Bermasalah, Pembangunan Tower Selular Dihentikan

221
Pondasi tower selular di Dukuh Ngalas RT 1/RW 4 Desa Jetis Kecamatan Delanggu Klaten yang dihentikan pembangunannya. (Masal Gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Pembangunan tower selular di Dukuh Ngalas RT 1/RW 4 Desa Jetis Kecamatan Delanggu, Klaten, dihentikan Pemkab Klaten karena bermasalah. Tim menyarankan agar permasalahan di lapangan diselesaikan dulu.

“Tim pemkab sudah meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan Kades Jetis. Proses pembangunan dihentikan dan minta permasalahan diselesaikan dulu,” kata Totok Gantoro, staf Dinas Kominfo Klaten, Senin (16/04/2018).

Proses pembangunan tower selular berkaki tiga (triangle) di pekarangan rumah warga itu sudah pada tahap pemasangan pondasi. Namun karena diduga tidak adanya sosialisasi secara menyeluruh kepada warga terdampak, muncullah reaksi dari sebagian warga.

Reaksi atas pembangunan tower yang akan dibangun setinggi 51 meter itu bermacam-macam. Ada yang mendukung dan ada juga yang menolak. Warga yang menolak beralasan mereka khawatir terkena radiasi dan kemungkinan tower roboh.

Ketua RT 1/RW 4 Dukuh Ngalas Desa Jetis Turah Wijiarso menjelaskan pada awalnya tower itu akan dibangun oleh PT Persada di Dukuh Jetan RW 3. Akan tetapi warga di sana juga menolak karena kurangnya sosialisasi dan tidak ada keterbukaan.

Karena adanya reaksi dari warga, pihak PT Persada memindahkan lokasi ke Dukuh Ngalas RT 1/RW 4. Namun selaku Ketua RT, dirinya tidak tahu persis apakah pemindahan lokasi itu sudah mendapat izin pemerintah desa atau belum.

“Kalau di lokasi Dukuh Jetan dulu sudah sosialisasi. Tapi di sini tidak tahu. Selaku RT saya berada di tengah-tengah agar adil,” kata Turah.

Sementara itu informasi dari warga menyebutkan, pembangunan pondasi tower di pekarangan rumah salah seorang warga telah menimbulkan situasi kampung tidak kondusif. Warga terpecah karena adanya kepentingan. Namun demikian pihak-pihak yang punya kepentingan berusaha agar tower itu bisa dibangun.

“Seperti contoh misalnya terus bergerilya mencari dukungan warga agar setuju dengan memberikan kompensasi antara 200 hingga  750 ribu rupiah per rumah,” ujar warga.

Warga menyebutkan PT Persada membangun tower selular milik Indosat. Perusahan itu menyewa pekarangan warga selama 11 tahun. Sayangnya kata mereka, tidak pernah ada sosialisasi menyeluruh terhadap warga terdampak dalam radius 51 meter.

Warga juga menyesalkan mengapa pemilik lahan yang tinggal di bawah tower mau menyewakan pekarangannya tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi.

Kepala Desa Jetis Rudy Purwanto saat dihubungi melalui telepon selularnya mengaku sedang ada acara mantenan. (SM)