atas1

Secara Geografis Indonesia Sangat Rentan

Rabu, 24 Jul 2019 | 22:33:30 WIB, Dilihat 653 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Secara Geografis Indonesia Sangat Rentan Kegiatan Pengembangan Kapasitas Komponen Masyarakat BNNK Yogyakarta, Selasa (23/7/2019), di Hotel Horison Yogyakarta. (istimewa)

Baca Juga : Kesan Pertama Malioboro Macet


KORANBERNAS.ID – Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Yogyakarta, AKBP Khamdani Y S Sos, menyampaikan secara gamblang kondisi Indonesia yang sangat rentan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Hal ini tidak lepas dari aspek geografis serta letak wilayah Indonesia yang memang sangat terbuka sehingga memudahkan akses masuk narkoba dari berbagai belahan dunia.

“Secara geografis dan aspek keterbukaan wilayah, kondisi Indonesia sangat rentan. Peredaran narkoba bisa diakses dari berbagai lini di masyarakat,” ungkapnya.

Di hadapan peserta kegiatan Pengembangan Kapasitas Komponen Masyarakat, Selasa (23/7/2019), di Hotel Horison Yogyakarta, selaku narasumber dia menyampaikan pentingnya melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, secara bersama-sama dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kepala Seksi (Kasi) P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) BNNK Yogyakarta, Susilo Budisantoso SH MH, menambahkan kegiatan tersebut diikuti peserta sejumlah 20 orang.

Mereka berasal dari sejumlah komponen masyarakat seperti FPN (Forum Pemuda Nusantara), Pemuda Wilayah, WITT (Wanita Indonesia Tanpa Tembakau), WCTUI (Women Christian  Temperance Union Indonesia) dan Joista  (Jogja Istimewa tanpa Narkoba).

Melalui kegiatan ini, Susilo menyampaikan peserta kegiatan dapat memaksimalkan peran dan fungsinya sebagai pegiat antinarkoba.

Dia berharap pengetahuan yang diperoleh bisa diteruskan ke masing-masing kelompoknya maupun orang lain.

Narasumber lainnya, Eko Prasetyo, memaparkan materi terkait Adiksi, Rehabilitasi dan Teknik Deteksi Dini Gejala Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Masyarakat.

Menurut dia, banyak hal dan macam penyalahgunaan narkoba di masyarakat yang belum diketahui. Oleh karena itu respect dan pemahaman setiap anggota keluarga sangat penting.

Sedangkan narasumber Erik Hadi Saputra menyampaikan mengenai perlunya merancang pesan komunikasi yang efektif untuk kampanye antinarkoba.

Misalnya melalui sosial media, masyarakat membuat pesan secara berantai dan masif.

Perkembangan teknologi digital memudahkan pengiriman gambar maupun video berisi pesan antinarkoba dan akan cepat viral. (sol)



Rabu, 24 Jul 2019, 22:33:30 WIB Oleh : Sholihul Hadi 447 View
Kesan Pertama Malioboro Macet
Rabu, 24 Jul 2019, 22:33:30 WIB Oleh : Sari Wijaya 407 View
Dua Ketua Parpol Bertemu Bahas Pilkada Bantul
Rabu, 24 Jul 2019, 22:33:30 WIB Oleh : Nila Jalasutra 502 View
PKK Sleman Raih Penghargaan Nasional

Tuliskan Komentar