atas1

Serma Paijan Mendalang Sambil Kenakan Seragam Loreng

Kamis, 25 Jul 2019 | 14:56:46 WIB, Dilihat 692 Kali
Penulis : Putut Wiryawan
Redaktur

SHARE


Serma Paijan Mendalang Sambil Kenakan Seragam Loreng Serma Paijan mendalang di depan kerumunan anak-anak. (istimewa)

Baca Juga : Ibu-ibu Berlatih Melukis Tas dan Dompet


KORANBERNAS.ID – Serma Paijan, Babinsa yang keseharian berdinas di Koramil 01/Demak ini menjadi tokoh idola anak-anak. Tergabung dalam anggota Satgas TMMD Reguler ke-105, dia berhasil mencuri perhatian warga saat mendalang dengan tetap mengenakan seragam lorengnya.

Suatu siang, pekan lalu, sembari menghilangkan lelah usai mengecor jalan, Serma Paijan berinisiatif mengunjungi sekerumunan anak-anak di bawah pohon di ujung jalan yang sedang digarap. Segera dia mengeluarkan senjatanya untuk melakukan sebuah pertunjukan wayang.

Mengenakan udheng, semacam blangkon motif batik, Paijan mampu menciptakan pertunjukan yang sangat sederhana namun memikat penonton. Apalagi tatkala dia pentas, dalam tanda kutip, di tengah kerumunan anak-anak.

Wayang yang dia mainkan hanyalah tokoh Punakawan yakni Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Di luar dugaan, ternyata sangat diminati bukan hanya kalangan anak-anak saja tetapi juga para orang tua.

Apalagi ditambah gaya dan banyolan Paijan yang lucu saat memperagakan tokoh wayangnya. Terlihat tidak sedikit penonton yang manggut-mangut dan tertawa riang.

“Pertunjukannya tokoh punakawan ini memang kemasannya dibuat ringan dengan inti muatan cerita wawasan kebangsaan. Gampang dicerna dan mudah dipahami. Generasi muda harus melek teknologi, tetapi jangan meninggalkan jati diri dan budaya bangsa,” kata dia.

Lelaki kelahiran Grobogan ini bersyukur dengan bakat yang dimilikinya. Karena kebiasaan menjadi dalang, anak-anak menjadi dekat dengan dirinya dan tidak ada sekat antara tentara dengan rakyat.

“Dengan begini kan dua agenda bisa dijalankan dalam satu frame. Tetap manunggal membangun desa, para orang tuanya gotong-royong ngecor jalan, anaknya dapat wawasan kebangsaan dan terhindar dari kecanduan game online," ucap dia.

Diakui atau tidak, perkembangan teknologi ditandai hadirnya telepon pintar (smartphone) mengubah pola kehidupan manusia. Di sisi lain perkembangan teknologi berdampak pada berkurangnya interaksi sosial antarindividu.

Kebiasaan bersenda gurau dan bermain bersama semakin sulit dijumpai. Masing-masing asyik dan sibuk dengan gadgenya. Mereka berkumpul tapi sejatinya tidak berkomunikasi. Mereka bersama tapi asyik sendiri-sendiri. Ini terjadi di semua usia mulai dari anak-anak hingga lansia.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang membantu pemerintah daerah memeratakan pembangunan dan demi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat merasa prihatin.

Bagi Satgas TMMD, pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat meningkatkan perekomonian masyarakat memang perlu, namun menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter juga sangat perlu, sehingga kedua-duanya harus berjalan bersama-sama.

Menurut Serma Paijan, sejak zaman dahulu wayang sudah terbukti ampuh untuk mengumpulkan masyarakat dan menyampaikan pesan-pesan melalui tokoh-tokoh dengan berbagai karakternya.

Melalui pertunjukan wayang dia berharap bisa mengembalikan kehidupan sosial kemasyarakatan yang saling berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain tanpa harus meninggalkan teknologi.

“Generasi muda yang akan melanjutkan pembangunan di masa depan harus melek teknologi tetapi tidak boleh meninggalkan jati diri dan budaya bangsa,” ujarnya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan penanaman nilai-nilai kebudayaan melalui pertunjukan wayang.

Praka Sutino mengajar ngaji Al Quran. (istimewa)

Lain Serma Paijan lain pula rekannya Serda Agus. Di sela-sela kesibukannya ikut bekerja dalam pembangunan fisik, dia menyempatkan diri mendatangi dan mengajak bermain bersama kelompok seni karawitan di Desa Kalikondang sebagai upaya untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya dan kearifan lokal.

Sedangkan Praka Sutino, setelah seharian beraktivitas di lokasi pembangunan sarana fisik TMMD, malam harinya menyempatkan diri mengajar ngaji Al Quran anak-anak Desa Kalikondang yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD).

Masyarakat sangat berterima kasih berterima kasih dan tak mengira di antara para Satgas TMMD terdapat orang-orang memiliki bakat seni dan begitu fasih mengaji. Dan yang lebih utama mereka dengan suka reka mau menularkan ilmunya kepada anak-anak di desanya.

Secara terpisah, Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin SH M Hum mengatakan, kegiatan tersebut memang perlu dilakukan mengingat saat ini telah memasuki era globalisasi dan bahkan telah memasuki revolusi industri 4.0.

Menghadapi persaingan industri yang sudah dilakukan secara online melalui smartphone, bukan hanya butuh pengetahuan dan keterampilan saja, tetapi juga karakter dan kepribadian untuk bisa memilih dan memilah mana yang baik dan yang tidak baik.

“Pengenalan wayang yang disampaikan Serma Paijan dan ajakan berlatih karawitan merupakan bukti ketulusan TNI memelihara dan menjunjung tinggi budaya serta membentuk karakter dan kepribadian generasi muda,” ucap dia.

Dirinya berharap, dengan dikenalkan wayang sejak dini kepada anak-anak, mereka lebih memiliki rasa cinta dan rasa memiliki bangga terhadap budaya sendiri dan tidak mudah terpengaruh dengan budaya lain yang tidak sesuai dengan keribadian bangsa.

Demikian juga dengan diberikan ilmu agama, anak-anak akan menjadi generasi yang religius dan berbudi pekerti luhur sehingga dapat membentengi diri perbuatan-perbuatan menyimpang.

Serda Agus bersama kelompok seni karawitan Desa Kalikondang. (istimewa)

Kolonel Arh Zaenudin ingin membuktikan Prajurit TNI yang selama ini dikonotasikan sebagai orang yang sangar, galak, sadis dan sebagainya ternyata tidak benar.

“Walaupun memiliki tampang sangar, namun terdapat sisi humanis yang justru tidak kalah dengan masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.

Semoga dengan pertunjukkan wayang, karawitan, ngaji dan berbagai kegiatan sosial lainnya dapat membekali generasi penerus supaya mampu menyikapi Revolusi Industri 4.0 yang semakin nyata. (iry)



Kamis, 25 Jul 2019, 14:56:46 WIB Oleh : Redaktur 524 View
Ibu-ibu Berlatih Melukis Tas dan Dompet
Kamis, 25 Jul 2019, 14:56:46 WIB Oleh : Rosihan Anwar 1452 View
Menang Dramatis, Persitema Pimpin Liga 3
Kamis, 25 Jul 2019, 14:56:46 WIB Oleh : Putut Wiryawan 446 View
Jamban Itu Sepele Tetapi Sangat Vital

Tuliskan Komentar