atas1

Indonesia dan Era Mondial

Rabu, 24 Okt 2018 | 17:33:11 WIB, Dilihat 423 Kali - Oleh Abdullah Amrin , Ketua Prodi Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi, Jakarta

SHARE


Indonesia dan Era Mondial Abdullah Amin

Baca Juga : Dirikan Tenda Terkumpul Rp 26 Juta


ERA Globalisasi atau Era Mondial mulai berlaku efektif tanggal 1 Januari 2020 , tahun pasar bebas di mana tidak ada lagi batas suatu negara di dalam kegiatan bisnis. Tinggal 16 bulan lagi kita akan memasuki era liberalisasi perdagangan barang, jasa dan HAKI di dunia, tepatnya tanggal 1 Januari 2020, sudah siapkah kita mengisi era dunia liberalisasi tersebut dengan tenaga-tenaga terampil dan profesional.

Negara China nampaknya mereka sudah siap untuk menghadapi Era Globalisasi, karena sejak tahun 1993 pemerintah China telah mengirimkan pelajar dan mahasiswa-mahasiswi untuk menuntut ilmu di beberapa perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat dan beberapa negara maju lainnya. Sebanyak lima ratus ribu mahasiswa China setiap tahun dikirim ke beberapa kampus ternama seperti di Amerika, Inggris dan Australia untuk mengambil program doktor. Pada tahun 2013 tercatat bahwa separuh atau setengah dari jumlah seluruh mahasiswa  program S3 yang berada di Amerika Serikat berasal dari mahasiswa-mahasiswi China. Kemungkinan besar tahun-tahun belakangan ini dan tahun ini sudah mencapai dua pertiga dari mahasiswa program S3 di setiap perguruan tinggi di Amerika Serikat berasal dari mahasiswa China. Dengan demikian China pada tahun era globalisasi sudah siap untuk mengisi dunia dengan tenaga kerja trampil dan profesional. Keterampilan yang berkualitas dunia. Kemungkinan besar negara China akan mampu menggeser kedudukan Amerika Serikat nanti pada era globalisasi mulai tahun 2020. China akan menjadi penguasa baru dunia.

Di lain pihak, negara-negara seperti negara di Eropa, Kanada, Jepang, Taiwan,Korea Selatan dan bahkan Malaysia, mereka sudah berencana sebelumnya untuk memasuki era globalisasi. Bagaimana dengan negara kita Indonesia? Apakah kita rela jikalau semua sektor mulai dari tenaga trampil, sampai dengan tenaga profesional di kuasasi  oleh negara asing tersebut terutama negara China?

Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah dengan berbagai suku bangsa yang menghuni nusantara ini dan memiliki beraneka ragam budaya; sumber daya baik manusianya ataupun sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak tanah, batu bara , gas alam dan lain sebagainya. Masing-masing suku bangsa kita memiliki keunggulan dan keunikan yang berbeda. Begitu pula sumber daya alam setiap daerah memiliki keunikan ataupun kekayaan alam yang berbeda seperti apel Malang berasal dari kota Malang, jeruk Pontianak berasal dari kota Pontianak, jeruk Medan berasal dari kota Medan begitu pula dengan durian Medan juga berasal dari kota Medan, buah naga berasal dari Papua, duku Palembang berasal dari kota Palembang dan masih banyak lagi buah-buahan yang dihasilkan masing-masing daerah di Indonesia. Belum lagi kalau kita lihat dari beragam jenis tumbuhan yang menghasilkan banyak rempah-rempah, tumbuhan obat-obatan dan juga jenis sayuran yang beragam bentuk dan rasanya. Jika kita kelola dengan baik, maka kekayaan alam kita bisa menjadi primadona bahkan menguasai pasar global.

Sumber daya manusia Indonesia memiliki keunggulan yang berbeda di setiap daerah, seperti orang Garut terkenal dengan keterampilannya dalam hal mencukur rambut; orang Padang memiliki kepandaian dalam berdagang; orang Papua memiliki keterampilan dan kekuatan fisik dalam bidang olaraga; orang Manado memiiki kepandaian dalam bidang fashion; orang Bugis Makasar memiliki keberanian dan kepandaian dalam menguasai samudera; orang Melayu memiliki kepadaian dalam bidang seni pantun; orang Aceh memiliki pengetahuan dalam bidang agama Islam khususnya dan orang Betawi memiliki kepandaian dalam seni lenong/lawak.

Kepandaian, ketrampilan dan kecerdasan yang beragam yang dimiliki oleh setiap suku bangsa Indonesia, kekayaan sumber daya alam yang berbeda di setiap bumi nusantara, merupakan anugerah Tuhan kepada bangsa Indonesia, sebagai modal yang harus digunakan memasuki era globalisasi yang tinggal 16 bulan lagi. Potensi tersebut harus digali dan terus dikembangkan secara serius dan sistematik, oleh suatu lembaga yang berasal dan tumbuh dari rakyat dan untuk kepentingan rakyat. Lembaga tersebut memiliki sifat kegotong-royongan sebagaimana sifat bangsa Indonesia. Koperasi merupakan lembaga yang tepat untuk melakukan kegiatan tersebut. ***

 

Penulis adalah Ketua Prodi D3 Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi, Jakarta.

Artikel ini juga dimuat di Koran Bernas versi cetak edisi 8 Augustus 2018

 

 



Rabu, 24 Okt 2018, 17:33:11 WIB Oleh : Sari Wijaya 570 View
Dirikan Tenda Terkumpul Rp 26 Juta
Rabu, 24 Okt 2018, 17:33:11 WIB Oleh : Despan Heryansyah 612 View
Caleg Mantan Koruptor
Rabu, 24 Okt 2018, 17:33:11 WIB Oleh : Sumardi 902 View
Cinta Tanah Air

Tuliskan Komentar