atas1

Pegiat Antinarkoba Harus Berani Lapor

Minggu, 11 Agu 2019 | 22:54:57 WIB, Dilihat 407 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Pegiat Antinarkoba Harus Berani Lapor Direktur PSM Badan Narkotika Nasional Drs Mohamad Jupri MM. (istimewa)

Baca Juga : Matur Nuwun Ibu, Semoga Sukses...


KORANBERNAS.ID – Direktur Peran Serta Masyarakat (PSM) Badan Narkotika Nasional (BNN), Drs Mohamad Jupri MM, mendorong para pegiat antinarkoba harus berani lapor apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkotika.

“Peran aktif para pegiat antinarkoba di lingkungan kerja bisa diaktualisasikan melalui keberanian melaporkan orang-orang yang terindikasi menyalahgunakan narkoba ke BNN,” ujarnya, Rabu (7/8/2019), saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Pegiat Antinarkoba Bidang P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika) di instansi pemerintah Sumatera Utara (Sumut).

Dengan berani lapor harapannya penyalahguna narkoba memperoleh penanganan yang tepat dari BNN melalui rehabilitasi.

Pada kegiatan yang berlangsung di Medan itu dia mengakui, maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Sumut harus memperoleh atensi tinggi dari seluruh komponen masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian BNN bersama Puslitkes Universitas Indonesia (UI) tahun 2017, prevalensi penyalahguna narkoba di provinsi itu mencapai angka 2,53 persen atau setara 256 ribu-an orang.

Dengan fakta ini, BNN berharap pegiat antinarkoba di lingkungan kerja khususnya kalangan instansi pemerintah,  bisa berkontribusi nyata dalam P4GN, sehingga tetap bisa menjaga kondusivitas dan produktivitas kerja di lingkungannya.

Menurut Mohamad Jupri, para petiat antinarkoba memiliki peran dan posisi sangat penting. “Kami mengajak para pegiat untuk berperan lebih aktif dan semangat dalam P4GN. Saya juga berharap kita lebih peduli. Lakukan upaya dimulai dari keluarga,” tambahnya.

Pada bimtek kali ini dia juga memberikan apresiasi atas partisipasi para pegiat antinarkoba dari lingkungan kerja instansi pemerintah di Sumatera Utara.

Dari sekian banyak peserta, rata-rata berasal dari dari kalangan milenial.

“Para pegiat dari kalangan milenial dibutuhkan peran sertanya, karena diharapkan bisa lebih mudah masuk ke kalangan anak muda seperti para pelajar atau mahasiswa, untuk memberikan pesan-pesan bahaya penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.

Mengingat pegiat antinarkoba memiliki peran strategis di lingkungannya, mereka terlebih dahulu harus memahami permasalahan narkoba mulai dari jenis dan dampak yang ditimbulkannya.

Melalui bimtek selama dua hari 7-8 Agustus 2019 itu peserta diberikan pembekalan materi antinarkoba yang komprehensif dari sejumlah narasumber. (sol)



Minggu, 11 Agu 2019, 22:54:57 WIB Oleh : Putut Wiryawan 403 View
Matur Nuwun Ibu, Semoga Sukses...
Minggu, 11 Agu 2019, 22:54:57 WIB Oleh : Masal Gurusinga 541 View
Jalan Cokro-Delanggu Rusak, Tanggung Jawab Siapa?
Minggu, 11 Agu 2019, 22:54:57 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 382 View
JKT48 Tanding Mobile Legend Lawan Pegawai KAI

Tuliskan Komentar