Senin, 26 Okt 2020,


mencari-jejak-sejarah-hingga-susur-perut-bumiPatung Diponegoro Goa Selarong Kembangputihan Desa Guwosari Kecamatan Pajangan Bantul. (sariyati/koranbernas.id)


Sariyati

Mencari Jejak Sejarah Hingga Susur Perut Bumi


SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Mengunjungi destinasi wisata di Kabupaten Bantul seperti tiada habisnya. Beragam obyek wisata menarik  bisa ditemukan di Bumi Projotamansari ini. Salah satunya wisata goa. Terdapat dua goa yang terkenal yakni Goa  Selarong di Kembang Putihan Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan Bantul dan Goa Cerme di Jalan Raya Srunggo-Siluk Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri.


Baca Lainnya :

Obyek Goa Selarong sudah dikenal. Untuk menuju ke sana sangat mudah karena memang akses jalan sangat memadai, lebar dan beraspal. Untuk menjangkaunya bisa dari arah selatan (Kota Bantul atau Pandak) bisa juga dari sisi utara (Kecamatan Kasihan atau Ring Road Selatan).

Saat koranbernas.id mengunjungi tempat tersebut Sabtu (26/9/2020), para wisatawan mulai berdatangan sejak pagi. Ada yang menggunakan sepeda atau kelompok gowes maupun kendaraan pribadi.


Baca Lainnya :

Masuk ke bagian depan obyek, pengunjung akan disuguhi pemandangan patung Pangeran Diponegoro menunggang kuda putih, berukuran besar. Dari sejarahnya goa tersebut merupakan tempat persembunyian Pangeran Diponegoro sekaligus untuk merancang  perang melawan Belanda pada 1825-1830.

Untuk menuju ke goa di atas bukit kita  harus menyusuri anak tangga berjumlah 400 buah. Maka tidak jarang banyak yang memanfaatkan tempat ini untuk wisata sekalian berolahraga. Tiba di atas bukit, wisatawan akan menemukan dua mulut goa dan terlihat buntu. Di sinilah Pangeran Diponegoro dan pasukannya masuk dan menjadikan goa sebagai markas. Goa utama diberi nama Goa Kakung yang digunakan Pangeran Diponegoro  dan sebelahnya Goa Putri untuk pengikutnya.

Di tempat ini juga terdapat air terjun yang tersembunyi  di balik rimbun semak dan pepohonan dan seolah-olah menjadi The Hidden Paradise.  Air terjun memiliki ketinggian 20 meter.

“Goa Selarong  yang memiliki nilai histori tinggi, keberadaannya akan kami jaga dan terus kami kembangkan. Sehingga akan semakin banyak yang berkunjung dan tahu keberadaan goa ini,” kata Masduki Rahmat SIP, Lurah Guwosari kepada koranbernas.id.

Pemerintah desa setempat menyediakan lahan seluas 5,5 hektar di sebelah selatan area parkir yang sudah berproses alih fungsi lahan atau peruntukan guna mendukung zona penyangga obyek wisata Selarong. Inilah yang disebut kawasan wisata terpadu, penyangga wisata Goa Selarong yang  berbasis wisata edukasi, sejarah dan budaya.

Kawasan ini diharapkan menjadi “taman mini” 15 dusun di Guwosari, unntuk menampilkan produk unggulan tiap dusun terutama produk yang dikelola kelompok masyarakat sehingga memberikan efek multi kepada banyak orang dan  mampu memberdayakan ekonomi mikro.

“Kawasan ini akan dikelompokkan tiga zona untuk memudahkan penyebutan.  Diharapkan menjadi ruang terbuka hijau yang ramah bagi semua usia, sehingga menjadi salah satu tujuan wisata andalan di Yogyakarta,” katanya.

Sebenarnya, kata dia, pengembangan akan dilakukan tahun 2020  dan sudah dialokasikan penyertaan modal BUMDes.  Karena ada Covid-19 dana dialihkan ke BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan akan dilanjutkan tahun 2021. Selain itu  pemerintah desa ingin di kawasan 5,5 hektar itu ada kampung atau miniatur kehidupan Diponegoro sewaktu di Selarong dan di Bantul sehingga masyarakat bisa mengetahui, memahami dan terinspirasi perjuangan Diponegoro.

Pemerintah desa, menurut Masduki, saat ini juga sedang membuat dua track sepeda  yakni track fun dan trabas .Track fun menghubungkan beberapa destinasi di Guwosari sedangkan track trabas atau downhill berada di Pedukuhan Kedung , bahkan setiap sore digunakan pecinta pesepeda ekstrem. “Rencana track akan kita launching bulan Oktober mendatang saat Hari Jadi Desa Guwosari,” kata Lurah Masduki.

Susur Perut Bumi Goa Cerme

Sempat tutup karena Pandemi Covid-19, Goa Cerme di jalan Siluk-Panggang Dusun Srunggo Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Bantul sudah kembali buka. Meski buka 24 jam, namun terbaik mengunjungi adalah pagi hingga sore hari.

Goa ini lokasinya sekitar  20 kilometer arah selatan Kota Yogyakarta. Berdasarkan wikipedia, konon Goa Cerme berasal dari kata ceramah atau pembicaraan. Karena dulunya Goa digunakan oleh para wali untuk berbicara tentang Islam dan menyebarkan agama tersebut di pulau Jawa.

Goa tersebut berada 500 mdpl dengan kedalaman 750 meter dan panjang 1,5 kilometer. Mulut goa berada di Bantul, pintu keluar berada di Gunungkidul tepatnya di Ploso Kecamatan Giritirto.

Saat menyusuri goa, alangkah baiknya kita memperhatikan cuaca terkait dengan debit air. Jika situasi normal ketinggian air mulai semata kaki hingga pinggang orang dewasa.

Pengalaman koranbernas.id saat menyusuri goa tersebut, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Di antaranya pakai helm pengaman kepala, membawa alat penerangan seperti headlamp, sebaiknya menggunakan sepatu khusus agar tidak licin dan jangan lupa bawa baju ganti. Jika memerlukan pemandu,  di obyek ini sudah ada.

Di dalam perut bumi ini terdapat keindahan dan keperkasaan stalagtit dan stalagmit dengan ukiran yang indah. Kita juga bisa menemukan  sungai di bawah tanah. Wow menakjubkan sekali.

Menariknya, di kedalaman goa ada tempat-tempat penting seperti Watu Kaji, Paseban, air suci 9 zam-zam Goa Cerme, gamelan Kahyangan, batu gilang, watu gantung, lumbung padi, air panguripan, batu padi dan goa yang dulunya ditemukan pusaka berbentuk kubah.

Begitu melewati bagian-bagian itu, kita  akan menemukan air terjun mini yang diberi nama Grojogan Sewu. Biasanya pemandu mengantar sampai tempat ini, dan akan berbalik ke

mulut goa. Sungguh sebuah petualangan yang mendebarkan dan menantang adrenalin serta tidak terlupakan. “Kami sudah buka 24 jam. Kalau ingin bagus memang pada jam 08:00 hingga 16:00,” kata Agung salah seorang pengelola.

Selain bisa susur Goa Cerme, pada sekitar mulut goa juga ditemukan obyek lain yakni Goa Dalang, Goa Badut, Goa Ledek, dan Goa Kaum. Di kawasan Goa Cerme terdapat playground area yang cukup luas.

Wisatawan bisa mendirikan tenda, dan saat pagi hari bisa menghirup udara segar, melihat hamparan kabut  tipis dan bisa melihat  Merapi dari kejauhan. Bagi yang sedang belajar topografi goa, Cerme juga lokasi yang tepat. Karena di tempat ini akan ditemukan gourdam, stalagtit, stalagmit serta sodastraw.

Harga tiket masuk ke dua goa tersebut dijamin tidak mahal. Cukup mengeluarkan Rp 6.000 sudah termasuk biaya  asuransi. Jadi tunggu apa lagi, ayo habiskan wisata akhir pekan di goa yang ada di Bantul. (adv)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini