atas

Saat Bermain, Sakit Kanker pun Hilang

Minggu, 17 Feb 2019 | 09:07:43 WIB, Dilihat 1995 Kali - Oleh W Asmani

SHARE


Saat Bermain, Sakit Kanker pun Hilang Para pasien kanker anak di RSUP Dr Sardjito, Sabtu (16/2/2019). (W asmani/koranbernas.id)

Baca Juga : Drama Keluarga Pak Carik Menghibur dan Penuh Kritik


KORANBERNAS.ID -- Sekilas tidak ada yang berbeda dari anak-anak yang tertawa riang di ruang Diklat RSUP dr Sardjito pada Sabtu (16/2/2019). Mereka bernyanyi, menari dan juga main game dipandu oleh 2 badut yang menghibur

Namun siapa sangka ternyata anak-anak tersebut adalah penderita kanker yang sedang menjalani perawatan di RSUP Sardjito dan RS Bethesda. Mereka harus berjuang melawan sel-sel jahat yang menggerogoti tubuhnya.

"Kami mengundang pasien kanker anak lebih dari 100 orang," ujar Inung Rahmawati, Ketua Yayasan Astagina Adi Cahya disela peringatan Hari Kanker Anak Internasional setiap 15 Februari.

Menurutnya, pasien yang diundang sudah menjalani protokol kemoterapi. Namun beberaqp pasien yang sedang menjalani perawatan di RS itu juga dihadirkan atas ijin dokter. Dengan acara tersebut, diharapkan ara orang tua tetap melakukan protokol kemoterapi untuk anaknya.

"Jangan sampai, orang tua menghentikan kemoterapi dan beralih ke pengobatan alternatif," paparnya.

Pihaknya terus memberikan dukungan kepada pasien yang rata-rata menderita leukimia dan retriblastoma. Dukungan keluarga juga penting karena tidak mudah bisa menerima penyakit kanker tersebut.

Konsultan Kanker sekaligus aktifis Astagina Adi Cahya, dr Sri Mulatsih mengatakan dalam memperingati Hari Kanker Anak Sedunia ini, mereka mengajak anak-anak bersenang-senang dan bermain-main. Kegiatan tersebut juga merupakan pertemuan para orangtua.

"Kami juga membagikan hadiah untuk anak-anak dari para donatur," katanya.

Selain itu, yayasan juga memberikan pendampingan untuk keluarga pasien. Rata-rata pasien berasal dari luar Yogyakarta.

"Jangan sampai orang tua pasien bingung mau menginap dimana saat berada di jogja. Jangan sampai masalah tempat tinggal jadi beban psikis. Karena beban mereka sudah berat. Kami berusaha memberikan pendampingan dan motivasi," ujar konsultan kanker tersebut.

Mantan penderita leukimia (kanker darah), Lili Cipta asal Ajibarang Banyumas, menjelaskan dia menderita leukimia saat usianya 14 tahun.

"Awalnya, saya merasakan tubuh saya sakit semua," kata Lili.

Menurutnya, setelah melakukan kemoterapi dan pengobatan, badan terasa lebih enak.

Dirinya rutin kemoterapi dan pengobatan. s

Setelah 3 tahun, Lili dinyatakan sembuh.

"Setelah berhenti setahun, sekarang saya meneruskan sekolah lagi," ujar anak yang sekarang duduk  di kelas 3 SMA.

Orangtua Lili Cipta, Indriati mengungkapkan perasaannya saat tahu penyakit anak bungsunya.

"Saya sedih dan terkejut, mendengar anak saya terserang leukimia," papar ibu 3 anak tersebut.

Indri menerangkan dirinya berusaha untuk tegar. Dia mempercayakan kepada medis dan memasrahkan semuanya ke Allah.

Menurutnya, setelah melakukan kemoterapi, badan anaknya terasa enak. Setelah rutin berobat dan berdoa, putri mereka sekarang sembuh.

"Saya berpesan untuk orang tua yang anaknya menderita kanker, jangan putus asa," kata Indri.

Pasangan suami istri dari Cilacap, Melgina (25) dan Eko Saeni (28) mengungkapkan anaknya yang bernama Gabriel Liandra (22 bulan), menderita Retriblastoma (kanker pada retina mata).

"Anak saya menderita retriblastoma sejak umur 19 bulan," terang Melgina.

Melgina melanjutkan, anaknya melakukan kemoterapi setiap 3 minggu sekali setiap Sabtu dan Minggu. Sebab  suaminya harus bekerja sebagai operator mesin pada jam kerja.

"Setiap melakukan pengobatan di RSUP dr Sardjito, kami menginap di Yayasan," jelasnya.

Nayla (4,5) pasien Retriblastoma sedang melakukan rawat inap, ikut bergabung dengan pasien kanker lainnya.

"Agar anak saya merasa senang, ketemu dengan temen-temennya," ujar Fitri ibu dari Nayla.

Menurutnya, anaknya diketahui menderita kanker retina mata sejak umur 3 tahun. Dia rutin kemoterapi seminggu sekali.

"Tetapi kalau kondisinya memburuk, saya membawanya lembali ke RSUP dr Sardjito," terang warga Kulon Progo tersebut.(yve)

 


Minggu, 17 Feb 2019, 09:07:43 WIB Oleh : Prasetiyo 453 View
Drama Keluarga Pak Carik Menghibur dan Penuh Kritik
Minggu, 17 Feb 2019, 09:07:43 WIB Oleh : Dwi Suyono 359 View
Kemenpar Dukung Event PBTY, Sangat Positif bagi Yogyakarta
Sabtu, 16 Feb 2019, 09:07:43 WIB Oleh : W Asmani 349 View
Peluncuran Buku Paku Alam V Maju Sehari

Tuliskan Komentar