Selasa, 02 Mar 2021,

beberapa-desa-di-klaten-belum-menyalurkan-blt-dd-tahap-8-dan-9Kantor Desa Tlobong dan GOR Desa Tlobong Kecamatan Delanggu yang sedang dibangun. (masal gurusinga/koranbernas.id)


Masal Gurusinga
Beberapa Desa di Klaten Belum Menyalurkan BLT DD Tahap 8 dan 9

SHARE

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Pandemi Covid-19 telah berlangsung sepuluh bulan. Dampak yang ditimbulkan juga luar biasa, khususnya sektor ekonomi dan usaha. Untuk mengantisipasi terjadinya keterpurukan di semua sektor, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menerbitkan payung hukum sebagai dasar untuk mengucurkan bantuan.

Salah satunya Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial lewat kantor pos dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD). Penyaluran kedua bantuan tersebut mulai dilaksanakan pada tahun 2020 dan dilanjutkan tahun 2021.

  • Posyandu pun Bisa Bernilai Ekonomis Lho
  • Ironis, Lumbung Padi Sulit Peroleh Air Irigasi

  • Maksud baik pemerintah tersebut ternyata tidak semuanya bisa diwujudkan. Pasalnya, ada beberapa wilayah yang tidak bisa menyalurkan BLT DD 9 kali seperti yang dianjurkan pemerintah. Penyebabnya karena desa sudah tidak memiliki anggaran lagi.

    Seperti misalnya di wilayah Kecamatan Delanggu yang terdiri dari 16 desa. Di wilayah ini tercatat ada 2 desa yang tidak bisa menyalurkan BLT DD 9 kali. Dua desa tersebut adalah Tlobong dan Delanggu yang hanya bisa menyalurkan BLT DD 7 kali.

  • Petani Jual Rp 4.600 Sampai Pengecer Rp 11 Ribu
  • Miris, Banyak Usaha Penggilingan Padi Tutup

  • "Anggaran kami sudah habis dan tidak bisa lagi menyalurkan BLT Dana Desa tahap berikutnya. Kemarin habis untuk kegiatan lain dan BLT," kata Basuki, Kepala Desa Tlobong.

    Basuki menambahkan, desanya memang sedang membangun kantor desa yang baru. Selain itu juga pembangunan gedung olahraga di Dukuh Saidan. Pembangunan kantor baru tersebut ditargetkan selesai pada tahun ini karena kantor yang ada sekarang berdiri di atas lahan milik PJKA.

    Senada dikemukakan Heri, Sekretaris Desa Delanggu. Menurutnya, Desa Delanggu tidak bisa menyalurkan BLT DD tahap 8 dan 9 tahun 2020 karena sudah tidak ada anggaran.

    Pelaksana tugas (Plt) Camat Delanggu, Joko Suparjo, membenarkan ada dua desa diwilayahnya yang hanya bisa menyalurkan BLT DD hingga 7 kali karena anggarannya sudah tidak ada.

    "Dua desa itu hanya menyalurkan BLT DD tujuh kali saja karena tidak ada anggaran. Apabila Silpa-nya besar melebihi kebutuhan BLT dua bulan, maka bisa disalurkan sembilan kali. Tapi Silpa dua desa itu tidak cukup," ujarnya.

    Permasalahan serupa juga terjadi di kecamatan lain. Namun di desa lain ada yang bisa menyalurkan BLT DD tahun 2020 sebanyak 8 kali dan ada juga yang bisa 9 kali.

    Beberapa kepala desa menceritakan pada awalnya petunjuk penyaluran BLT DD tahun 2020 hanya sampai bulan Desember 2020 sebanyak 7 kali. Kemudian pada bulan Januari 2021 muncul regulasi baru yang menyebutkan desa yang Silpa-nya besar agar menyalurkan BLT DD sebanyak 9 kali. Sedangkan di desa yang Silpa-nya tidak cukup, bisa menyalurkan 8 kali. Sementara anggaran lain untuk membiayai kegiatan Padat Karya Tunai. (*)


    TAGS: klaten  BLT  desa 

    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini