atas1

Jadi Incaran Asing, Ini Dia Keunggulan Tenaga Kesehatan Indonesia

Jumat, 24 Mei 2019 | 21:13:58 WIB, Dilihat 427 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Jadi Incaran Asing, Ini Dia Keunggulan Tenaga Kesehatan Indonesia Pengambilan Sumpah Bersama 760 Asisten Tenaga Kesehatan DIY di Taman Perwacy, Bantul, Kamis (23/5/2019). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Anak-anak Berteriak Saat Berebut Susu


KORANBERNAS.ID -- Kualitas tenaga kerja asal Indonesian seringkali dipertanyakan untuk mampu bersaing di dunia internasional. Namun jangan salah, banyak negara yang justru memilih tenaga kerja kita untuk bekerja di berbagai instansi maupun swasta.

Budaya Indonesia yang satu ini ternyata jadi kuncinya. Ya, masyarakat Indonesia yang terkenal ramah di mata dunia ternyata jadi keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM) kita, termasuk tenaga kerja yang bekerja di berbagai negara.

"Tenaga kesehatan kita diminati negara lain karena keramahannya. Ini jadi keunggulan kita," papar Kepala Seksi Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DIY, Dra Hardiah Djuliani Apt MKes disela acara Pengambilan Sumpah Bersama 760 Asisten Tenaga Kesehatan DIY di Taman Perwacy, Bantul, Kamis (23/5/2019).

Menurut Hardiah, keramahan tersebut sangat penting dalam berbagai pekerjaan di bidang jasa seperti layanan kesehatan. Karena itulah tenaga kesehatan Indonesia banyak diminati berbagai negeri seperti Jepang.

Negara Sakura tersebut saat ini banyak memasok tenaga kesehatan dari Indonesia, terutama untuk sektor perawat. Sebab angka lansia di Jepang cukup tinggi dan membutuhkan bantuan perawat.

"Karena itulah diharapkan tenaga kesehatan di Indonesia terus meningkatkan kompetensinya dalam rangka meningkatkan mutu," paparnya.

Sementara Ketua panitia pengambilan sumpah bersama asisten tenaga kesehatan SMK Kesehatan se DIY Deddy Setyono, menjelaskan lulusan kali ini terdiri dari 400 lulusan asisten tenaga kesehatan Farmasi, 350 lulusan program keahlian Keperawatan dan 10 lulusan Teknik Laboratorium Medik.

"Sekitar tujuh puluh persen lulusan sudah bekerja di apotek, perusahaan farmasi/jamu di sekitar DIY-Jateng. Sisanya tiga puluh persen melanjutkan studi ke jenjang pendidikan di atasnya," jelasnya.

Pengambilan sumpah bersama ini, lanjut Deddy dilaksanakan dalam rangka meningkatkan profesionalisme asisten tenaga kesehatan. Dengan demikian mereka akan memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat dapat memberikan layanan yang terbaik dengan penuh tanggung jawab.

"Asisten tenaga kerja mempunyai sumbangsih dan daya ungkit yang strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan," imbuhnya.(yve)



Jumat, 24 Mei 2019, 21:13:58 WIB Oleh : Sholihul Hadi 335 View
Anak-anak Berteriak Saat Berebut Susu
Jumat, 24 Mei 2019, 21:13:58 WIB Oleh : Prasetiyo 391 View
Jalan-jalan di Banjarnegara Kini Mulus
Jumat, 24 Mei 2019, 21:13:58 WIB Oleh : Sari Wijaya 437 View
Berbahaya, Bus Dilarang Naik Jalur Mangunan

Tuliskan Komentar