atas1

Tingkatkann Produktivitas, Mari Berjuang #AntiNgaret

Minggu, 11 Agu 2019 | 22:43:11 WIB, Dilihat 111 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Tingkatkann Produktivitas, Mari Berjuang #AntiNgaret Peluncuran program pejuang #AntiNgaret di Yogyakarta, Kamis (8/8/2019).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id

Baca Juga : Ibadah di Gereja Mundur 2,5 Jam


KORANBERNAS.ID -- Siapa yang tak kenal dengan istilah ‘ngaret’? Ya, ngaret sudah menjadi sesuatu yang sangat familiar didengar, lewat telinga masyarakat Indonesia. Ngaret berasal dari kata dasar ‘karet’ yang digunakan oleh kalangan anak muda untuk menggambarkan sesuatu yang ‘molor’ dari waktu yang telah direncanakan. Istilah ini memang sering dipakai dalam menggambarkan seseorang yang tidak tepat waktu.

Sayangnya, ngaret kerap dikaitkan sebagai budaya yang begitu melekat dengan orang Indonesia. Budaya tersebut menciptakan kebiasaan di mana banyak orang merasa terlalu nyaman dalam mengulur waktu dan hal ini menyebabkan berkurangnya produktivitas.

Untuk meningkatkan produktivitas masyarakat Indonesia dan menjadi pendukung bagi para pejuang #AntiNgaret, layanan transportasi roda dua milik Grab, GrabBike menghadirkan kampanye #AntiNgaret di 8 kota besar di Indonesia, yakni Semarang, Yogyakarta, Medan, Bandung, Makassar, Surabaya, Palembang dan Jabodetabek.

Bayu A. Yulianto, Sosiolog dan Peneliti Independen menjelaskan, ngaret telah menjadi kebiasaan orang Indonesia yang sudah menjadi 'tradisi' di mana sulit untuk ditinggalkan. Asumsi bahwa orang Indonesia tak bisa lepas dari ngaret kini sudah menjadi stereotype karena mereka sulit menjaga waktu, khususnya ketika membuat janji dalam sebuah pertemuan.

"Dampaknya, produktivitas bisa terganggu," paparnya disela peluncuran program pejuang #AntiNgaret di Yogyakarta, Kamis (8/8/2019).

Untuk bisa meminimalisir kebiasaan yang sudah menjamur sebagai fenomena sosial ini, masyarakat sebetulnya bisa memanfaatkan transportasi online sebagai armada pendukung mereka dalam mencapai tempat tujuan dengan nyaman dan cepat.

"Dengan transportasi online, kita bisa lebih tepat waktu," jelasnya.

Sementara Habdillah Anuraga, City Manager 2-Wheel, Yogyakarta, Grab Indonesia mengungkapkan, meski ngaret telah menjadi kebiasaan yang tidak bisa dihindarkan oleh masyarakat Indonesia, sebagian besar orang justru tak ingin terjebak dalam kebiasaan terus-terusan mengulur waktu.

"Mereka yang kami sebut sebagai pejuang #AntiNgaret ini selalu berusaha semaksimal mungkin agar bisa mencapai tujuan dengan on time," jelasnya.

Karenanya, Grab menjadikan GrabBike sebagai armada pendukung untuk mereka yang terus mengejar berbagai hal yang berarti, tentunya dengan ketepatan waktu penjemputan. Dengan jumlah armada yang memadai serta informasi mengenai estimasi waktu kedatangan mitra pengemudi saat memesan, pengguna dapat tiba di tujuan dengan lebih cepat.

"Hal ini sejalan dengan misi baru kami untuk mendorong Indonesia maju dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menciptakan akses kepada layanan harian berkualitas tinggi dan juga aman,” ujarnya.

5 Kemudahan dari GrabBike untuk Para Pejuang #AntiNgaret
Sebagai bentuk dukungan penuh kepada para pejuang #AntiNgaret, Grab menawarkan lima kemudahan dari GrabBike agar pelanggan dapat lebih memaksimalkan waktu mereka, dan mendapatkan armada GrabBike lebih cepat.

Ada 5 juta titik jemput untuk penjemputan lebih akurat. Grab memiliki tim pemetaan khusus, yang bertugas mengidentifikasi dan menciptakan titik penjemputan baru di berbagai lokasi di Indonesia. Di Indonesia, ada lebih dari 5 juta pilihan titik penjemputan bagi pengguna Grab.

Penumpang bisa memesan GrabBike lebih mudah dan bertemu dengan mitra pengemudi lebih cepat, karena dapat langsung memilih titik penjemputan dengan deskripsi lokasi yang lengkap.

Selain itu venues untuk mendapatkan panduan visual menuju titik jemput terdekat. Untuk memudahkan penumpang menuju lokasi jemput, Grab menghadirkan fitur Venues dalam aplikasi Grab. Venues memberikan penumpang panduan visual (foto) dan teks untuk dapat menuju titik jemput terdekat dengan mereka, yang dapat diakses setelah mereka mendapatkan alokasi kendaraan. Beberapa lokasi yang telah dilengkapi fitur Venues di Yogyakarta adalah Jogja City Mall, Plaza Ambarrukmo, dan Stasiun Yogyakarta Tugu.

Alamat Tersimpan juga ada untuk pemesanan lebih cepat. Penumpang dapat mendaftarkan atau menyimpan berbagai tempat yang sering mereka kunjungi pada aplikasi Grab. Penumpang bisa memilih alamat lengkap serta titik jemput untuk disimpan pada aplikasi.

Mereka juga bisa memberikan nama lokasi ini sesuai kebutuhan, seperti Rumah, Kantor, Sekolah dan lainnya. Lokasi-lokasi ini akan tersimpan dalam aplikasi Grab dan pelanggan hanya perlu memilih titik jemput ini pada saat melakukan pemesanan. Hal ini diharapkan dapat membuat proses pemesanan menjadi lebih cepat!

Melalui aplikasi, pengguna bisa kirim pesan suara dan foto dari GrabChat untuk komunikasi lebih cepat. Untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan para penumpang dalam proses pemesanan, saat ini penumpang dapat mengirimkan foto di dalam aplikasi GrabChat untuk titik temu lebih akurat. Selain itu, penumpang juga dapat mengirimkan pesan suara dalam aplikasi GrabChat untuk memudahkan komunikasi.

Yang terakhir, layanan GrabNow untuk kecepatan mendapatkan pengemudi
Layanan ini memampukan penumpang untuk mendapatkan mitra pengemudi yang ada di dekat mereka. Layanan ini sangat cocok digunakan ketika melakukan pemesanan di terminal atau stasiun dengan banyak armada GrabBike yang siap mengambil pesanan.

"Penumpang cukup mendekati mitra pengemudi yang sedang tidak mengambil pesanan, masukan 6-digit kode dari aplikasi pengemudi untuk menghubungkan dan siap berangkat," imbuhnya.(yve)



Minggu, 11 Agu 2019, 22:43:11 WIB Oleh : warjono 299 View
Ibadah di Gereja Mundur 2,5 Jam
Minggu, 11 Agu 2019, 22:43:11 WIB Oleh : Putut Wiryawan 134 View
Matur Nuwun Ibu, Semoga Sukses...
Minggu, 11 Agu 2019, 22:43:11 WIB Oleh : Masal Gurusinga 301 View
Jalan Cokro-Delanggu Rusak, Tanggung Jawab Siapa?

Tuliskan Komentar