atas1

KKN Tematik Gemah Ripah
Oleh: Kristina Silitonga/11170342

Rabu, 04 Mar 2020 | 23:26:23 WIB, Dilihat 455 Kali
Penulis : Redaktur
Redaktur

SHARE


KKN Tematik Gemah Ripah KAMPUNG SAYUR – Kampung Bausasran juga dikenal sebagai Kampung Sayur. Di kampung itu, warga memanfaatkan lahan sempit untuk menanam sayur. (Foto: Istimewa/Koran Bernas).

Baca Juga : Menggali Potensi di Kampung Bausasran


KAMPUNG Bausasran akrab dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Kampung Sayur. Hal ini ditunjukkan dengan adanya aktivitas urban farming dan kelompok tani yang mengolah lahan sempit perkotaan menjadi tempat pertanian warga. Tidak hanya itu, bahkan dari masing-masing kalangan usia pun turut andil dalam merawat dan mengembangkan lahan pertanian. Beberapa prestasi telah dicapai kampung sayur tersebut seperti meraih juara 1 Kampung Proklim Tingkat Kota Yogyakarta dan prestasi dalam hidroponik. Prestasi tersebut tentu menjadi salah satu sorotan dari berbagai pihak, sehingga Pemerintah Kota Yogyakarta turut memberikan peluang kepada Kampung Bausasran dalam mengikuti ajang perlombaan di Tingkat Nasional yang mana mampu menjadi contoh membanggakan bagi kampung lain di daerah perkotaan dalam melakukan urban farming.

Di sini kami dari mahasiswa KKN Tematik UKDW khususnya “Kelompok Mint” ikut membantu masyarakat yang ada di Bausasran tepatnya di RW 11. Kelompok ini terdiri dari 4 anggota (Kristina, Adriel, Christopher, Kristin) yang berasal dari Fakultas Bisnis dan Fakultas Bioeknologi. Tujuan KKN tersebut yakni  melatih masyarakat untuk menggali potensi kekayaan alam yang ada di sekitar, agar dapat dimanfaatkan kembali, menciptakan produk-produk pertanian yang lebih berkualitas dengan mengembangkan pertanian berbasis organik, membantu masyarakat dalam melihat peluang usaha yang dapat dihasilkan dari kegiatan urban farming dan mampu secara mandiri tanpa tergantung dengan pemerintah, dan membantu masyarakat setempat untuk menciptakan lapangan kerja yang efisien, di lingkungan rumah warga setempat.

Adapun beberapa program kegiatan yang kami lakukan (Kristina Silitonga) di RW 11 seperti penyuluhan dan seminar tanaman (10/01/2020), pelatihan pembuatan pestisida organik dan pelatihan pembuatan biopori (11/01/2020), pemilahan sampah organik dan non-organik (13/01/2020), pembuatan gang tanaman rambat (18/01/2020), pelatihan dan perbaikan laporan keuangan (22/01/2020), pelatihan entepreter (28/01/2020), pembuatan dan pelatihan tentang menanam sayuran dengan cara aeroponik (8/02/2020). Pada tanggal 15/02/2020 ada juga kegiatan Expo mahasiswa KKN Tematik UKDW di Gedung Serbaguna Bausaran, yang dihadiri Wakil Walikota Yogyakarta dan berlangsung dari pukul 08.00-13.00 WIB.

Program tersebut  mampu menjadikan Kampung Sayur tersebut menjadi kampung Ekowisata yang akan membuat para wisatawan tertarik untuk datang ke kampung tersebut, dapat mengembangkan urban farming yang lebih modern, sehingga mampu menciptakan peluang usaha bagi masyarakat setempat, dan dapat menghasilkan produk-produk pertanian yang berkualitas dengan menggunakan bahan-bahan organik, sehingga lebih aman dan sehat untuk dikonsumsi. (*/iry)

 

 



Rabu, 04 Mar 2020, 23:26:23 WIB Oleh : Redaktur 370 View
Menggali Potensi di Kampung Bausasran
Rabu, 04 Mar 2020, 23:26:23 WIB Oleh : Nanang WH 14103 View
Penumpang KA Meninggal di Ruang Tunggu Stasiun
Rabu, 04 Mar 2020, 23:26:23 WIB Oleh : Sari Wijaya 386 View
Tinggalkan Sarung dan Sandal Jepit, Mbah Pairin Hilang di Sungai Opak

Tuliskan Komentar