Bawaslu DIY: Ini Bukan Kue Suap Ya…

188
Ketua PKPI DIY Faried Soepardjan menyambut kedatangan Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan dan Komisioner Bawaslu DIY Sri Rahayu Werdiningsih saat mendatangi Kantor PKPI DIY, Senin (29/01/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY didampingi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY melakukan serangkaian verifikasi faktual di sejumlah kantor kepengurusan Partai Politik (Parpol) di DIY, Senin (29/01/2018).

Tidak ditemukan adanya kejanggalan berarti dari sejumlah parpol yang diverifikasi. Meski berjalan relatif lancar namun ditemukan pula suasana nyeleneh.

Ada suasana berbeda saat para komisioner mendatangi kantor PKPI DIY di Jalan Gambiran Umbulharjo Kota Yogyakarta. Perbedaan itu tampak dari sambutan dari pengurus PKPI DIY, saat menjamu kedatangan mereka.

Padahal para komisioner yang terbagi dalam tiga tim tersebut hanya mendapatkan sambutan biasa-biasa saja saat mendatangi sejumlah kantor parpol lainnya.

Rombongan tim verifikasi faktual yang dipimpin Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan didampingi komisioner Bawaslu DIY, Sri Rahayu Werdiningsih, disambut semacam upacara selamat datang.

Mereka dipersilakan memotong kue yang memang disiapkan di meja tempat pertemuan. Ketua PKPI DIY Faried Jayen Soepardjan mengawali pemotongan kue, kemudian disusul Hamdan Kurniawan dan Cichi, panggilan akrab Sri Rahayu Werdiningsih.

Spontan Chici berseloroh usai mencicipi kue tersebut sekaligus sebagai tanda merespons sambutan yang berbeda. “Tapi Ini bukan kue suap ya,” kata Chici disambut tawa pengurus PKPI DIY yang lengkap berseragam merah kombinasi putih.

Baca Juga :  PDAM Sleman Produksi Air Mineral Kemasan 30.000 Dus Perhari

Suasana proses verifikasi terlihat santai.Sesaat kemudian menyusul salah seorang komisioner KPU DIY Farid Bambang Siswantoro bersama staf KPU.

“Ada 16 pengurus tingkat DPP (Dewan Pengurus Provinsi) PKPI DIY yang diverifikasi faktual dan semuanya hadir di kantor, 31 persen di antaranya perempuan. Karena dalam ketentuannya minimal 30 persen keterwakilan perempuan,” kata Jayen.

Dia yakin  memenuhi syarat setelah ada verifikasi faktual dari KPU DIY. Meskipun parpol yang dipimpinnya belum besar namun dia sudah berbenah dengan melengkapi kepengurusan tingkat kabupaten dan tingkat kecamatan.

“Di tingkat kabupaten/kota juga kami sudah pastikan 100 persen, termasuk juga kepengurusan di tingkat kecamatan,” ungkap pria yang juga Ketua Pemuda Pancasila DIY ini.

Tim verifikasi dari KPU melakukan pengecekan terhadap tiga hal yakni keabsahan dokumen kantor parpol, keikutsertaan 30 persen pengurus perempuan serta dan kepengurusan (ketua, bendahara, sekretaris).

Baca Juga :  Sekaten Tahun Dal Biasanya Lebih Ramai dan Meriah

Masing-masing pengurus yang hadir diminta menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) partai dan KTP sebagai salah satu indikasi kebenaran data.

Sesuai tahapan, KPU baru akan mengumumkan hasil verifikasi faktual  secara resmi di tingkat provinsi pada 31 Januari 2018. Nantinya parpol akan mendapatkan predikat Memenuhi Syarat (MS) atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS) yang mengharuskan melakukan perbaikan.

“Untuk hasil keseluruhan kami masih harus menunggu rapat pleno, tapi secara garis besar tadi dari tiga hal sudah terpenuhi,” ungkap Hamdan.

Sejauh ini proses verifikasi kepengurusan parpol tingkat provinsi di DIY relatif berjanji lancar. Namun memang ada satu parpol yaitu PPP yang masih menggantung karena ada dualisme kepengurusan.

“Acuan KPU dalam melaksanakan proses verifikasi ini adalah parpol yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM,” jelasnya.

Sedangkan Bawaslu DIY berkomitmen mengawal kinerja KPU DIY. Sejauh ini Bawaslu belum menemukan indikasi kejanggalan, hanya memang untuk PPP DIY belum bisa dilakukan. (sol)