atas1

Di Sleman, Puluhan Guru Berebut Sampah Plastik

Jumat, 26 Jul 2019 | 08:16:27 WIB, Dilihat 978 Kali
Penulis : warjono
Redaktur

SHARE


Di Sleman, Puluhan Guru Berebut Sampah Plastik Sejumlah guru sibuk memasukkan irisan sampah plastik ke dalam botol bekas kemasan air mineral. (Surya Mega/koranbernas.id)

Baca Juga : Anak-anak Tertawa Ceria Saat Dikunjungi Tentara


KORANBERNAS.ID—Puluhan guru sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Sleman, Kamis (25/7/2019) berebut sampah plastik. Barang limbah yang biasanya tercecer tak berguna, seketika menjadi kebutuhan. Begitu mereka dapatkan, dengan cekatan sampah plastik ini mereka potong kecil-kecil, sebelum dimasukan ke dalam botol bekas kemasan air mineral.

Satu demi satu, botol bekas air mineral 600 mililiter ini mereka jejali guntingan sampah plastik secara bertahap. Setelah isian pertama berupa sejumput guntingan sampah plastik, lantas dijojoh dengan tongkat kayu atau bambu yang sudah disiapkan. Tujuannya, agar timbunan sampah dalam botol ini lebih padat. Begitu terus dilakukan, sampai bobot botol ini minimal 1/3 dari berat botol ketika masih berisi air.

“Tapi juga tidak boleh sampai 100 persen. Sebab kalau sampai 100 persen, ketika mendapat beban berat, botol berisi guntingan sampah plastik ini bisa pecah,” kata seorang guru sembari memadatkan isian botol bekasnya.

Bersama 3 hingga 4 rekannya, guru ini menyelesaikan pengisian satu botol bekas tak sampai 5 menit. Hal yang sama mereka lakukan lagi dengan botol lain yang masih kosong. Setelah menyelesaikan sekitar 8 botol, satu demi satu botol ini direkatkan dengan lem kaca di beberapa titik.

‘”Belum bisa dipergunakan mas. Harus menunggu berjam-jam sebelum lem merekat kuat dan mengikat botol-botol. Tapi nanti kalau sudah kering, rangkaian botol bekas berisi sampah plastik ini bisa dipakai untuk apa saja. Kuat diduduki atau dijadikan kursi, meja, bahkan untuk volume lebih banyak bisa untuk panggung mini,” lanjutnya.

Lantip Waspodo, Humas PT Marimas Putera Kencana, yang menginisiasi kegiatan bertajuk “Festival Marimas Ecobricks Goes to Sleman” mengatakan, kegiatan yang melibatkan puluhan guru SD di Sleman ini, merupakan bagian dari kepedulian untuk ikut menangani persoalan sampah plastik di Indonesia.

Pihaknya menyadari, persoalan sampah plastic di Indonesia sudah mencapai tahap sangat serius, dan memerlukan kepedulian semua pihak untuk dapat menyelesaikannya secara bertahap.

Menurut kajian ilmiah, pengelolaan sampah plastic memang bukan hal yang mudah, lantaran sifatnya yang tidak mudah terurai. Maka, perlu terobosan-terobosan baru untuk dapat mengatasi persoalan dengan menciptakan nilai tambah atau kegunaan sampah plastic bagi kehidupan.

“Salah satunya adalah menjadikannya sebagai bahan baku ecobricks atau pengganti batu bata. Kami memilih cara ini, karena membuat ecobricks sangat mudah. Siapapun bisa membuatnya tanpa kesulitan samasekali. Hanya butuh kemauan saja,” katanya.

Lantip Waspodo, menunjukkan rangkaian ecobricks yang sebagai sampel atau contoh. Rangkaian ecobricks ini kuat diduduki dan bahkan dijadikan panggung. (Surya Mega/koranbernas.id)

Karena itulah, PT Marimas Putera Kencana mengkampanyekan pembuatan ecobricks ini secara marathon di berbagai daerah. Sebelum di Sleman, untuk wilayah Jateng dan DIY, kegiatan sudah dilakukan di Solo Raya dan Semarang. Dari Sleman, nantinya akan disusul Gunungkidul dan Kota Yogyakarta.

“Tidak hanya guru SD, kami juga melibatkan guru-guru SMP. Kenapa guru?. Kami ingin terbangun gerakan ini dimulai dari lingkungan sekolah. Dengan begitu, akan lebih terbangun kesadaran untuk memelihara lingkungan dan membebaskannya dari sampah plastik. Pertimbangan lainnya, dari sekolahlah salah satunya sampah plastik banyak bermula. Dari kemasan-kemasan jajanan anak, termasuk dari produk-produk kami. Kami berharap, kegiatan ini dapat terus meluas, sehingga persoalan sampah plastic minimal di sekolah, dapat diselesaikan di lingkungan tersebut tanpa harus berakhir di TPA,” lanjut Lantip.

Kampanye ini, merupakan program nasional sebagai bentuk kepedulian dan tanggungjawab perusahaan atas persoalan sampah plastik. Untuk mendukung kampanye, perusahaan makanan dan minuman ini juga menyediakan 1.000 laptop khusus untuk sekolah-sekolah.

“Hanya dengan menyetorkan kepada kami 100 botol ecobricks, sekolah berhak atas 1 buah laptop. Jadi cara membuat ecobricks kami ajarkan. Kami sediakan juga hadiah sebagai apresiasi atas kemauan dan semangat guru untuk ikut menyelesaikan persoalan sampah plastik yang menjadi persoalan kita selama ini,” pungkasnya. (SM)



Jumat, 26 Jul 2019, 08:16:27 WIB Oleh : Putut Wiryawan 795 View
Anak-anak Tertawa Ceria Saat Dikunjungi Tentara
Jumat, 26 Jul 2019, 08:16:27 WIB Oleh : Sholihul Hadi 938 View
Ada Treatment Khusus Muslimah di Hotel Syariah Ini
Jumat, 26 Jul 2019, 08:16:27 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1172 View
Jogja Bay Waterpark Terbaik Nomor 3 Se-Asia

Tuliskan Komentar