atas1

Geopark Karangsambung Karangbolong Turunkan Kemiskinan

Senin, 21 Jan 2019 | 20:07:48 WIB, Dilihat 734 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Geopark Karangsambung Karangbolong  Turunkan Kemiskinan Narasumber sarasehan pengembangan Geopark Karangsambung Karangbolong memaparkan pandangan mereka, Senin (21/1/2019). (nanang wh/koranbernas.id)

Baca Juga : Pangkalan Gas Pusing, Ini Sebabnya


KORANBERNAS.ID --Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen berharap, keberadaan geopark nasional Geopark Karangsambung Karangbolong (GPKK)  di Kabupaten Kebumen  selama  2 tahun mendatang bisa menurunkan angka kemiskinan lebih dari 3 persen. Penurunan terutama  di 117 desa dan kelurahan yang  menjadi  kawasan GPKK.

Berdasarkan data Badan  Pusat  Statistik  (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen hingga akhir tahun 2018 lalu mencapai 17,4 persen.  Dua tahun mendatang diharapkan turun  menjadi  14 persen. 

"Peran GPKK menurunkan  angka  kemiskinan, " ujar Wakil Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz pada sarasehan  “Pengembangan Geopark Karangsambung Karangbolong“  

di Balai Informasi Konservasi Kebumian (BIKK) Karangsambung, Kebumen, Senin (21/1/2019).  Sarasehan yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata  Kebumen diikuti 150 peserta. Peserta diantaranya   12 camat yamg berada di kawasan GPKK,  pimpinan dinas/badan,  komunitas  penyelenggara/pecinta   pariwisata.

“Geopark seharusnya memberi manfaat lebih banyak pada masyarakat, menunjang  peningkatan kesejahteraan masyarakat,“  kata Yazid Mahfudz.  

Karena itu, GPKK diharapkan memberi daya dukung mengentaskan  kemiskinan, terutama  potensi wisata. Masyarakat perlu diedukasi, agar tidak mengeksploitasi sumber daya alam, khususnya  di kawasan GPKK.  

Mereka juga  harus disadarkan agar semakin peduli dan tidak bersikap acuh terhadap kekayaan geoheritage /warisan dunia geologi yang ada di sekitarnya.  Sehingga ada perubahan  pola pikir dari eksploitasi menjadi konservasi. 

Geopark Karangsambung Karangbolong bisa memberi semangat dan  kebangkitan baru, untuk mengentaskan kemiskinan menuju kemakmuran, kesejahteraan dan konservasi alam dan kebudayaan, serta biologi.

Sementara pemerhati geopark dr Bambang Gunawan, SpOG berpendapat, tidak tepat jika ada pandangan, adanya geopark identik dengan berkembangnya  pariwisata.  Di dalam geopark  ada konservasi, mitigasi bencana dan sebagainya.  Berkembangnya pariwisata di geopark,  salah satu bidang yang bisa  dikembangkan. 

"Hal yang  lebih penting adanya  pembangunan yang berkelanjutan," tandasnya.

Kepala BIKK Karangsambung, Edi Hidayat,  ST, MT berpandangan, di kawasan GPKK, tidak diharapkan ada investasi swasta dengan nilai besar. Jika ada swasta ingin  investasi di GPKK, hanya untuk peningkatan infrastruktur, seperti yang terjadi Geopark Ciletuh. Ada BUMN farmasi investasi disana, tapi  hanya  pengembangan infrastruktur.  Selebihnya pemberdayaan masyarakat, untuk  peningkatan kesejahteraan. (yve)

 


Senin, 21 Jan 2019, 20:07:48 WIB Oleh : Sari Wijaya 1352 View
Pangkalan Gas Pusing, Ini Sebabnya
Senin, 21 Jan 2019, 20:07:48 WIB Oleh : Masal Gurusinga 3207 View
Hanya Satu Calon Kades yang Daftar
Senin, 21 Jan 2019, 20:07:48 WIB Oleh : Masal Gurusinga 580 View
Reklame Salah Pasang pun Disita

Tuliskan Komentar