Bekraf Dorong Pelaku Usaha Kreatif Ciptakan Produk yang Unik

103
Syaifullah dan Hanifa Makarim menyampaikan keterangan pers di sela-sela Sosialisasi Food Startup Indonesia (FSI) 2018, Selasa (13/03/2018), di Artotel Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif, bertekat akan terus mendorong para pelaku usaha menciptakan produk-produk yang unik.

Keunikan itu penting supaya produk mereka tidak hanya muncul sesaat di pasaran kemudian hilang melainkan bisa bertahan lama atau langgeng.

“Para pelaku usaha kreatif harus punya produk yang unik, entah itu produk, jasa atau tempatnya yang unik,” ungkap Hanifa Makarim, Kasubdit Dana Masyarakat Direktorat Akses Non Perbankan Bekraf, Selasa (13/03/2018), di Artotel Hotel Jalan Kaliurang Km 6,5 Yogyakarta.

Kepada wartawan di sela-sela acara Sosialisasi Food Startup Indonesia (FSI) 2018, dia menyampaikan apabila produknya diminati masyarakat maka sudah pasti proses investasi akan mudah.

Peserta Sosialisasi Food Startup Indonesia (FSI) 2018 mengikuti sesi foto bersama. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Direktur Akses Non-Perbankan Bekraf, Syaifullah, menambahkan selama dua tahun ajang FSI, Badan Ekonomi Kreatif mencatat investasi non-perbankan di bidang kuliner mencapai Rp 150 miliar. Investasi yang masuk di bidang kuliner ini diperoleh dari penyertaan modal 20 pemenang ajang FSI.

“Investasi ini bukan semata-mata  berupa uang tapi bisa juga dalam bentuk bantuan distribusi dan ilmu. Investasi itu juga bisa dilakukan dengan mengikutsertakan modal ke usaha rintisan kuliner yang dinilai unik dan memiliki peluang besar,” kata Syaifullah.

Baca Juga :  Tidak Mudah PNS Dapat Satya Lencana

Hanya saja dia mengakui hingga saat ini  sejumlah pelaku ekonomi kreatif masih terkendala akses permodalan bank karena tidak memiliki agunan.

Bekraf terus berusaha memfasilitas pertemuan para pelaku usaha kreatif dengan investor supaya lebih banyak lagi yang bersedia membantu.

Peluang ekonomi kreatif ke depan masih terbuka lebar, apalagi saat ini sebagian masyarakat sudah beranggapan setelah lulus kuliah jadi PNS sepertinya bukan zamannya lagi.

Syaifullah menjelaskan, melalui skema keikutsertaan modal, investor secara langsung ikut serta dalam pengawasan dan perkembangan usaha rintisan agar berkembang. Dengan skema ini, investor rata-rata tidak memikirkan laba yang nantinya diperoleh.

Menurut dia, besarnya nilai investasi yang berasal dari lembaga non-perbankan ke usaha rintisan kuliner menandakan usaha-usaha yang dilahirkan dari ide kreatif sekarang ini sudah memiliki pasar yang besar. Apalagi ditunjang kecepatan informasi dari internet.

FSI 2018 merupakan ajang lomba bagi usaha rintisan untuk mendapatkan pendidikan bahkan peluang mendapatkan modal yang digagas Bekraf.

Sejumlah 100 peserta akan ikut pameran Bekraf pada Juni mendatang kemudian mengikuti evaluasi produk pada Juli. Sedangkan pada Agustus peserta melakukan presentasi ke investor.

Baca Juga :  300 Ribu Mahasiswa Harus Dirangkul

Dari 100 peserta, Bekraf menjaring bertahap hingga terpilih 30 usaha rintisan kuliner terbaik. Kemudian dipilih menjadi tiga besar terbaik untuk mendapatkan hadiah berupa bantuan modal senilai Rp 200 juta serta promosi produk pada ekspo nasional maupun internasional.

Peserta Sosialisasi FSI 2018 mendengarkan paparan narasumber. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Syaifullah menambahkan, Sosialisasi FSI 2018 di Yogyakarta ini merupakan yang ke tujuh kalinya. Bekraf menghadirkan perwakilan Foodlab Indonesia, Bonnie Susilo, kemudian perwakilan Orbit Ventura, George Siregar.

Hadir pula perwakilan Top Three FSI 2017. Dia adalah Lintang Wuriantari dari Matchamu. Di hadapan 100 startup kuliner yang menghadiri acara tersebut, Lintang menjelaskan soal investasi, mini class mentor bertema scalling up maupun menyampaikan testimoni keikutsertaannya di ajang FSI 2017.

Starup kuliner Indonesia berkesempatan mendaftar Demoday FSI 2018 secara online pada platform www.foodstartupindonesia.com yang dibuka hingga 26 Juni mendatang.

“Kami memberikan kesempatan yang sama kepada start up kuliner di seluruh Indonesia untuk mendaftar Demoday FSI 2018. Adapun yang belum terpilih dapat mengakses mentor serta startup kuliner jaringan Bekraf secara online melalui platform FSI,” kata Syaifullah. (sol)