atas1

Deteksi Risiko Penyakit Lebih Akurat, Begini Caranya

Minggu, 14 Jul 2019 | 16:50:59 WIB, Dilihat 567 Kali - Oleh warjono

SHARE


Deteksi Risiko Penyakit Lebih Akurat, Begini Caranya Gerald Pals PhD dalam seminar nasional yang diadakan Laboratorium Klinik Prodia di Yogyakarta, Sabtu (13/7/2019). (istimewa)

Baca Juga : Penyakit Ini Dikenal dengan Seribu Wajah


KORANBERNAS.ID--Pemeriksaan kesehatan secara genomik alias dengan mempelajari gen pada tubuh manusia semakin berkembang di dunia. Teknik ini, memiliki banyak kelebihan. Diantaranya membantu pengobatan lebih optimal serta mampu mendeteksi risiko penyakit sehingga bisa dilakukan antisipasi atau pencegahan.

Hal itu dikemukakan Praktisi Genomik asal Belanda bernama Gerald Pals PhD dalam seminar nasional yang diadakan Laboratorium Klinik Prodia di Yogyakarta, Sabtu (13/7/2019).

“Setiap manusia memiliki 99,9 persen susunan DNA yang sama, tetapi ada 0,1 persen perbedaan. Hal itu membuat perbedaan tinggi badan, warna mata, warna kulit dan lain sebagainya. Maka munculah pengembangan metode pemeriksaan dilakukan berdasar sifat genetika yang dimiliki manusia. Dari pemeriksaan gen ini nantinya meski ada orang mengidap penyakit yang sama, konsumsi obat dari sisi takaran, dosis, setiap orang tidak bisa disamakan,” kata Gerald pria yang juga Konsultan Genetik Prodia ini.

Selain bidang kesehatan, pemeriksaan secara genomik ini, juga membuka peluang untuk manfaat yang lebih luas. Misalnya untuk mengetahui potensi seseorang dalam bidang olahraga. Selain itu juga bermanfaat untuk mengetahui jenis olahraga yang tepat bagi seseorang yang ingin melakukan program penurunan berat badan.

Di Indonesia, hal ini memang baru dan terus dikembangkan. Melalui pemeriksaan genomik ini, masyarakat juga mendukung preventive medicine. “Mencegah kan lebih baik daripada mengobati sebuah penyakit,”jelas Gerald.

Teknik pemeriksaan gen ini juga mulai berkembang. Salah satunya adalah yang dirintis oleh Prodia sejak Juni lalu. Laboratorium klinik ini, sudah mulai mengaplikasikannya untuk membantu deteksi dini risiko penyakit bagi seseorang.

Dalam roadshow seminar dokter yang diadakan laboratorium klinik Prodia dengan tema “Good Doctor for Better Disease Prevention-Seminar on Diseas Prevention Through The Power of Genomic Testing”, Regional Head Prodia Central Java, Endang Hariyani mengatakan, kegiatan ini digelar di 18 kota se-Indonesia.

Gerald mengatakan, mutasi menyebabkan perubahan DNA yang dapat menyebabkan perubahan hasil kerja gen.

"Misalnya terjadi perubahan kecil dalam basa nukleotida seperti single nucleotide polymorphisis hingga terjadi penambahan DNA ekstra pada gen," jelasnya.

Karena itu, kata Prof Gerard Pals Single Nucleotide polymorphisis (SNP) menjadi jenis variasi genetik yang paling umum diantara manusia. Misalnya suatu SNP dapat menggantikan nukleotida adenin (A) dengan nucleotode timin (T) dalam untaian DNA tertentu.

Sementara itu guna melakukan pengembangan penelitian dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, laboratorium klinik Prodia menyediakan pemeriksan genomik menggunakan teknologi microarray. Sehingga saat ini pemeriksaan tidak harus dilakukan di Indonesia.

“Pemeriksaan genomic yang disediakan diantaranya CArisk untuk melihat risiko terhadap jenis kanker, DIArisk melihat risiko penyakit diabetes termasuk penyakit terkait diabetes. Selanjutnya akan hadir CVDrisk untuk melihat risiko penyakit kardiovaskular dan TENSrisk untuk melihat risiko hipertensi,” kata Endang Hariyani. (SM)



Minggu, 14 Jul 2019, 16:50:59 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 607 View
Penyakit Ini Dikenal dengan Seribu Wajah
Minggu, 14 Jul 2019, 16:50:59 WIB Oleh : B Maharani 1697 View
Hoaks Diabetes Berseliweran dan Menyesatkan
Minggu, 14 Jul 2019, 16:50:59 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 634 View
Teater Alam Garap Karya Pemenang Pulitzer

Tuliskan Komentar