atas

Siapapun Pemimpinya, Agama Harus Dijaga

Selasa, 19 Feb 2019 | 00:20:47 WIB, Dilihat 159 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Siapapun Pemimpinya, Agama Harus Dijaga Sarasehan dan silaturahmi kebangsaan bersama ulama Yogyakarta di Aula Lantai 3 islamic Center Bin Baz Karanggayam, Desa Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Senin (18/2/2019). (istimewa)

Baca Juga : Sempat Mangkrak, Sendangmulyo Kini Punya Gedung Bulutangkis


KORANBERNAS.ID--Pengasuh pondon pesantren Bin Baz, Dusun Karanggayam, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan Bantul, Ustadz Abu Nida mengatakan, pesantren tersebut tidak mengarahkan akan memilih capres nomor satu atau capres nomor 2 dalam Pemilu 17 April 2019 mendatang. Pengasuh memberikan kebebasan bagi 2.500 santri untuk ikut berdemokrasi dengan baik.
    
“Siapapun yang jadi, kami tetap  Sami’na Wa’toa,. Ini negara demokrasi, kalau kalah ya kalah, menang ya memang. Jangan membuat ribut. Yang penting kami Ahlusunnah  Wal Jamaah ingin tidak ada ribut, apalagi  bentrok karena penyelesaian masalah akan lama,” kata Ustadz Abu Nida disela Sarasehan  dan Silaturahmi kebangsaan bersama  Ulama  Yogyakarta  dengan tema "Meneguhkan Kembali peran Ulama Sebagai Pemersatu Bangsa " yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (KUA Kecamatan Piyungan ) dan didukung oleh FKUB Kecamatan Piyungan di Pondok Bin Baz, Senin (18/2/2019). Kegiatan diikuti sekitar 300 orang dari berbagai unsur.
    
Pemilu, lanjut Ustadz Abu Nida adalah kegiatan musiman sehingga jangan sampai mencederai kerukunan hidup masyarakat. Dan ulama diharapkan tetap fokus pada tanggungjawabnya yakni membentuk  masyarakat agar baik akhlaknya, baik agamanya, baik sholatnya dan tugas lain di masyarakat.

"Ini  tugas utama yang penting dilaksanakan," tandasnya.
      
Sementara Iptu Sudiasih dari Polres Bantuk mengatakan kepada masyarakat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif  jelang pemilu.

“Mari kita hargai sesama sesuai bidang  tugas masing-masing dan bersama-sama kita ciptakan siatuasi yang akan dan damai. Pun bagi para ulama untuk tetap teguh bersatu jangan sampai terpecah karena pemilu," paparnya.

Sementara  Drs Ari Iswanto, Kepala KUA Piyungan  mengatakan ulama memiliki peran penting untuk meneduhkan masyarakat, menyejukan masyarakat agar hidup damai.

”Kalau kita bercermin pada kehidupan Rosullullah SAW, bisa dipotret tidak semua nya beragama Islam, tapi bisa hidup rukun. Ini harus kita contoh dan semoga kedepannya  Islam semakin kuat dan teguh,” tandasnya. (yve)



Selasa, 19 Feb 2019, 00:20:47 WIB Oleh : B Maharani 297 View
Sempat Mangkrak, Sendangmulyo Kini Punya Gedung Bulutangkis
Selasa, 19 Feb 2019, 00:20:47 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 1482 View
Ingin Jam Berkualitas Harga Murah? Ke Gunung Mas Saja
Senin, 18 Feb 2019, 00:20:47 WIB Oleh : Masal Gurusinga 148 View
Berperan Penting, Pers Harus Dijaga

Tuliskan Komentar