atas

Polbangtan YoMa Dukung Panen Raya Jagung

Senin, 18 Feb 2019 | 15:23:46 WIB, Dilihat 333 Kali - Oleh Redaktur

SHARE


Polbangtan YoMa Dukung Panen Raya Jagung Drs Gunawan Yulianto MM mewakili Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogya-Magelang (Polbangtan Yo-Ma) yang mendampingi Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPSDMP yang diwakili Vitri Aryanti SP MM dan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr Sumarjo Gatot Irianto bersama Bupati Gunungkidul Badingah, S.Sos panen raya jagung di lahan seluas 341 ha di Gunungkidul, Senin (17/2/2019). (istimewa)

Baca Juga : Debat Capres Tingkatkan Elektabilitas Jokowi


KORANBERNAS.ID -- Gunungkidul kembali panen raya jagung, Senin (18/2/2019). Panen kali ini kembali dihadiri Drs Gunawan Yulianto MM mewakili Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogya-Magelang (Polbangtan Yo-Ma) yang mendampingi Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPSDMP yang diwakili Vitri Aryanti SP MM dan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr Sumarjo Gatot Irianto bersama Bupati Gunungkidul Badingah, S.Sos.

Panen raya perdana jagung hibrida dilakukan di lahan seluas 341 hektar. Hal ini semakin me mengukuhkan Kabupaten Gunung Kidul sebagai penghasil jagung terbesar di DIY. Terbukti saat ini, Kabupaten Gunungkidul sedang menikmati jerih payah memasuki musim panen jagung.

Setelah  minggu lalu desa Bleberan Kecamatan Playen melakukan panen raya, saat ini giliran Kelompok Tani Ngudi Makmur dusun Tanjung wilayah desa Getas, kecamatan Playen melakukan panen raya. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, luas tanam jagung tahun 2019 diperkirakan mencapai 46.674 ha. Produktivitas jagung pipil kering Gunungkidul tahun ini rata-rata mencapai 4,6 ton – 4,9 ton per hektar.

Kecamatan Playen salah satu kecamatan yang berkontribusi sebagai penghasil jagung cukup besar di Kabupaten Gunungkidul.
 Tahun 2019, luas tanam jagung di Kecamatan Playen mencapai 2.726 ha, salah satunya di desa Getas dengan harga jagung kering pipil saat ini sebesar Rp. 3.500/kg. Sri Badingah menyampaikan panen jagung tahun ini di Gunungkidul lebih bagus dari tahun sebelumnya.

“Ini adalah jerih payah para kelompok tani dalam memproduksi jagung hingga mencapai sekitar 4,6 – 4.9 ton. Kami optimis bahwa produksi jagung tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun lalu, namun harga jagung harus dipertahankan stabil,” ungkapnya.

Sementara Gatot mengungkapkan, infrastruktur jalan menuju lahan pertanian perlu diperbaiki. Hal itu akan mendukung produktivitas dan produksi Pajale termasuk jagung. Bantuan benih, saprodi dan alsintan terus digelontorkan oleh Kementerian Pertanian.

"Hal ini dalam upaya menjaga produksi pajale bahkan penaganan jagung bukan hanya sebagai pakan ternak tetapi masuk ke produk Industri lebih luas,” jelas Gatot.

Dalam kesempatan itu Dirjen juga berhasil negosiasi dengan pihak Bisi untuk membeli dengan harga dari 3.500 menjadi 3.650 per kg.(*/yve)



Senin, 18 Feb 2019, 15:23:46 WIB Oleh : Sari Wijaya 302 View
Debat Capres Tingkatkan Elektabilitas Jokowi
Senin, 18 Feb 2019, 15:23:46 WIB Oleh : Sholihul Hadi 401 View
Masih Banyak Guru Gagap Teknologi
Minggu, 17 Feb 2019, 15:23:46 WIB Oleh : Sari Wijaya 360 View
Wah Jembatan Nambangan Molor Lagi

Tuliskan Komentar