atas1

Ingin Lanjut Kuliah di Belanda? Gratis Lho

Senin, 24 Sep 2018 | 12:45:07 WIB, Dilihat 1123 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Ingin Lanjut Kuliah di Belanda? Gratis Lho Koordinator Promosi Pendidikan Nuffic Neso Indonesia, Inty Dienasari. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Budi Pekerti Pondasi Generasi Milenial


KORANBERNAS.ID — Siapa tak ingin kuliah gratis. Belanda seperti tahun-tahun sebelumnya menawarkan beasiswa kuliah gratis bagi warga Indonesia.

Tak hanya di level Sarjana, kesempatan juga tersedia bagi yang ingin melanjutkan studi ke jenjang Doktoral (S3). Tahun ini, Nuffic Neso Indonesia mengajak peneliti Indonesia untuk melakukan riset di Belanda dalam program PhD Recruitment.

Untuk sosialisasi peluang studi dan riset di Belanda, Nuffic Neso Indonesia melakukan roadshow ke beberapa kota antara lain Jakarta, Bogor, Surabaya, Medan, Yogyakarta dan Bandung pada September ini. Di Yogyakarta, sosialisasi dilakukan di UGM, UMY, UII dan UIN Sunan Kalijaga, Rabu (19/9/2019).

Koordinator Promosi Pendidikan Nuffic Neso Indonesia, Inty Dienasari, mengungkapkan sesi PhD Recruitment digelar untuk memberikan kesempatan bagi para peneliti yang tertarik mengambil gelar PhD di Belanda untuk tatap muka dan berdiskusi langsung dengan para professor yang dapat menjadi pembimbing penelitian. Kesempatan ini juga diharapkan dapat memfasilitasi kandidat PhD untuk memperoleh Letter of Admission (LoA) dari pihak universitas Belanda yang nantinya akan membantu proses aplikasi beasiswa.

“Lima belas professor dari berbagai disiplin ilmu akan hadir di DPD Jakarta dalam pameran di Jakarta pada November nanti,” jelasnya.

Menurutnya, tahun ini, pameran menghadirkan total 27 institusi pendidikan tinggi Belanda yang terdiri dari universitas riset maupun universitas ilmu terapan. Masyarakat yang tertarik untuk melanjutkan studi di jenjang Bachelor hingga Doctoral (PhD) dapat bertemu dan berdiskusi langsung secara individual terkait program studi yang diminati pada sesi One-on-one Session.

“Selain itu juga mengikuti IELTS Try Out, seminar menulis motivation statement, presentasi dari pihak universitas yang hadir dan lembaga beasiswa lainnya juga turut melengkapi persiapan pengunjung yang tertarik untuk sukses studi di Belanda,” ungkapnya.

Inty menambahkan, kualitas pendidikan di Belanda tidak diragukan lagi. Saat ini 13 dari 14 universitas riset yang dibiayai oleh negara sudah masuk kedalam 200 besar ranking dunia. Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa kualitas pendidikan di Belanda sudah merata dan diakui dunia.

Hal ini terbukti dengan lebih dari 112,000 mahasiswa internasional menempuh salah satu dari 2,100 program studi internasional yang tersedia di Belanda pada tahun akademik 2017-18. Sebanyak 164 negara yang berbeda tercerminkan dalam angka keseluruhan mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan di institusi pendidikan tinggi Belanda.”

Setiap tahunnya ada sekitar 500 pelajar Indonesia yang berangkat ke Belanda. Program studi yang paling banyak diambil oleh para mahasiswa tersebut adalah bidang bisnis dan manajemen, bidang pertanian, bidang perairan, maritim dan manajemen air yang merupakan keunggul negara Belanda.

Pengajaran dalam program studi internasional sepenuhnya dilaksanakan dalam Bahasa Inggris. Lebih dari 90% masyarakat Belanda pun mampu berbahasa Inggris sehingga para pelajar tidak akan mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.”

Dipicu oleh lembaga penelitian kelas dunia dengan infrastruktur teknologi yang tak tertandingi, dengan kualitas pendidikan yang tinggi dan kemampuan masyarakat berbahasa Inggris. Juga didukung dengan ketersediaan insentif pajak untuk mempromosikan hasil penelitian dan pengembangan, serta karena lokasi penelitian dan pengembangan perusahaan-perusahaan besar seperti Philips, IBM, Mars, SABIC, Huawei dan Unilever, maka Belanda memiliki jumlah aplikasi paten tertinggi ketiga per juta penduduk di Eropa.

Para peneliti Belanda berkolaborasi lebih dibanding dengan para peneliti dari 10 negara dengan pengeluaran penelitian dan pengembangan terbesar. Sehingga dari kerjasama internasional itulah yang membantu meningkatkan dampak publikasi peneliti di Belanda. Di Belanda, hanya 14 universitas riset yang dapat menganugerahi gelar PhD.

“Namun, karena universitas riset secara umum juga berkolaborasi dengan lembaga riset, lembaga-lembaga ini juga dapat membuka posisi untuk kandidat PhD,” ungkapnya.(yve)



Senin, 24 Sep 2018, 12:45:07 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 1193 View
Budi Pekerti Pondasi Generasi Milenial
Senin, 24 Sep 2018, 12:45:07 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 1004 View
Belajar Sejarah dari Perangko, Ini Caranya
Minggu, 23 Sep 2018, 12:45:07 WIB Oleh : Sholihul Hadi 888 View
Selamatkan Pemuda dari Pengaruh Narkoba

Tuliskan Komentar