atas

Jangan Sendirian Bukan Film Hantu Klasik
Lokasi Syuting Tak Terlacak Google, Sutradara Ketakutan Sendiri Saat Menulis Naskah

Sabtu, 02 Mar 2019 | 21:05:57 WIB, Dilihat 726 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Jangan Sendirian Bukan Film Hantu Klasik Launching Produksi Film Jangan Sendirian di Vila Siput Kaliurang Sleman, Sabtu (2/3/2019). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Lereng Merapi Sleman Hujan Abu Tipis


KORANBERNAS.ID – Satu lagi film horor diproduksi oleh sineas Indonesia. Film berjudul Jangan Sendirian itu dijamin bikin penonton tegang dan tercekam ketakutan terus menerus dari awal hingga akhir cerita.

“Film ini melalui riset dan penggalian data. Ada semedi sedikit. Harapan saya, terdapat sesuatu yang baru dan menarik,” ungkap XJO selaku sutradara.

Saat menyampaikan keterangan pers pada Launching  Pembuatan  Film  Jangan  Sendirian,  Sabtu (2/3/2019), di Vila Siput Jalan Siaga Kaliurang Barat Hargobinangun Pakem Sleman, dia menegaskan Jangan Sendirian bukanlah film horor klasik.

Artinya tidak lagi memunculkan hantu-hantu tempo dulu serupa pocong, suster ngesot, genderuwo dan sejenisnya melainkan hantu imajiner yang sangat berbeda dari bayangan penonton film selama ini.

“Penonton menginginkan pengalaman tetapi kebanyakan disuguhi drama. Harapan-harapan pemonton dibungkus oleh drama yang berlapis-lapis. Film Jangan Sendirian ini project besar yang sangat berbeda. Saya ketakutan sendiri saat menulis naskah skenario,” ungkapnya.

Uniknya lagi vila tempat syuting film tersebut tidak terlacak mesin pencari lokasi milik google. Setidaknya siang itu saat Kaliurang diguyur hujan deras, berkali-kali para awak media memutari kawasan wisata berhawa dingin itu.

Bahkan sebagian ada yang sampai berputar lebih tiga kali namun lokasi syuting tidak berhasil ditemukan.

Begitu pula sejumlah sopir jip wisata serta pemilik warung saat ditanya tidak mengetahui lokasi tersebut. Mereka juga rata-rata belum pernah mendengar nama vila itu. “Tidak ada di sini,” ujar seorang warga saat ditanya.

Awak media sebenarnya sudah menerima kiriman share lokasi namun ketika di-klik tidak muncul di perangkat telepon seluler. Akhirnya lokasi syuting berhasil ditemukan dengan cara manual bertanya secara berantai dari satu orang ke orang lain.

“Vila ini sangat klik dengan saya,” ungkap XJO yang pernah menyutradarai Garuda Superhero (2015) dan Sultan Agung (2018) itu menjawab pertanyaan kenapa syuting dilakukan di Kaliurang.

Tidak hanya sang sutradara, produser  Agus  Setia  Budi, Executive  Produser  Aji  Fauzi,  Wtjaksono, maupun para bintang film yaitu David  John  Schaap  yang memerankan tokoh Sam, Jasi Michelie  Tumbel  sebagai  Anna, Henry  Boboy  sebagai  Boy (merangkap sebagai Executive Producer) maupun Agatha  Valerie  sebagai  Rubby, mereka rata mengakui film Jangan Sendirian sangat berbeda bahkan bisa dibilang film horor pertama di Indonesia yang siap menjadi genre baru.

Sutradara XJO saat diwawancarai wartawan. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Tak terkecuali aktor kawakan sekelas Robby Sugara pun menyampaikan testimoninya secara mengejutkan saat ditanya wartawan kenapa bersedia main film horor. Entah kenapa tiba-tiba dirinya terpikat saat diminta terlibat bermain di film tersebut.

Baginya, inilah film horor yang lain dari yang lain, sangat berbeda dengan film-film sebelumnya sebut saja misalnya film horor era dulu yang dibintangi si ratu horor, Suzanna. “Saya tertarik karena film Jangan Sendirian ini memikat penonton,” ucap dia.

Aji  Fauzi menambahkan, Jangan Sendirian sekali lagi tidak menampakkan hantu-hantu tempo dulu. Ditargetkan jumlah raihan penonton mencapai 1-2juta. Selain itu, juga ada rencana ditayangkan serentak di lima negara.

Sebagai gambaran, berdasarkan catatan akumulasi data penonton bioskop dalam negeri, pada tiga tahun terakhir genre horor selalu mampu bersaing dalam peringkat box office dengan jumlah penonton terbanyak.

Tidak bisa dipungkiri genre horor masih menduduki posisi menjanjikan. “Inilah yang menjadi bahan pertimbangan kami,” tambah Aji.

Jangan Sendirian adalah salah satu film bergenre horor yang memanjakan penonton dengan sensasi petualangan romansa keseraman, kengerian, maupun ketakutan tanpa dibatasi oleh dramatikal seperti film sejenis yang sudah ada.

Gagasan film ini dibuat berdasarkan sesuatu yang sangat dekat dengan pengalaman sehari-hari setiap orang. Begitu banyak orang takut dengan kesendirian, takut gelap atau merasa diteror ketakutan sendiri tanpa sebab.

Berangkat dari sinilah judul film Jangan Sendirian dipercáya lebih mudah menempel di benak masyarakat atau calon penonton. Film horor modern ini diproduksi oleh Lensadewa Production dan Adglow Pictures.

Berbeda dengan genre horor pada umumnya, Jangan Sendirian banyak meminimalisasi unsur drama dan dialog para pemain. Dengan kata lain, sudah pasti akan dipenuhi aksi-aksi horor yang segar dan tidak mudah ditebak alurnya.

Dengan konsep sangat menarik diharapkan film ini mampu memberikan hiburan berkelas bagi para penonton.

Perbedaan signifikan dengan film horor lainnya adalah pada ketakutan maupun histeria yang disebar oleh sosok para penebar keseraman dengan berbagai karakter modern-imajiner.

Produksi film ini seluruhnya dilakukan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, tahap berikutnya yakni post production dilaksanakan di Jakarta.

Jangan Sendirian berkisah tentang empat tokoh yang secara bergantian mengalami peristiwa menyeramkan ketika mereka sendiri dalam kondisi kepanikan.

Histeria ini datang begitu saja tanpa mereka duga ketika menerima teror dari makhluk-makhluk halus yang menebar ketakutan.

Sebenarnya apa yang terjadi hingga para iblis begitu mengincar mereka? Hubungan apa yang mengikat satu sama lain dengan para makhluk tersebut?

Kemudian, bagaimana nasib mereka ketika menghadapi teror maut iblis? Seperti apa keseraman wujudnya? Tunggu saja tanggal mainnya. (sol)



Sabtu, 02 Mar 2019, 21:05:57 WIB Oleh : Nila Jalasutra 274 View
Lereng Merapi Sleman Hujan Abu Tipis
Sabtu, 02 Mar 2019, 21:05:57 WIB Oleh : Redaktur 580 View
Kala Panglima TNI Bertemu Habib Luthfi
Sabtu, 02 Mar 2019, 21:05:57 WIB Oleh : Sholihul Hadi 456 View
Saatnya Destinasi Wisata DIY Berstandar Internasional

Tuliskan Komentar