atas

Tiket Gratis Ronggolawe Makar untuk 50 Peserta Awal Diskusi Kebangsaan

Selasa, 19 Feb 2019 | 22:05:18 WIB, Dilihat 392 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Tiket Gratis Ronggolawe Makar untuk 50 Peserta Awal Diskusi Kebangsaan Briyanto A Syarief. (istimewa)

Baca Juga : Danrem Berbusana Adat Ikuti Kirab


KORANBERNAS.ID -- Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogyakarta untuk ke-24 kalinya menggelar Diskusi Kebangsaan, Sabtu (23/02/2019), di Joglo Cangkir Jalan Bintaran Yogyakarta.

Kali ini, peserta yang datang lebih awal tetap menerima buku Sosialisasi Pancasila dan Bahan Tayang Materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Selain itu, bagi 50 undangan yang hadir awal juga mendapatkan tiket gratis nonton pergelaran Ronggolawe Makar oleh Sanggar Bambu.

"Ini berarti sudah dua tahun berturut-turut PWSY secara konsisten menggelar Diskusi Kebangsaan setiap bulan berturut-turut," kata Briyanto A Syarief selaku ketua panitia pada rapat persiapan Sabtu (16/02/2019) malam.

Diskusi ini mengangkat topik Demokrasi dalam Politik Transaksional yang sekarang menjadi trending topic  menjelang Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif serentak 17 April 2019.

“Ketika uang menjadi bahasa politik, sementara mayoritas rakyat hidup dalam kemiskinan atau keserakahan orang kaya baru, keampuhan demokrasi elektoral lekas ambruk. Suara bisa dibeli dan dimanipulasi,” kata Briyanto A Syarief.

Idealisme pemilih dirobohkan, otoritas Komisi Pemilihan Umum (KPU) dihancurkan. Nilai-nilai idealisme kewargaan tidak memiliki saluran efektif. Nilai-nilai kepentingan investor mendikte kebijakan politik.

Adapun pemateri Drs Mohamnad Nadjib MSi selaku Ketua Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia DIY, Dr Hamdan Daulay MSi MA, Wakil Dekan 2 Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta narasumber tetap Drs H Idham Samawi, anggota DPR MPR RI.

Menurut Briyanto, ini bukan pekerjaan mudah. Setiap bulan menampilkan para pakar di bidangnya, baik nasional, regional maupun lokal. Topik disesuaikan yang tengah hangat dibicarakan masyarakat umum, setiap bulan berganti topik.

Dari sepuluh penyelenggaraan diskusi sudah dibukukan dalam bentuk kompilasi yang dijual untuk umum. Sedang jurnal dan buletin Diskusi Kebangsaan diterbitkan setiap bulan dan dibagikan secara gratis.

Acara  diskusi tersebut menyebar luas melalui live streaming, menurut Yohan Tedja selaku  penanggung jawab, follower-nya sangat banyak. Tidak hanya di dalam negeri tetapi juga sampai luar negeri.

Setelah berlangsung dua tahun dilakukan evaluasi secara global agar Diskusi Kebangsaan ke depan menjadi lebih menarik,  Meskipun evaluasi sudah dilakukan setiap bulan pasca-acara.

Ini merupakan sumbangsih dari para jurnalis sepuh yang sebagian besar sudah pensiun, untuk ikut memikirkan kondisi bangsa yang carut marut.

Bagi yang berminat hadir terutama generasi muda calon  pemimpin masa depan, bisa menghubungi kontak person, Sugeng Wiyono melakui WA 081 227 528 89. (sol)



Senin, 18 Feb 2019, 22:05:18 WIB Oleh : Redaktur 382 View
Danrem Berbusana Adat Ikuti Kirab
Senin, 18 Feb 2019, 22:05:18 WIB Oleh : Sholihul Hadi 401 View
Masih Banyak Guru Gagap Teknologi
Minggu, 17 Feb 2019, 22:05:18 WIB Oleh : Nila Jalasutra 259 View
Ajarkan Anak Berani Sampaikan Aspirasi

Tuliskan Komentar