bantul-dan-kulonprogo-siapkan-lahan-untuk-pendirian-embarkasi-haji-diyAnggota Komisi D DPRD DIY asal Kulonprogo, Soleh Wibowo. (sholihul hadi/koranbernas.id)


sholihul
Bantul dan Kulonprogo Siapkan Lahan untuk Pendirian Embarkasi Haji DIY

SHARE

KORANBERNAS.ID – Inisiasi Komisi D DPRD DIY, Pemda DIY dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY untuk mendirikan embarkasi haji DIY tidak hanya memperoleh respons cepat dari Kementerian Agama (Kemenag) RI, tetapi juga mendapatkan sambutan antusias dari berbagai pihak.


Bahkan Bantul dan Kulonprogo sama-sama menyiapkan lahan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengajukan lokasi di Desa Poncosari Srandakan, status tanahnya Sultan Ground (SG).

  • Hanya DIY yang Miliki Perda Bangunan Warisan Budaya
  • Bupati Tanam Padi dengan Mesin

  • Tak mau kalah, Pemkab Kulonprogo menawarkan tanah kas desa di tiga lokasi sekaligus yaitu Desa Kaligintung, Desa Plumbon dan Desa Karangsewu.

    Anggota Komisi D DPRD DIY asal Kulonprogo, Soleh Wibowo, kepada wartawan di gedung DPRD DIY Jalan Malioboro, Jumat (30/11/2018), menyatakan usulan yang disampaikan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo tersebut sudah diterima dewan.

  • Warga Njeron Beteng Keraton Yogyakarta Keluhkan Banjir
  • PT KAI Luncurkan KA Joglosemarkerto, Diskon 10 Persen

  • Komisi D pun langsung melakukan pembahasan internal serta konsultasi dengan Kemenag RI. “Pemda DIY sudah turun melakukan pengecekan ke lokasi,” ungkapnya.

    Menurut anggota Fraksi PKB ini, dari tiga lokasi yang ditawarkan Kulonprogo, Desa Kaligintung berpeluang untuk dipilih dengan alasan lokasinya dekat New Yogyakarta International Airport (NYIA), kurang dari satu kilometer. Di Desa Kaligintung lahan yang tersedia seluas 15 hektar.

    Sedangkan di Desa Plumbon Kecamatan Temon tersedia lahan seluas 49 hektar. Sementara lahan yang disiapkan di Desa Karangsewu Kecamatan Galur sekitar 5,9 hektar.

    Pada 6 November silam, Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Prof Dr H Nizar Ali MAg, bersama jajaran  Kantor Wilayah Kemenag DIY mengadakan pertemuan dengan DPRD DIY dan Sekda DIY Gatot Saptadi.

    Menurut Nizar Ali, memang sudah saatnya DIY memiliki embarkasi haji sendiri. Alasannya, embarkasi haji Solo khususnya asrama Haji Donohudan sudah tidak lagi representatif.

    “Fasilitas-fasilitasnya sangat tertinggal jauh,” kata Nizar Ali didampingi Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Dr H Muhajirin Yanis MpdI.

    Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana menyambut positif pendirian embarkasi haji DIY. Demikian pula, Wakil Ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto menyatakan embarkasi haji DIY mampu menggerakkan perekonomian di provinsi ini menjadi lebih maju lagi. (sol)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini