atas1

Asupan Gizi Penting bagi Penderita Kanker

Selasa, 07 Mei 2019 | 11:23:45 WIB, Dilihat 1214 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Asupan Gizi Penting bagi Penderita Kanker Danny Ong, Senior Manager Parkway Cancer Centre (PCC), Singapore Operations Division (tengah) dan Manajer dan Ahli Diet Senior PCC Singapura, Fahma Sunarja (kanan) menyampaikan paparannya terkait kanker darah di Marriott Hotel Yogyakarta, beberapa waktu lalu.(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Caleg Berebut Suara, Saksi Dijanjikan Motor


KORANBERNAS.ID -- Semakin tahun, tren penderita kanker semakin tinggi. Banyak hal yang memicu peningkatan jumlah penderita kanker. Ada sebagaian yang mempercayai kanker merupakan penyakit keturunan, padahal untuk kanker darah misalnya, menurut penelitian belum ada keterkaitan bukti bawah kanker darah merupakan penyakit keturunan.

Ada juga orang yang berpola hidup sehat, namun pada waktu tertentu justru divonis kanker. Hal ini yang menjadikan penyebab sebagian jenis kanker sulit terdeteksi. Namun, untuk menghindarinya, menurut  Manajer dan Ahli Diet Senior Parkway Cancer Center (PCC) Singapura, Fahma Sunarja, setidaknya melakukan empat hal dasar dalam menjalani hidup bisa terhindar dari kanker.

Empat hal dasar tersebut, diantaranya asupan gizi, berolahraga, gaya hidup yang sehat, seperti tidak merokok, dan yang tak kalah penting adalah manajemen stress. Sebab banyak yang melupakan mengenai manajemen stres. Apalagi individu yang hidup di kota besar.

"Setiap orang mesti tahu batas stres yang sendiri karena tidak standar dari batas stres. Setiap orang punya batasnya masing-masing,” ujarnya di Marriott Hotel Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Padahal berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO), obesitas meningkatkan risiko penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah (seperti misalnya penyakit jantung dan stroke), diabetes, gangguan musculoskeletal, dan beberapa kanker. Secara global, statistik menunjukkan bahwa kelebihan berat badan dan obesitas membunuh lebih banyak orang daripada kekurangan berat badan.

Cara yang cepat untuk memeriksa apakah kelebihan berat badan atau mengalami obesitas adalah melalui Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu suatu indeks sederhana yang diperoleh dengan membagi berat badan Anda (dalam kilogram) dengan kuadrat tinggi badan Anda (dalam meter).

Fahma mengatakan, menurut pedoman WHO untuk orang Asia, IMT sebesar 23 atau lebih mengindikasikan bahwa Anda kelebihan berat badan, dan IMT sebesar 25 atau lebih berarti Anda menderita obesitas.

“Menghindari obesitas setidak cara efektif untuk menhindari berbagai penyakit termasuk kanker,” katanya.

Gaya hidup pada pola makan dengan mengkonsumsi hal yang praktis juga menjadi salah satu pemicu orang terkena kanker. Misalnya, makanan cepat saji, makanan kaleng, mie instan, dan beberapa makanan yang sifatnya praktis dalam mengkonsumsi.

“Tapi tak semua makanan kaleng punya resiko besar terhadap munculnya kanker. Makanan kaleng yang diawetkan dengan kimiawi penggunakan nitrit akan lebih beresiko. Berbeda dengan makanan kaleng yang diawetkan menggunakan garam atau air jeruk,” ujarnya.

Sedangkan, bagi para penderita kanker, Kata Fahma, asupan nutrisi yang baik tidak bisa lagi ditawar. Itu karena sebagian besar penderita penyakit kanker mengalami penurunan berat badan. Nutrisi itu pun bukan hanya penting bagi penderita yang sedang menjalani terapi dan pemulihan dari terapi, tapi juga pada keadaan remisi maupun untuk mencegah kekambuhan. Nutrisi dan kanker menjadi dua hal yang tak bisa dipisahkan.

"Kebanyakan pengidap kanker kehilangan berat badan sampai 10 persen dari berat normalnya, apalagi bagi penderita kanker saluran pencernaan. Setelah didiagnosis, pengidap kanker harus mengikuti semua yang dibilang dokter,” ucapnya.

Jika dokter  bisa membantu pada pemulihan terapi dan lain-lain yang berkaitan pasca operasi dari proses penyembuhan penderita atau proses kemoterapi yang sedang dijalani. Maka, satu-satunya yang bisa mereka lakukan sendiri adalah mengontrol asupan makanan dan pola makan.

Bahkan, tak jarang untuk informasi asupan nutrisi atau makanan ke mereka itu overload, sehingga konseling soal nutrisi itu sangat penting sekali," ujar wanita asal Bandung yang saat ini telah menetap di Singapura itu.

Kebutuhan nutrisi penderita kanker, ujar Fahma Sunarja, sangat individual atau berbeda-beda. Kebutuhannya pun berubah-ubah dari waktu ke waktu, baik setelah didiagnosis, saat terapi, pemulihan dari terapi hingga sudah pulih.

"Gejala klinik akibat kanker seperti anoreksia sering terjadi, misalnya perubahan ambang rasa kecap. Selain itu, pengaruh kemoterapi, radiasi, dan pembedahan juga bisa menimbulkan masalah gizi. Misalnya mual, muntah, gangguan saluran cerna, sulit menelan, susah membuka mulut, hingga diare dan lainnya," ujarnya.

Selama menjadi konsultan nutrisi, Fahma mengaku tidak banyak mengalami kendala karena pasien kanker adalah orang-orang yang memang semangat ingin pulih. "Sebenarnya tidak sulit, karena mereka kan ingin sembuh dan memang mencari sesuatu yang ingin membantu," katanya.

Dengan penanganan yang tepat, Menurut Danny Ong, Senior Manager Parkway Cancer Centre, Singapore Operations Division, pasien akan lebih mendapatkan harapan hidup yang lebih tinggi. Danny mengatakan pasien yang dirawat di PCC akan mendapat manfaat dari keahlian kolektif tim medis yang profesional, berpengalaman, dan berkualifikasi tinggi.

“PCC adalah salah satu tim ahli onkologi terbesar dengan keahlian luas, mulai dari medis, bedah, hematologi, pediatrik, hingga onkologi radiasi. Dokter kami akan membantu dan memberi saran pada pasien untuk memahami kondisi mereka, opsi yang tersedia, serta perawatan tepat yang akan diberikan,” kata Danny Ong.

Pendekatan holistik PCC bertujuan untuk membantu pasien menjalani kehidupan terbaik mereka dengan, dan setelah kanker. Dia telah mengawasi manajemen ratusan pasien dengan kanker darah kompleks, termasuk limfoma resisten dan mereka yang menjalani transplantasi.(yve)



Selasa, 07 Mei 2019, 11:23:45 WIB Oleh : Sari Wijaya 926 View
Caleg Berebut Suara, Saksi Dijanjikan Motor
Selasa, 07 Mei 2019, 11:23:45 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 332 View
The Alana Siapkan Hadiah di bulan Puasa
Selasa, 07 Mei 2019, 11:23:45 WIB Oleh : Sari Wijaya 255 View
Semua Pihak Harus Menahan Diri

Tuliskan Komentar