atas

Kecil-kecil Sudah Peduli Lingkungan

Rabu, 20 Feb 2019 | 01:40:04 WIB, Dilihat 635 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Kecil-kecil Sudah Peduli Lingkungan Anak-anak kelas Pra SD Poli Lab School Rumah Citta mini trip ke Museum Dirgantara TNI AU Yogyakarta, Selasa (12/2/2019). (istimewa)

Baca Juga : Prof Mahfud MD Terus Terang Akui Dirinya Berkampanye


KORANBERNAS.ID -- Sebagai pengejahwantahan dari metode pembelajaran yang berpusat pada anak, Lab school Rumah Citta (LS-RC) selalu berupaya memberikan hak yang cukup kepada anak untuk mengutarakan ide dan pendapat.

Kali ini, metode itu dijabarkan melalui kegiatan pembelajaran dengan materi bertema Helikopter. Tema tersebut merupakan hasil kesepakatan dari seluruh anak-anak Pra SD Poli Lab School Rumah Citta.

Masing-masing anak menyampaikan beragam ide, kemudian dipilih menggunakan sistem voting. Meski masing-masing anak memiliki ide berbeda tetapi mereka tetap tidak keberatan mengikuti tema Helikopter yang dipilih sesuai kesepakatan.

Tak cukup hanya mengeksplorasi tema melalui gambar dan video di kelas, mereka juga berkunjung ke Museum Dirgantara. Ini sengaja dilakukan demi mengenalkan dan memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak Pra SD Poli LS-RC.

Di museum, anak-anak sudah ditunggu dua orang penerbang (pilot-red) Helikopter dari Skadron Udara 7. Di hadapan anak-anak keduanya memperkenalkan diri bernama Mas Gede dan Maulana.

Mas Gede dan Maulana pagi itu bersiap memberikan penjelasan dan menerima pertanyaan dari anak-anak tentang helikopter.

Selain melihat langsung, anak-anak dapat menyentuh bahkan ikut naik ke atas helikopter yang sedang parkir di halaman Museum Dirgantara Yogyakarta. Dengan demikian mereka memperoleh gambaran utuh dari obyek yang sedang mereka pelajari di kelas.

Diharapkan melalui interaksi langsung dengan pilot yang sehari-harinya bertugas menerbangkan helikopter maka penjelasannya lebih akurat. Terjawablah pertanyaan-pertanyaan yang selama ini belum ditemukan anak-anak dari buku, gambar maupun video.

Selain merasakan keseruan langsung naik helikopter, anak-anak juga juga bersemangat mengamati ruangan di dalam helikopter, melihat baling-baling depan dan belakang, rotor, landing skid, roda maupun alat pengukur tekanan udara.

Informasi-informasi yang mereka dapatkan hari itu akan menjadi bahan mereka membuat proyek kelas nantinya. Anak-anak sangat mengagumi baju penerbang yang banyak kantongnya.

Tak henti-henti mereka menanyakan satu per satu fungsi kantong-kantong tersebut.

Sebelum anak-anak bergerak melihat area dalam Museum Dirgantara, Mas Gede dan Mas Maulana berpesan, untuk bisa menjadi pilot helikopter, anak-anak harus mau makan sayur, buah, dan makanan bergizi.

"Dengan banyak makan sayuran dan buah, maka tubuh menjadi sehat, penglihatan atau mata bisa awas (fokus-red) agar bisa mengemudikan helikopter dengan baik," kata Mas Maulana mengakhiri trip-nya.

Nindyah Rengganis, edukator Lab School Rumah Citta mengamati ubur-ubur terbuat dari sarung tangan bekas, karya kelas TK Hiu Lab School Rumah Citta saat pameran kelas, Selasa (12/2/2019). (istimewa)

Peduli Lingkungan

Seperti kelas Pra SD Poli, Kelas TK Hiu Lab School Rumah Citta juga punya tema untuk eksplorasi belajar mereka. Kali ini kelas TK Hiu sepakat untuk mengekplorasi pantai sebagai tema besar.

Alih-alih menikmati keindahan pantai, di saat mini-trip ke Pantai Goa Cemara Bantul, beberapa waktu lalu, belasan anak-anak TK ini justru mengeluhkan banyak sampah sisa makanan berserakan mulai dari tempat parkir hingga bibir pantai.

Menyikapi hal tersebut mereka sekelas bersepakat melakukan sosialisasi kepada pengunjung pantai agar tidak membuang sampah sembarangan.

Bondan selaku edukator kelas TK Hiu Lab School Rumah Citta mengatakan, sosialisasi yang dilakukan teman-teman kecil ini murni spontanitas. Mereka langsung merespon saat melihat banyaknya sampah berserak di sekitar pantai.

"Akhirnya kunjungan  kelas TK ke pantai Goa Cemara tidak hanya kami lakukan sekali," papar Bondan.

Kunjungan berikutnya teman-teman kecil membawa poster berukuran A3 untuk dipasang di pantai. Setidaknya belasan poster yang dibuat sendiri oleh anak-anak TK dipasang tersebar di sekitar pantai Goa Cemara.

Selain itu anak-anak TK ini juga melakukan sosialisai sederhana tentang bahaya sampah, khususnya sampah plastik kepada pengunjung.

"Tak hanya itu, teman-teman kecil juga memunguti sampah, membuang yang tidak bisa digunakan kembali, dan memilah sampah-sampah yang sekiranya bisa dibuat karya seni," tambah Bondan.

Workshop pembuatan karya dari sampah yang ditemukan di pantai oleh kelas TK Hiu La School Rumah Citta Yogyakarta, Jumat (1/2/2019). (muhammad Zukhronnee muslim/koranbernas.id)

Sekembalinya ke sekolah, sampah-sampah yang dibawa dari pantai dibersihkan dan siap dijadikan bahan pembuatan karya seni.

Bondan mengakui, anak-anak memperoleh beragam penemuan saat mengeksplorasi sampah menjadi sebuah karya.

"Misal saat mengubah bekas sedotan plastik menjadi pohon-pohon kelapa, teman-teman kecil menemukan cara sendiri-sendiri agar sedotan tetap bisa tegak laiknya sebuah pohon nyiur," cerita pria yang sudah lebih tiga tahun menjadi edukator Lab School Rumah Citta ini.

Mereka diberikan kebebasan sehingga masing-masing menemukan caranya. “Kami sebagai edukator hanya membantu hal-hal yang benar-benar tidak bisa dikerjakan teman kecil," jelasnya.

Semua karya berbahan sampah yang yang dibawa anak-anak TK dipamerkan di ruang kelas Hiu Lab School Rumah Citta Yogyakarta, Jumat (1/2/2019).

Selain memamerkan aneka bentuk olahan sampah, Kelas TK Hiu juga menggelar workshop membuat karya berbahan sampah plastik yang ditemukan di pantai.

Workshop yang diikuti oleh orang tua dan puluhan teman Lab School Rumah Citta ini diharapkan mampu mengedukasi tentang bahaya sampah dan bagaimana cara mengolahnya. (sol)



Rabu, 20 Feb 2019, 01:40:04 WIB Oleh : Sholihul Hadi 427 View
Prof Mahfud MD Terus Terang Akui Dirinya Berkampanye
Selasa, 19 Feb 2019, 01:40:04 WIB Oleh : Arie Giyarto 640 View
Senam Tera Bikin Lansia Tak Ringkih Kehilangan Keseimbangan
Selasa, 19 Feb 2019, 01:40:04 WIB Oleh : Masal Gurusinga 330 View
Baru Selesai Dibangun, Jembatan Ini Ambles

Tuliskan Komentar