atas1

Oknum Sabhara Penganiaya Terancam Sanksi Ganda
Tak Bertanggung Jawab Setelah Pacar Hamil 3 Bulan

Selasa, 06 Agu 2019 | 18:48:56 WIB, Dilihat 1502 Kali - Oleh Rosihan Anwar

SHARE


 Oknum Sabhara Penganiaya Terancam Sanksi Ganda Pemeriksaan lanjutan terhadap kasus penganiayaan dengan korban OKD berlangsung Selasa siang di Mapolda DIY. (rosihan anwar/koranbernas.id)

Baca Juga : Kejari Kumpulkan Keterangan Kasus Desa Bantul


KORANBERNAS.ID -- Oknum anggota kepolisian berinisial DP yang berdinas di unit Sabhara Polresta Yogyakarta terancam sanksi pidana dan sanksi etik setelah dilaporkan oleh kekasihnya, OKD (28 tahun), warga Trimulyo Kabupaten Sleman. Hal itu seperti diutarakan oleh Kabid Humas Polda DIY Kombes Polisi Yuliyanta, Selasa (6/8/2019) siang, kepada sejumlah media.

“Kita sudah menerima laporan tentang oknum anggota Polresta Yogyakarta yang dilaporkan oleh seorang perempuan yang umurnya kurang lebih 28 tahun, melaporkan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Polresta,” katanya di Mapolda.

Oknum polisi berpangkat Bripda itu diduga melakukan tindak penganiayaan pada bulan Juli lalu dan juga lepas tanggung jawab setelah menghamili korban OKD. Atas pelaporan tersebut, Kabid Humas Polda DIY Kombes Polisi Yuliyanta menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan dugaan kasus penganiayaan dan pelanggaran kode etik yang dilakukan Bripda DP.

“Saat ini kita sedang melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan dan saksi-saksi, dan nanti kita akan melakukan tindakan seperti aturan yang ada,” ujar dia.

Mantan Kapolres Sleman itu menambahkan, Polda DIY berjanji mengambil tindakan tegas terhadap anggotanya yang melanggar aturan. Oknum polisi berusia 24 tahun itu juga terancam sanksi pidana.

“Kalau dalam pemeriksaan itu, dia melanggar kode etik, maka nanti akan dilakukan sidang kode etik kepolisian. Karena dia juga dilaporkan dalam pidana umumnya, nanti reserse yang akan melaksanaan pemeriksaan. Jadi ada dua pemeriksaan yaitu yang dilakukan bid propam dan reserse,” terangnya.

Hasil visum

Bersama kuasa hukumnya, korban melaporkan Bripda DP atas tidak penganiayaan khususnya pasal 351 KUHP dan sekaligus pelanggaran kode etik seperti diatur dalam Perkap Kapolri nomor 14 tahun 2011. Korban sempat menceritakan, awal mengenal Bripda DP dari temannya setahun yang lalu tepatnya pada bulan Agustus 2018. Setelah melalui proses pendekatan akhirnya keduanya memutuskan untuk berpacaran.

Baru berselang dua bulan menikmati masa romantisnya berpacaran, Bripda DP mulai menunjukkan perangai yang kasar. Berawal dari masalah-masalah kecil kemudian berlanjut adu mulut lalu berakhir dengan tindak kekerasan dan pemukulan.

Sementara itu, salah satu kuasa hukum korban OKD,  Gyovani Sarwolfram kepada sejumlah media, Selasa sore mengatakan, pihaknya kembali datang ke Polda DIY untuk melengkapi bukti tambahan guna mempercepat pemberkasan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Salah satu bukti yang disertakan adalah hasil visum dari pihak rumah sakit.

“Alat bukti tambahan berupa foto korban yang habis dianiaya, sama bukti dari rumah sakit karena korban sempat dirawat di rumah sakit. Itu yang kami sertakan,” ungkapnya kepada koranbernas.id ketika mendampingi korban.

Korban OKD dianiaya setelah menuntut pertanggung jawaban dari Bripda DP. Akibat penganiayaan yang dilakukan tersangka DP, korban mengalami luka pada bagian wajah dan beberapa giginya tanggal.

“Nah, untuk persoalan bagaimana kasus ini ke depannya, kita serahkan kepada pihak yang berwajib,” kata Gyovani.

Korban pertama kali melaporkan kasus tersebut, Jumat (2/8/2019) pekan lalu, dengan didampingi tim kuasa hukum dari Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum (LKBH) Pandawa Yogyakarta. Kepada penyidik, korban yang telah satu tahun mengenal Bripda DP mengaku sering mendapat kekerasan, terlebih lagi setelah mengetahui bahwa korban mengandung janin berusia tiga bulan hasil hubungannya dengan tersangka. (ros)

 



Selasa, 06 Agu 2019, 18:48:56 WIB Oleh : Sari Wijaya 676 View
Kejari Kumpulkan Keterangan Kasus Desa Bantul
Rabu, 31 Jul 2019, 18:48:56 WIB Oleh : Nanang WH 316 View
Pencuri Nafkahi Keluarganya dengan Uang Receh
Selasa, 30 Jul 2019, 18:48:56 WIB Oleh : Rosihan Anwar 415 View
Ingat Jenderal Sudirman, Radikalisme Tak Bakal Subur

Tuliskan Komentar