atas1

Tripatra Dukung Penanggulangan Stunting

Minggu, 26 Jan 2020 | 12:56:51 WIB, Dilihat 219 Kali
Penulis : Sholihul Hadi
Redaktur

SHARE


Tripatra Dukung Penanggulangan Stunting Penyuluhan penanggulangan stunting di Desa Muntuk Kecamatan Dlingo Bantul. (istimewa)

Baca Juga : Tak Perlu Takut Konsumsi Daging Sapi Gunungkidul


KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional yang jatuh tanggal  25 Januari, PT Tripatra Engineers and Constructor (Tripatra), perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa teknik, pengadaan dan konstruksi (EPC), mengadakan kegiatan penanggulangan stunting di Desa Muntuk Kecamatan Dlingo Bantul.

Bekerja sama dengan pemerintah desa setempat serta Puskesmas Dlingo 2, penyuluhan mengenai stunting pada anak dan pemberian bantuan gizi tambahan itu berlangsung di Balai Desa Muntuk, Kamis (23/1/2020).

Peserta sejumlah 105 warga dari tiga desa di Kecamatan Dlingo. Selain penyuluhan, dibagikan pula buklet berisi panduan pencegahan stunting. Acara ini merupakan salah satu dari rangkaian CSR bertajuk Kesehatan yang Baik, Ciptakan SDM Unggul.

Desa Dlingo dipilih karena termasuk lokus (lokasi khusus) yang ditetapkan pemerintah sebagai fokus stunting. Kabupaten Bantul merupakan satu dari 60 kabupaten/kota prioritas stunting di Indonesia.

“Stunting bukan isu baru dalam dunia kesehatan, merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada 1,000 hari pertama kehidupan anak (usia emas), yaitu sejak janin hingga usia anak 2 tahun,” ungkap Ninesiana Saragih, Head of Corporate Communications  & CSR Tripatra.

Berkantor pusat di Jakarta, PT Tripatra membuka cabang di Yogyakarta sejak 2011 dan berusaha berkontribusi positif bagi masyarakat di daerah mereka beroperasi.

“Acara ini kami lakukan untuk mendukung program pemerintah menanggulangi stunting. Dari hasil Riskesda (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018, angka penderita stunting atau kerdil balita di Bantul mencapai 22.89 persen,” ujarnya.

Sukirman, seorang warga penerima bantuan menyatakan sangat berterima kasih atas informasi tentang stunting. “Ya, kita mengikuti saran dokter yang menyampaikan materi, harapan saya, semoga tidak berhenti pada penyuluhan ini,” ujarnya.

Pemerintah desa juga memberikan apresiasi. Para ibu yang hadir lebih paham ciri-ciri stunting. “Kami sudah berusaha mensosialisasikan kepada warga agar meminimalkan pernikahan dini, supaya mengurangi kasus gizi buruk yang kemudian menjadi stunting. Bagi saya sebagai lurah, intinya kesadaran orang tua, agar sadar terhadap gizi anak, kesadaran pola hidup, dan kesadaran mengenai stunting,” ungkap Kelik Subagyo, Kepala Desa Muntuk.

Kepala Puskesmas Dlingo 2, Dokter Ahmad Riyanto, menyatakan  stunting menjadi parameter kualitas kehidupan anak. Jika orang tua memperhatikan 1.000 hari pertama kehidupan anak, maka hasilnya akan terlihat 5 tahun mendatang.

Perhatian itu meliputi persiapan sejak sebelum hamil atau pranikah, awal kehamilan, pemeliharaan anak usia 0 bulan, 6 bulan, hingga 2 tahun.

Pembagian buklet berisi panduan pencegahan stunting. (istimewa)

Susah makan

Dokter Ahmad mengakui, kasus stunting  di Desa Muntuk memang cukup banyak. Para ibu sering mengeluhkan anaknya susah makan. Maka ia memberi tips agar anak-anak tetap mengkonsumsi makanan sehat dan mengurangi jajan.

Melalui kegiatan ini diharapkan ada perubahan yang berdampak jangka panjang, terutama  pola pikir orang tua terhadap pengasuhan dan kesadaran gizi anak, sehingga dapat menurunkan angka stunting di desa tersebut.

Acara ini ini juga dapat menjadi sarana pelatihan dan pembelajaran kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap proses tumbuh kembang anak demi kemajuan SDM Indonesia.

PT Tripatra Engineers and Constructors berdiri pada 1973. Perusahaan ini telah berperan penting dalam menyediakan jasa rekayasa energi, yang terdiri dari EPC, operasi & pemeliharaan, dan bisnis logistik.

Kemampuan teknik yang kuat dan manajemen proyek yang terampil merupakan kunci utama keberhasilan dalam melaksanakan proyek-proyek kelas dunia.

Tripatra menyediakan berbagai keterampilan teknis dan manajemen proyek untuk membantu klien di seluruh dunia dalam mengembangkan proyek-proyek baru di berbagai sektor minyak & gas (onshore dan offshore) hilir dan petrokimia.

Pada 2007 Tripatra bergabung bersama PT Indika Energy Tbk, menyediakan solusi energi terintegrasi melalui diversifikasi investasi dalam bidang sumber daya energi, jasa energi dan infrastruktur energi melalui investasi strategis. (sol)



Minggu, 26 Jan 2020, 12:56:51 WIB Oleh : Sholihul Hadi 219 View
Tak Perlu Takut Konsumsi Daging Sapi Gunungkidul
Rabu, 22 Jan 2020, 12:56:51 WIB Oleh : Rosihan Anwar 238 View
Puluhan Orang Berbaju Gelap Datangi Tempat Latihan PSS Sleman
Rabu, 22 Jan 2020, 12:56:51 WIB Oleh : Nanang WH 322 View
Polisi Ikut Menggotong Keranda ke Makam

Tuliskan Komentar