atas1

Singa Mataram Meriahkan Malam Imlek

Jumat, 24 Jan 2020 | 23:15:46 WIB, Dilihat 206 Kali
Penulis : Putut Wiryawan
Redaktur

SHARE


Singa Mataram Meriahkan Malam Imlek Pertunjukan barongsai "Singa Mataram" dari Pajeksan, Gedongtengen, Yogyakarta di halaman Klenteng Fuk Ling Miau, Gondomanan, Jumat (24/01/2020) malam. (Putut wiryawan/koranbernas.id)

Baca Juga : Tak Hanya Rokok, Kini Muhammadiyah juga Mengharamkan Vape


KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Pertunjukan barongsai "Singa Mataram" dari Pajeksan, Gedongtengen,  Yogyakarta di halaman Klenteng Fuk Ling Miau, Gondomanan,  berlangsung sekitar 40 menit. Ada enam barongsai yang memeriahkan perayaan malam menjelang Imlek Tahun Tikus 2571, Jumat (24/01/2020).

Pertunjukan diawali dengan masuknya enam barongsai ke dalam klenteng. Bergantian mereka memberi hormat kepada "Dewa Bumi" yang dipercaya melindungi klenteng. Usai memberi hormat, bergantian mereka menerima angpau kecil warna merah dari Angling Widjaya, Ketua Klenteng Fuk Ling Miau. Tak hanya Angling yang memberikan angpau kepada barongsai. Ada sejumlah tokoh warga Tionghoa yang juga mengulurkan tangan, memasukkan angpau ke dalam mulut barongsai. 

"Siapa yang belum dapat angpau maju sini. Biar saya kasih," kata Angling. Setiap kali menerima angpau, kepala barongsai menunduk memberi hormat. Selesai ritual itu, enam barongsai menuju halaman untuk beratraksi.

Dikelilingi penonton yang memenuhi halaman, barongsai "Singa Mataram" unjuk keboléhan. Ada barongsai hitam, biru, merah, ungu, pink dan putih. Mereka membentuk lingkaran kecil. Di tengah lingkaran ada sebuah petasan asap. Sesaat kemudian asap ungu membumbung, berganti asap pink, putih dan merah. Tarian barongsai pun berlangsung.

Selama tarian berlangsung, letusan petasan beberapa kali menimpali. Tak lama kemudian, para pengunjung memasukkan angpau ke dalam mulut barongsai. Berkali-kali, barongsai harus berhenti menari karena melayani pengunjung yang meminta foto bersama. Sekitar pukul 21.56, pertunjukan barongsai berakhir. 

Sampai menjelang tengah malam, warga Tionghoa bergantian bersembahyang di klenteng. Selain penganut Khonghucu, ada juga pemeluk Taoisme dan Buddha. (yve)



Jumat, 24 Jan 2020, 23:15:46 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 364 View
Tak Hanya Rokok, Kini Muhammadiyah juga Mengharamkan Vape
Jumat, 24 Jan 2020, 23:15:46 WIB Oleh : Putut Wiryawan 293 View
Membakar Uang Kertas, Berharap Rezeki Imlek
Jumat, 24 Jan 2020, 23:15:46 WIB Oleh : Redaktur 226 View
Wapres Memuji Kemegahan Yogyakarta International Airport

Tuliskan Komentar