atas1

Anak-anak Tertawa Ceria Saat Dikunjungi Tentara

Jumat, 26 Jul 2019 | 01:58:35 WIB, Dilihat 593 Kali
Penulis : Putut Wiryawan
Redaktur

SHARE


Anak-anak Tertawa Ceria Saat Dikunjungi Tentara Keceriaan anak-anak PAUD KB Melati Desa Jatimulya Tegal Jawa Tengah. (istimewa)

Baca Juga : Ada Treatment Khusus Muslimah di Hotel Syariah Ini


KORANBERNAS.ID – Bersamaan dengan peringatan Hari Anak Nasional, Selasa (23/7/2019), puluhan anak-anak usia dini dari PAUD KB Melati Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal Jawa Tengah memperoleh edukasi dan hiburan dari TNI.

Babinsa setempat dari Koramil 05 Suradadi Kodim 0712 Tegal, Serda Mursidi, yang juga anggota Satgas TMMD Reguler 105 Tegal, memberikan keceriaan kepada anak didik yang diasuh Nur Amanah S Ag selaku kepala sekolah.

Menurut Mursidi, dirinya berkunjung ke sekolah itu untuk memotivasi dan menginspirasi mereka agar lebih mengenal TNI.

Selain itu, juga untuk meningkatkan kreativitas supaya mereka optimistis karena merasa dihargai, dilindungi dan diberikan motivasi sehingga dapat menatap masa depan yang lebih baik.

“Semoga dengan kegiatan ini, para orang tua yang mengantar mereka lebih mencintai buah hatinya, dan bagi anak-anak sendiri, diharapkan terayomi,” kata dia.

Kegiatan itu memperoleh apresiasi dari pihak sekolah terlebih para orang tua yang mengabadikan momen keceriaan tersebut dengan smartphone.

Secara terpisah, Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin SH M Hum selaku penyelenggara fungsi penerangan Kodam IV/Diponegoro mengungkapkan, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan program terpadu antara TNI dan pemerintah dalam rangka pemerataan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat.

Di dalam UU No 34 tahun 2004 tentang TNI disebutkan salah satu pelaksanaan tugas pokok TNI melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP) adalah membantu tugas pemerintahan di daerah.

Di balik itu semua, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui di dalam TMMD terkandung tugas lain yang jauh lebih penting dalam rangka menjaga keutuhan dan kedaulatan.

“Melalui pembangunan sarana fisik yang melibatkan berbagai komponen bangsa serta unsur masyarakat itu ternyata mampu membangkitkan semangat gotong-royong dan toleransi,” kata dia.

Semangat ini sangat diperlukan untuk membangun persatuan serta memantik jiwa korsa, saling menghormati, bekerja sama dan tolong menolong tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan.

“Dengan gotong royong maka masyarakat memiliki satu rasa, senasib sepenanggungan. Berat sama dipikul ringan ringan sama dijinjing, semua pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama akan lebih mudah dan ringan,” tegas Kapendam.

Anggota TNI dan warga bergotong royong membangun sarana jalan. (istimewa)

Rekatkan perbedaan

Dia menjelaskan, toleransi dan gotong-royong adalah budaya leluhur bangsa Indonesia yang terbukti dapat merekatkan perbedaan, dan cara mudah menyelesaikan persoalan.

Sayangnya, sikap toleransi dan kegotongroyongan itu secara perlahan mulai memudar terkikis oleh kemajuan teknologi khususnya teknologi komunikasi dan informasi.

“Walau tak semuanya benar, teknologi informasi dan komunikasi sudah merubah perilaku hidup sosial kemasyarakatan menjadi individual,” ungkapnya.

Hal tersebut dipengaruhi adanya teknologi digital yang mampu memenuhi kebutuhan hidup secara online.

“Apa-apa online, pesan makanan online, beli pakaian juga melalui online, bermain yang biasa dilakukan bersama teman, kerabat, tetangga dan sebagainya kini dilakukan secara online,” ungkapnya.

Masyarakat memang tidak boleh gagap teknologi tetapi juga harus tetap menjunjung tinggi budaya bangsa yang adiluhung.

Melalui TMMD inilah keteladanan akan soliditas TNI-Polri dan masyarakat memantik semangat gotong-royong untuk merekatkan perbedaan dan bersatu membangun desa agar setara dengan desa lain di perkotaan.

Romiyadi, warga Desa Jimbung Kecamatan Kalikotes Kabupaten Klaten yang turut serta bergotong-royong membangun sarana jalan dan jembatan di desanya mengaku senang dan kagum dengan kekompakan TNI-Polri saat bekerja.

Kerukunan, kekompakan dan kebersamaan yang ditunjukkan di sini bisa dijadikan teladan dan panutan untuk menumbuhkan kebersamaan di desanya.

Kapendam meyakini, ungkapan isi hati Romiyadi dirasakan pula oleh masyarakat di seluruh tanah air yang desanya menjadi ajang TMMD Reguler ke-105 tahun 2019.

Dia juga meyakini program ini sangat dinantikan oleh masyarakat desa lain yang selama ini merasa belum menikmati pembangunan sebagaimana yang mereka harapkan. (iry)



Jumat, 26 Jul 2019, 01:58:35 WIB Oleh : Sholihul Hadi 663 View
Ada Treatment Khusus Muslimah di Hotel Syariah Ini
Jumat, 26 Jul 2019, 01:58:35 WIB Oleh : Sholihul Hadi 869 View
Jogja Bay Waterpark Terbaik Nomor 3 Se-Asia
Jumat, 26 Jul 2019, 01:58:35 WIB Oleh : Sholihul Hadi 539 View
Hadiah Umrah Hotel Melia Purosani Diundi

Tuliskan Komentar