atas1

Lebih dari 50 Persen Remaja Melakukan Hubungan Sex Pranikah
Oleh: Maya Anggraini Hermanto

Senin, 23 Jul 2018 | 15:33:10 WIB, Dilihat 12744 Kali - Oleh Redaktur

SHARE


Lebih dari 50 Persen Remaja Melakukan Hubungan Sex Pranikah Maya Anggraini Hermanto

Baca Juga : Jangan Tutup Pintu Saat di Kamar Mandi


APAKAH orang tua zaman sekarang memperhatikan kehidupan sex anak-anaknya? Dr. Andik Wijaya, M.Red.Med memberikan data riset ini: Berdasarkan sebuah riset yang di lakukan di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan. Ternyata remaja berusia 13-15 tahun 16% (usia SMP) telah melakukan hubungan seks. Sedang siswa SMA yang telah melakukan hubungan seks  44%.

Saat ditanya di mana mereka melakukan hubungan seks itu 40% mengatakan di rumah orang tua, 20% melakukan di tempat kos, 20% lagi di hotel. Bahkan saya pernah mendengar pengakuan dari sepasang muda-mudi. Orang tua dari pihak wanita memperbolehkan pacarnya untuk menginap dan tidur satu kamar dengan anak perempuannya kapan saja.

Dari data-data di atas, maka bisa kita simpulkan bahwa banyak orang tua zaman sekarang tidak peduli dengan kehidupan sex anaknya. Mereka menganggap hal itu sudah lumrah untuk zaman ini.

Bukan itu saja, bahkan orang tua banyak yang tidak dapat menjadi teladan dalam soal kesetiaan terhadap pasangan hidupnya. Atau orang tua terikat dengan pornografi. Lalu bagaimana mereka hendak menasehati anak untuk memiliki kehidupan sex yang bermoral?

Di bawah ini saya mendata hal-hal pemicu apa saja yang dapat membuat anak jatuh dalam kehidupan sex bebas:

Kekosongan kasih sayang dari orang tua

Orang tua zaman sekarang lebih suka anaknya bermain gadget sedang orang tuanya juga sibuk dengan gadgetnya sendiri, atau dengan hal yang lain. Mereka tidak mau menemani anak untuk bermain bersama atau bercakap-cakap dari hati ke hati dengan anak mereka. Sebenarnya hubungan batin yang kuat harus dibangun orang tua dengan anaknya sejak usia 0 tahun. Belum lagi kalau hubungan ayah dan ibu tidak harmonis. Tiap hari ribut. Anak merasa rumah seperti neraka.

Salah seorang wanita pernah mengakui kepada saya: orang tuanya memang tidak bercerai namun hubungannya tidak harmonis. Orang tua yang hubungannya tidak harmonis banyak yang menelantarkan anak-anaknya. Bagi orang tua, asal semua kebutuhan  jasmanimu sudah tercukupi, itu kami sudah melakukan tugas sebagai orang tua. Mereka tidak menyadari bahwa kebutuhan batin anak untuk dikasihi itu adalah hal yang terbesar yang dibutuhkan anak.

Menginjak usia remaja, putri ini mulai mencari cinta di luar rumah. Dia menjadi mudah jatuh cinta. Kalau sudah jatuh cinta, apa pun yang diminta pacar diberikan, termasuk tubuhnya. Dia sempat menggugurkan kandungan. Untungnya pada suatu hari ia menemukan komunitas yang baik. Imannya bertumbuh. Ia tahu Allah mengasihi dia, jadi dia tidak perlu lagi mengemis cinta kepada orang lain. Hidupnya berubah, dan akhirnya mendapatkan seorang suami yang baik. Ia tidak mengulang kesalahan orang tuanya. Ia mengasihi dan membimbing 2 anak lelakinya.

Anak-anaknya pun bertumbuh menjadi anak yang saleh dan sopan.

Peran ayah sangat central. Seorang ayah harus bisa menjadi pemimpin/mengambil keputusan, mendidik dan mengayomi seisi keluarganya. Ternyata tidak berperannya ayah sebagaimana mestinya bukan saja bisa membuat anak menjadi gay, tetapi juga menjadi pemakai narkoba.

Saya pernah mengikuti sebuah seminar yang membahas soal narkoba. Di seminar itu dikatakan 80% di antara  pecandu narkoba menyatakan,”Tidak memiliki hubungan yang hangat dengan ayah kandungnya.”

Pornografi

Pornografi memiliki efek seperti memakai narkoba. Pada saat seseorang melihat pornografi maka otak mengeluarkan hormon Endorpin yang membuat ia merasa senang. Lama kelamaan ia akan terikat dengan pornografi dan akhirnya melakukan. Pornografi saat ini mudah diakses melalui gadget. Bill Gates sendiri mengetahui bahaya gadget, karena itu dia tidak cepat-cepat memberikan gadget kepada anak-anaknya.

Jangan cepat-cepat memberi anak gadget. Sebelum memberi gadget untuk anak, bikin perjanjian bahwa gadget boleh diperiksa oleh orang tua. Jelaskan bahaya-bahaya yang ada di dunia medsos. Jelaskan alasan anda melakukan itu untuk melindungi dia.  Anda harus memeriksa gadget anak secara rutin.

Pemakaian alkohol/narkoba.

Orang yang sedang mabuk tidak sadar dengan apa yang ia lakukan. Seorang ayah dalam keadaan mabuk, memperkosa putrinya. Waktu sadar, ayahnya sangat menyesal. Namun sayang ia tidak membawa putrinya ke psikolog. Dia anggap ini sebagai aib yang harus ditutupi. Padahal mereka adalah keluarga berada. Akibatnya, putrinya menderita depresi sampai dewasa.

Banyak juga orang-orang yang sengaja membuat mabuk pacarnya. Tujuannya adalah bisa ditiduri pada saat mabuk. Setiap orang yang memakai narkoba bisa dipastikan ia juga melakukan sex bebas.

Pelecehan sexsual masa kecil

Para pelaku pelecehan sexual umumnya menyasar anak kecil. Biasanya yang melakukan itu adalah anggota keluarga sendiri atau teman dekat keluarga. Anak-anak korban pelecehan sexual umumnya tidak melaporkan hal itu kepada orang tuanya.

Oleh karena itu sejak anak usia 3 – 5 tahun harus diajar, bahwa orang lain tidak boleh menyentuh atau bermain-main dengan alat  vitalnya.  Bila ada yang melakukan hal itu harus melapor kepada orang tua.

Pelecehan sexual masa kecil bisa mengakibat salah satu dari dua hal ini; Pertama, ketika ia menikah ia tidak dapat menikmati hubungan persetubuhan. Bagi dia itu adalah salah satu siksaan. Kedua, orang tersebut terikat dengan sex bebas. Dia berpacaran dengan siapa pun, ia akan melakukan persetubuhan.

Luka ini kalau tidak ditangani akan menjadi momok seumur hidupnya. Bawalah dia ke psikolog untuk menyembuhkan lukanya itu. Bila terjadi pemerkosaan kepada putri yang telah mendapat menstruasi. Jangan tunggu esok hari. Saat itu juga bawa anak ke dokter untuk disuntik anti hamil.

Orangtua tidak mengajarkan moral yang baik

Mengenai moral yang baik apa yang orangtua harus ajarkan? Jelaskan apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan pada saat berpacaran. Contoh: Pacar tidak boleh masuk kamar. Bila dia kos dan hanya 1 kamar, ajak pacar berbicara di teras atau di mall. Jangan berpacaran berdua saja di rumah yang kosong. Ajarkan kepada anak anda, “Bila pacarmu mengajakmu untuk bersetubuh, tolak dia.  Bila ia mengancam memutuskanmu karena tidak mau mengikuti keinginannya, putuskan dia. Dia sudah tidak menghormati kamu. Bila pacarmu menghormati kamu, ia mau menunggu sampai saat menikah. Selain itu ini adalah tanda bahwa ia adalah tukang selingkuh.”

Ajarkan kepada dia dampak dari sex bebas: kalau mereka akhirnya menikah, maka kemungkinan terjadinya perselingkuhan itu besar. Rasa percaya di antara suami dan istri sudah tidak ada lagi. Sehingga pasangan mudah curiga dan menimbulkan banyak pertengkaran. Bukan itu saja, anak-anak yang lahir dari pasangan seperti ini umumnya punya jiwa pemberontak.

Putus sekolah dan kondisi keuangan rumah tangga morat-marit. Bila terjadi kehamilan, maka biasanya yang diminta orang tua adalah dinikahkan. Padahal secara mental dan keuangan mereka belum siap untuk berumah tangga. Kemungkinan terkena penyakit kelamin (termasuk oral sex).

Ada 2 penyakit kelamin yang tidak tersembuhkan, yaitu Herpes Simplex; Virus ini menyerang alat kelamin dan tidak dapat dimatikan. Bila terkena penyakit ini, dokter akan memberi antibiotik sehingga gejalanya hilang. Namun virusnya tidak mati, ia bersembunyi di bawah kulit. Ia ditularkan melalui persetubuhan. Ibu hamil yang terkena virus ini, janinnya akan cacat atau mati.

HIV/AIDS. Masa inkubasi virus HIV menjadi AIDS adalah 5-10 tahun. Orang yang terkena virus HIV pada tahun-tahun awal akan kelihatan sehat-sehat saja. Namun ia menularkannya melalui hubungan sex, menggunakan jarum bersama-sama, dan darah.

Seorang ibu yang telah terinfeksi akan menularkan virus HIV kepada anaknya melalui proses kelahiran. Supaya tidak menular kepada anak, harusnya dioperasi caesar. Namun kebenyakan ibu yang terinfeksi tidak mengetahui hal ini, karena masa inkubasi virus HIV itu lama.

Ajarkan kepada anak sex yang aman. Sex yang aman itu bukan menggunakan kondom. Pernyataan WHO pun tidak menyebutkan bahwa kondom 100% dapat mencegah penularan AIDS. Sex yang aman itu adalah setia dengan 1 orang pasangan hidup yang sehat pula. Tahukah anda bahwa besar pori-pori kondom itu 5 mikron, sedang besar virus HIV 0,01 mikron. Dan kenyataan di lapangan menunjukkan orang-orang yang melakukan hubungan sex berisiko tetapi selalu menggunakan kondom, ternyata mereka bisa terkena HIV. Ya jelas itu bisa terjadi, karena pori-pori kondom jauh lebih besar dari pada virus HIV.

Saya pernah mendapat pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Pertanyaan itu adalah, “Bagaimana bila yang terkena HIV itu sudah berumah tangga? Kita tdk bisa melarang mereka bersetubuh dengan menggunakan kondom.” Saya tidak memiliki jawaban untuk hal itu. Yang bisa saya anjurkan adalah bagi para lajang yang mau menikah. Sebelum memutuskan untuk menikah, hendaknya pasangan ini melakukan tes kesehatan pra nikah di Rumah Sakit. Bila hubungan anda dengan anak anda dekat sejak kecil, ia akan menerima nasehat anda. Namun bila hubungan tidak dekat, anda akan kesulitan dengan anak anda. Apalagi teman-temannya mengajarkan, “Masih perjaka/perawan itu kuno.” Jadi anak-anak anda juga mendapat tekanan dari teman-temannya untuk melakukan sex bebas. Ajarkan pula kepada anak-anak anda untuk memilih teman-teman yang bermoral tinggi.

Ada satu pepatah yang mengatakan, “Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.” Untuk lebih jelasnya,”Bagaimana kita sebagai orang tua mempersiapkan anak kita masuk dalam pernikahan bahagia, akan dibahas dalam buku saya yang akan datang.”

Isi buku itu lebih luas dan detil dari tulisan ini. (***)

Maya Anggraini Hermanto adalah pemerhati remaja. Tinggal di Tangerang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Kamis, 19 Jul 2018, 15:33:10 WIB Oleh : Arie Giyarto 57 View
Jangan Tutup Pintu Saat di Kamar Mandi
Kamis, 19 Jul 2018, 15:33:10 WIB Oleh : Masal Gurusinga 1685 View
PMI Bentuk Pengurus Hingga Kecamatan
Senin, 16 Jul 2018, 15:33:10 WIB Oleh : Prasetiyo 1288 View
Para Gadis Perlu Pahami Ini

Tuliskan Komentar