atas1

Lima Pasien Positif Corona Belum Sembuh

Rabu, 01 Apr 2020 | 17:18:14 WIB, Dilihat 249 Kali
Penulis : Sari Wijaya
Redaktur

SHARE


Lima Pasien Positif Corona Belum Sembuh Suharsono memimpin Rakor Forkominda Bantul terkait penanganan covid-19 di Gedung Induk Kompleks Parasamya, Rabu (1/4/2020).(istimewa)

Baca Juga : Rapid Test untuk Tenaga Kesehatan PDP dan ODP


KORANBERNAS.ID, BANTUL--Kepala Dinas Kesehatah Bantul Agus Budi Raharjo M.Kes mengatakan, saat ini di Bantul terjadi kenaikan penderita virus corona atau covid-19. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat 394 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 58, status positif 5 orang dan belum sembuh sampai saat ini.

“Maka kita harus segera melaksanakan tes massal untuk mengetahui penderita covid 19 yang ada di Bantul,” kata Agus dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forkominda di Gedung Induk Kompleks Parasamya,Rabu (1/4/2020). Rapat dihadiri Bupati Drs H Suharsono, Wabup H Abdul Halim Muslih, Sekda H Helmi Jamharis MM dan jajaran OPD terkait,Camat Bambanglipuro Drs Lukas Sumanasa Mkes dan Lurah Sidomulyo Edy Murjito Spd. Juga hadir unsur DPRD, TNI dan Polri.

“Kami sudah meminta 650 rapid test dari Dinkes DIY untuk mengetahui diagnosa orang yang dicurigai mempunyai gejala covid-19,”tambah Agus.

Selain itu, dirinya menginformasikan bahwa saat ini ada pemudik awal yang sudah datang di Kabupaten Bantul. Tetapi ada masyarakat yang menolak kedatangan para pemudik tersebut. Tentu ini membutuhkan solusi dan penyelesaian yang baik agar tidak ada gejolak di masyarakat.

Sementara, untuk karantina Rumah Sakit diharapkan bisa menampung PDP di atas usia 60 tahun. Pihaknya juga membutuhkan tambahan perawat dan dokter untuk penanganan covid-19.

Untuk PKU Bantul saat ini akan menambah ruang isolasi dan seluruh rumah sakit sudah bisa menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) mandiri.

Guna mengantisipasi banyaknya pasien, sedang disiapkan eks Gedung Puskesmas Bambanglipuro untuk dijadikan RS Darurat penanganan pasien covid-19.

“Kami memerlukan perawat dan dokter untuk bekerja di RS darurat agar nantinya bisa menangani pasien.Kami memerlukan dukungan dari bupati dan instansi terkait.Kita memerlukan percepatan dalam membangun RS darurat. Anggaran renovasi RS darurat yaitu sekitar Rp193 juta,”urainya.

Bupati H Suharsono menyampaikan, kegiatan rakor dalam rangka mengetahui kesiapan Bantul dalam penanganan covid-19.

“Bahwa Kabupaten Bantul tadi disampaikan akan membangun tambahan RS Darurat di Bambanglipuro untuk penanganan pasien PDP covid-19. Mari kita mencari solusi bagaimana cara menangani wabah ini,” katanya.

Kaitan dengan pemudik, bupati meminta untuk bisa mengisolasi diri dan jika merasa sakit segera berobat ke Puskesmas.

Bupati juga meminta agar warga yang menutup wilayahnya berkoordinasi dengan perangkat desa, sehingga jika ada orang yang akan masuk bisa dikondisikan.

“Saya berpesan juga jangan membuat berita-berita yang menakutkan karena bisa membuat resah masyarakat.Kepada camat dan puskesmas, hendaknya juga bisa membuat pernyataan yang menyejukkan,” kata Bupati. (SM)



Rabu, 01 Apr 2020, 17:18:14 WIB Oleh : Nanang WH 186 View
Rapid Test untuk Tenaga Kesehatan PDP dan ODP
Rabu, 01 Apr 2020, 17:18:14 WIB Oleh : Sholihul Hadi 342 View
Tempat Kerjanya Tutup, Segera Pikirkan Nasib Pekerja Harian
Rabu, 01 Apr 2020, 17:18:14 WIB Oleh : Sholihul Hadi 199 View
DPRD DIY Sarankan Pemda Tunda Beli Mobil Dinas

Tuliskan Komentar