atas1

Kenali Jejak Rekam Bencana dengan Jejak Medis

Rabu, 15 Mei 2019 | 14:36:07 WIB, Dilihat 375 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Kenali Jejak Rekam Bencana dengan Jejak Medis Mahasiswa UGM menunjukkan aolikasi Jejak Medis yang mereka kembangkan di UGM, Rabu (15/5/2019). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Kampus Ini Berbagi dengan Anak Yatim


KORANBERNAS.ID -- Selama ini belum ada aplikasi rekam medis yang dapat digunakan saat terjadi bencana. Padahal ketika terjadi bencana, banyak relawan yang memberikan bantuan penanganan kesehatan bagi para korban. Namun, penanganan tanpa adanyanya rekam medis bisa menyebabkan mal praktek bahkan kematian.

Berawal dari kenyataan itu, mahasiswa UGM mencoba mengatasi permasalahan tersebut. Adalah Eka Hafsari (Manajemen-Sekolah Vokasi), Nadya Anggraini (Rekam Medis-Sekolah Vokasi), Aziz Qomarul Firdaus (Teknologi Rekayasa Internet-Sekolah Vokasi), Fairuz Khairunnisa (FKKMK), serta Haris Hendrik (Fakultas Kehutanan) yang mengembangkan aplikasi rekam medis bagi korban bencana maupun umum.

Lima mahasiswa UGM tersebut membuat aplikasi rekam medis yang membantu menyimpan riwayat medis kesehatan pasien dalam bentuk digital, terutama bagi korban bencana. Aplikasi yang dinamai Jejak Medis ini bahkan berhasil memenangkan penghargaan Gold Medal dan Taiwan Special Award dalam World Young Inventors Exhibition di acara International Invention, Innovation & Technology Exhibition (ITEX) 2019 pada tanggal 2-4 Mei 2019 di Malaysia.

Nadya di UGM, Rabu (15/5/2019) mengungkapkan pengembangan purwarupa Jejak Medis ini dikembangkan sejak bulan April 2019 lalu. Aplikasi itu nantinya dapat digunakan untuk petugas kesehatan dan pasien. Pada aplikasi yang digunakan petugas kesehatan terdapat fitur form rekam medis online dan offline. Rekam medis online dapat digunakan saat terdapat koneksi internet.

"Sedangkan offline digunakan ketika tidak terdapat koneksi internet dan tidak memungkinkan," ujarnya.

Menurutnya, terdapat fitur disaster management yang didalamnya ada pra-bencana berisi informasi umum, saat bencana yang memberi informasi terkait daerah terkena bencana terdekat dengan kita. Selain itu pasca bencana yaitu crowfunding dan fitur konsultasi.

"Dalam fitur ini terdapat berbagai permintaan konsultasi dari pasien, petugas kesehatan dapat menerima konsultasi sesuai bidangnya," jelasnya.
 
Sementara aplikasi bagi pasien juga memiliki tiga fitur utama yaitu riwayat  medis, manajemen bencana, dan konsultasi. Dalam fitur riwayat medis  berfungsi untuk melihat resume kesehatan pasien yang berisi berbagai macam info hingga pantangan sebagai pasien.

Eka menambahkan, fitur kedua yaitu manajemen bencana yang berisi pra-bencana yaitu informasi umum bencana yang terintegrasi dengan BMKG sama seperti petugas kesehatan. Lalu saat bencana terdapat fitur yang menunjukkan lokasi dengan tempat perlindungan terdekat dan pasca bencana berisikan fitur gotong royong, crowfunding, dan video motivasi kebencanaan.

Berikutnya fitur terakhir adalah konsultasi. Lewat fitur ini pasien dapat melakukan konsultasi dengan memilih fokus pelayanan dokter dan berbagai keluhan nantinya akan langsung masuk ke permintaan konsultasi pada fitur dokter.

“Saaat ini kami terus melakukan berbagai pengembangan. Semoga akhir Juni nanti bisa segera di-launching,” imbuhnya. (yve)



Rabu, 15 Mei 2019, 14:36:07 WIB Oleh : Sari Wijaya 537 View
Kampus Ini Berbagi dengan Anak Yatim
Rabu, 15 Mei 2019, 14:36:07 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 563 View
Ingin Desa Wisata Maju? Kadernya Harus Melek
Rabu, 15 Mei 2019, 14:36:07 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 525 View
Ambulans Premium Setengah Miliar Ini Siap Layani Anda

Tuliskan Komentar