TNI-stipram

Berkat Pohon Ini Air Sendang Tetap Lestari

Rabu, 12 Sep 2018 | 20:00:42 WIB, Dilihat 133 Kali - Oleh Endri Yarsana

SHARE


Berkat Pohon Ini Air Sendang Tetap Lestari Sigit Winarno menunjukkan pohon beringin yang ditanam di sekitar sendang. (endri yarsana/koranbernas.id)

Baca Juga : Penambang Pasir Unjuk Rasa di DPRD DIY


KORANBERNAS.ID – Musim kemarau identik dengan sulitnya memperoleh air bersih. Namun hal itu tak lagi dirasakan warga Dusun Irawanan Kecamatan Kedu Temanggung.

Mata air dari Sendang Upas hingga kini airnya tetap melimpah dan lestari. Hal itu berkat kegigihan Sigit Winarno (43). Sejak beberapa tahun lalu dia menanam pohon beringin di sekitar sendang tersebut.

Bibit pohon itu dipetik dari pinggir jalan atau lokasi lain di mana ia menemukannya. Setelah ditanam, hak milik pohon itu diberikan kepada warga di desanya.

Menurut sigit, Sendang Upas adalah peninggalan sejarah dan airnya sering dimanfaatkan warga untuk keperluan sehari-hari, seperti mencuci dan mandi.

Di sisi lain, dia melihat warga sejumlah desa di kecamatan lain mulai kesulitan air bersih saat kemarau, padahal beberapa tahun lalu, persedian air sendang di desa-desa tersebut memadai.

‘’Pemikiran itu mendorong saya berbuat sesuatu guna melestarikan Sendang Upas atau melakukan konservasi air. Lalu timbul gagasan menanam bibit pohon beringin di area sendang, pada 2009 lalu,’’ ujar Sigit.

Bibit pohon beringin tidak sulit dicari karena sering tumbuh di pinggir-pinggir jalan, menempel di rumah-rumah warga atau dekat sungai. Mulai 2009 itulah dia berburu bibit beringin dan menanamnya sendiri di area Sendang Upas.

Selanjutnya, ketika dia merantau ke Medan, di sana sambil bekerja sebagai sopir pemasaran produk kuningan, dia tidak lupa mencari bibit beringin.

Tatkala pulang kampung setahun sekali, ia menanam bibit beringin Medan itu di sekitar sendang.

Kebiasaan mencari bibit beringin itu tetap dilakukan saat dia memutuskan pulang ke Kedu sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, ketika melaksanakan pekerjaan sebagai sopir minibus pariwisata saat ini, ia terus mencari bibit beringin.

‘Bibit beringin yang saya tanam itu ada pula yang berasal dari Kendari, Flores, Lombok dan lain-lain, saya dapatkan ketika mengantar rombongan wisata ke daerah tersebut,” jelasnya.

Bibit-bibit beringin yang ditanam Sigit diberi nama sesuai seleranya, seperti awang-awang, wahyu cakraningrat, ratu sembada, jegrak, getih kentel, kiai kosik, grumbul wingking.

Nama-nama tersebut ditulisnya di papan dan diikatkan atau dilekatkan pada masing-masing pohon.

Sigit juga memberikan hak milik atau mengatasnamakan pemilik dari setiap pohon beringin itu warga di sekitar tempat tinggalnya.

Dia memasang spanduk berisi denah letak setiap pohon yang ditanamanya sekaligus namanya serta nama warga yang menjadi pemiliknya. Spanduk dipasang di sendang dan di dinding luar rumahnya.

‘’Saya juga memberitahu secara lisan kepada masing-masing warga untuk menjadi pemilik pohon-pohon tersebut, dan mereka tidak menolak,” tambahnya.

Dengan ditunjuk menjadi pemilik pohon itu, ternyata warga ikut merawatnya seperti menyirami pohon miliknya itu di waktu-waktu tertentu.

Saat ini, sudah banyak warga meminta Sigit menanamkan bibit beringin di sekitar sendang atas namanya, atau mereka menanam sendiri di lokasi setempat dengan meminta bibit ke Sigit.

‘’Setelah saya unggah di media sosial, beberapa warga desa atau kecamatan lain seperti Liyangan, Traji dan Cepit Pagergunung juga meminta bibit beringin untuk ditanam di sendang di daerahnya, seperti yang saya lakukan,’’ paparnya.

Sigit mengaku, kini banyak relawan memberitahu lewat telepon lokasi-lokasi yang banyak terdapat bibit beringin, bahkan ada yang mengambilkan dan mengantar bibit itu ke rumahnya. (sol)



Rabu, 12 Sep 2018, 20:00:42 WIB Oleh : Sholihul Hadi 120 View
Penambang Pasir Unjuk Rasa di DPRD DIY
Rabu, 12 Sep 2018, 20:00:42 WIB Oleh : Arie Giyarto 97 View
Petani Cabai Harus Siap Kecewa
Rabu, 12 Sep 2018, 20:00:42 WIB Oleh : Sholihul Hadi 13 View
Tampil Cantik pun Butuh Sentuhan Teknologi

Tuliskan Komentar