atas1

Anyaman Bambu Turun Temurun di Sorominten

Kamis, 12 Sep 2019 | 19:30:23 WIB, Dilihat 142 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Anyaman Bambu Turun Temurun di Sorominten Sri Muslimatun menunjukkan anyaman bambu produksi dari Dusun Sorominten, Desa Sendangarum Kecamatan Minggir, Kamis (12/9/2019).(istimewa)

Baca Juga : Kekeringan Tahun Ini Jadi yang Terburuk di Kebumen


KORANBERNAS.ID--Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengukuhkan sentra industri anyaman bambu Dusun Sorominten, Desa Sendangarum Kecamatan Minggir, Kamis (12/9/2019).

Pengukuhan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Bupati Sleman kepada 10 orang pengurus sentra industri anyaman bambu Sendangarum.

Pengukuhan sentra industri anyaman bamboo, merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam penguatan kelembagaan sentra. Sekaligus untuk mengangkat eksistensi industri anyaman bambu yang berada di wilayah Kabupaten Sleman.

Upaya ini dilandasi dengan ketersediaan bahan baku bambu serta perkembangan perajin bambu di Sleman yang semakin meningkat.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih menuturkan, bahwa setelah dikukuhkannya sentra industri anyaman bamu tersebut, akan dilakukan pendampingan dan pengembangan lebih lanjut menuju kelompok yang berbadan hukum.

“Kemudian nanti juga akan dilakukan pendampingan pengembangan teknologi tepat guna dan mutu produk sentra. Jadi nanti diharapkan akan ada tindak lanjut setelah pengukuhan sentra ini,” tuturnya.

Menurut Mae Rusmi, anyaman bambu merupakan industri kerajinan yang sudah berlangsung turun menurun. Namun, bagi pelaku industri, anyaman bambu ini belum menjadi mata pencaharian utama.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sleman terus melakukan upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan eksistensi industri anyaman bambu. Salah satunya dengan mengukuhkan sentra industri dan memberikan pendampingan juga pengembangan potensi anyaman bambu.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati, Sri Muslimatun, selain mengapresiasi atas pengukuhan sentra industri anyaman bambu, juga mengajak seluruh pelaku industri bambu, stakeholder, dan masyarakat untuk bersama-sama memajukan potensi UKM yang ada di masing–masing wilayah.

“Salah satu caranya yaitu dengan ikut menggunakan produk – produk anyaman bambu. Sehingga karya perajin lokal ini dapat menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri,” ujar Sri Muslimatun.

Namun Sri Muslimatun juga mengimbau kepada para perajin, untuk senantiasa meningkatkan kualitas produknya sehingga dapat memenuhi ekspektasi masyarakat. (SM)



Kamis, 12 Sep 2019, 19:30:23 WIB Oleh : Nanang WH 298 View
Kekeringan Tahun Ini Jadi yang Terburuk di Kebumen
Kamis, 12 Sep 2019, 19:30:23 WIB Oleh : Nila Jalasutra 130 View
Momentum Evaluasi Diri di Tahun Baru Islam
Kamis, 12 Sep 2019, 19:30:23 WIB Oleh : Nila Jalasutra 131 View
PAUD Diharapkan Jadi Tempat Aman bagi Anak

Tuliskan Komentar