atas1

Jadi CPNS Tidak Boleh Seenaknya

Selasa, 21 Mei 2019 | 18:33:41 WIB, Dilihat 172 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Jadi CPNS Tidak Boleh Seenaknya Bupati Sleman Drs  H Sri Purnomo MSI menyerahkan SK CPNS, Selasa (21/5/2019). (istimewa)

Baca Juga : Generasi Terbaru AKSes Diluncurkan


KORANBERNAS.ID – Sejumlah 26 orang Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di lingkup Pemkab Sleman menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

SK tersebut diserahkan Bupati Sleman Drs  H Sri Purnomo MSI di Ruang Bima, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sleman, Selasa (21/5/2019).

Plt Kepala Dinas BKPP Kabupaten Sleman, Suyono,  menjelaskan realisasi pengangkatan CPNS dari tenaga bidan PTT Kemenkes tersebut Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 April 2019 sebanyak 26 orang tenaga kesehatan bidan dengan golongan ruang II/c.

Proses pengangkatan CPNS didasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 2018 tentang jabatan dokter, dokter gigi dan bidan sebagai jabatan tertentu  dengan batas usia pelamar paling tinggi 40 tahun.

“Pengangkatan ini diawali proses penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Kesehatan RI dengan Bupati Sleman pada 21 Desember 2018,” kata Suyono.

Bupati Sri Purnomo berpesan, CPNS yang telah diangkat agar loyal dan bertanggung jawab dalam mengemban tugasnya.

“Menjadi CPNS, tidak boleh seenaknya sendiri. Harus menjaga sikap dan perilaku, tidak hanya perilaku di tempat kerja tetapi juga perilaku di masyarakat,” ucap dia.

Pengawasan terhadap pegawai tidak hanya selama jam kerja di tempat kerja tetapi juga pengawasan oleh masyarakat dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

Dia menaruh harapan besar bidan PTT yang diangkat menjadi CPNS tersebut bersama-sama menekan angka kematian ibu dan bayi.

Salah satu upayanya, memberikan pelayanan pada setiap kunjungan ibu hamil dan pendampingan setiap proses kelahiran.

”Tanggung jawab Anda (CPNS) tidak berhenti di situ. Bidan juga memiliki peran menekan angka balita stunting dengan mensosialisasikan pentingnya imunisasi serta pendampingan pemberian gizi terbaik bagi bayi dan balita,” tambahnya. (sol)



Selasa, 21 Mei 2019, 18:33:41 WIB Oleh : Sari Wijaya 193 View
Generasi Terbaru AKSes Diluncurkan
Selasa, 21 Mei 2019, 18:33:41 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1309 View
Begini Gaya Anggito Abimanyu Jelaskan Biaya Haji
Senin, 20 Mei 2019, 18:33:41 WIB Oleh : Sholihul Hadi 228 View
Anak-anak Panti Asuhan pun Tertawa Ceria

Tuliskan Komentar