Senin, 18 Jan 2021,


banyak-karya-tidak-diketahui-publik-ikut-dipamerkanPameran di gelari RJ Katamsi, Kampus ISI Yogyakarta, berlangsung hingga 30 November. (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya

Banyak Karya Tidak Diketahui Publik Ikut Dipamerkan

Harlah ke 70 ASRI
SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) ke 70  yang  kini berganti nama menjadi Fakultas Seni Rupa (FSR) ISI Yogyakarta, digelar pameran “Tonggak: Para Pendiri Dan Pembangun Asri” di Galeri RJ Katamsi, kampus setempat, 20-30 November 2020.

“Kami mengajak Anda membayangkan bagaimana karya-karya ini lahir dari suasana Indonesia muda yang  tengah menata dan mendefinisikan diri di tengah gejolak sosial, ekonomi, budaya dan politik yang fluktuatif. Pendirian ASRI melibatkan pemimpin bangsa, Presiden Soekarno, dalam proses menandai dan memaknai Indonesia melalui karya-karya monumental di Jakarta dan sejumlah kota lain,” kata Sudjud Dartanto M.Hum, kurator FSR ISI, dalam jumpa pers di galeri RJ Katamsi, Kamis (26/11/2020) sore.


Materi yang dipamerkan, kata Sudjud, dapat dikatakan karya koleksi yang belum begitu banyak ditonton atau diketahui oleh publik. Juga ada koleksi properti RJ Katamsi.

Pameran ini bisa menghadirkan masa lalu, termasuk mengetahui kiprah maestro seni rupa Indonesia yang juga berperan diawal ASRI berdiri. Diantaranya Abas Alibasyah, Abdul Kadir, Abdul Salam, Djajeng Asmoro, Edhi Sunarso, Fadjar Sidik, G Sidharta Soegijo, Hendra Gunawan, Hendo Jasmoro, Kusnadi, Lian Sahar, RJ Katamsi, Rusli, Saptohoedojo, Soedarso, Suromo, Sutopo, Suwaji, Trubus Soedarsono, Wardoyo dan Widayat.


Pada pameran ini juga akan digelar forum diskusi seni dan kebangsaan I “Memahami Indonesia Melalui Pendidikan Seni Rupa: Peran Seni, Seniman dan Membangun Indonesia dari Perspektif”. Kegiatan akan dilakukan live via zoom, dan jadwal webinar pada Jumat (27/11/2020) pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Pembicaranya, Dr Hilmar Farid (Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI), Prof DR Bambang Purwanto MA (sejarawan  dan guru besar UGM), Dr Suwarno Wisetrotomo  M.Hum dengan moderator Sudjud Dartanto M.Hum. Peserta bisa mendaftarkan melalui alat Linktr.ee/harlahasri70 lalu pilih “Pendaftaran Webinar 1.0” . Pendaftaran gratis dengan jumlah peserta terbatas.

Kemudian, forum seni dan kebangsaan II dengan judul “Peran Kontribusi Seniman, Seni dan Pendidikan Seni dalam membangun Indonesia Bermartabat” pada Senin, 30 November, jam 16.00 WIB-18.00 WIB. Pembicara adalah Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Butet Kartarejasa (seniman), Entang Wiharso (seniman) dan Suwarno Wisetrotomo (kurator seni rupa). Pendafaran gratis di alamat  yang sama. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini