian rupa agar kebersamaan yang toleran antarsesama manusia di Purbalingga terjalin erat," ujar Pendeta Bagus Imam Tjahyono STh, Ketua Panitia Perayaan Pentakosta GKJ Pengalusan, kepada koranbernas.id di Purbalingga, Rabu (12/6/2019).

Kegiatan ini, ujar Bagus, sebagai ungkapan rasa syukur para petani dan peternak di kaki Gunung Slamet atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kelengkapan pangan hasil bumi dengan segala isinya kepada manusia.

"Juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena lewat peristiwa Pentakosta manusia dipersatukan dalam persaudaraan," ujarnya.

Rangkaian acara perayaan Pentakosta GKJ Pengalusan, sebuah gereja di kaki Gunung Slamet ini, diawali dialog lintas agama di gedung GKJ Pengalusan, Sabtu (15/6/2019) pukul 15:00-19:00.

Kegiatan ini akan dihadiri kurang lebih 250 orang  terdiri  dari masyarakat di kaki Gunung Slamet seperti dari Desa Pengalusan, Serang dan Binangun, Komunitas Gusdurian Purwokerto, Komunitas Katresnan Tanpa Wates Purbalingga, aktivis Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSA) Purbalingga, kalangan santri, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat, Camat Mrebet, Kepala Desa se-Kecamatan Mrebet dan Yayasan Kalam Purbalingga.

Acara dilanjutkan malam harinya pukul 19:00-20:30 di halaman parkiran gedung GKJ Pengalusan. Warga di sekitar gedung gereja dihibur dengan pemutaran film oleh CLC Purbalingga.

Kemudian pada Minggu (16/6/2019) di dalam gedung GKJ Pengalusan, pukul 07:00 sampai 09:00, jemaat GKJ Pengalusan mengikuti kebaktian peringatan Pentakosta, menggunakan Bahasa Jawa.

Undangan Perayaan Undhuh-undhuh. (istimewa)

Yang unik, baik pendeta, majelis gereja maupun jemaat, semuanya mengenakan pakaian adat Jawa Banyumasan.

Berikutnya pada pukul 10:00-11:00 di halaman parkiran gedung GKJ Pengalusan digelar lelang Undhuh-undhuh berupa hasil pertanian dan peternakan.

Di sini, masyarakat umum dan jemaat GKJ Pengalusan, berbaur jadi satu untuk mengikuti lelang. Barang-barang yang dilelang berupa kacang panjang, kentang, kobis, wortel, singkong, nanas dan berbagai jenis sayuran serta buah-buahan. Juga ada ayam dan kambing.

Seusai lelang, panitia menyediakan dua gunungan berisi sayur-sayuran dan buah-buahan yang dibuat oleh jemaat GKJ Pengalusan yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani.

Gunungan pertama diperebutkan warga yang hadir, yang terdiri jemaat GKJ Pengalusan, puluhan santri dan masyarakat umum.

Sedangkan gunungan kedua, diserahkan oleh pendeta GKJ Pengalusan, Pdt Bagus Imam Tjahjono kepada perwakilan dari Ponpes Roudlatus Sholikhin Sukawarah Desa Kalijaran Kecamatan Karanganyar.

Oleh puluhan santri, gunungan itu diarak dengan iring-iringan mobil sejauh kurang lebih 15 km menuju Ponpes Roudlatus Sholikhin Sukawarah di Desa  Kalijaran.

Agar acara itu berjalan lancar, pihak panitia menerjunkan tim keamanan yang beranggotakan Satkoryon Banser Kecamatan Mrebet  dan pemuda GKJ Pengalusan.

"Melalui perayaan Pentakosta, panen raya undhuh-undhuh dan dialog lintas agama ini, kami ingin merawat keberagaman," ujar Pdt Bagus Imam Tjahjono. (sol)



Rabu, 12 Jun 2019, 21:31:49 WIB Oleh : Sholihul Hadi 11117 View
Dengan Keris di Pinggang Melayang di Udara
Selasa, 11 Jun 2019, 21:31:49 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 960 View
Malioboro Bebas Kendaraan, Ini Dia Tanggalnya
Senin, 10 Jun 2019, 21:31:49 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 680 View
Idulfitri, Kolusi Manusia dengan Tuhan

Tuliskan Komentar