bmkg-menggelar-sekolah-lapang-gempa-dan-tsunami-Kepala BMKG Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD, disela kunjungannya di desa Gedangan, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.(istimewa)


Wahyu Nur Asmani EW
BMKG Menggelar Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami

SHARE

KORANBERNAS.ID,PURWOREJO-- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) di Desa Gedangan Kecamatan Purwodadi, Rabu (06/10/2021). Sekolah lapang itu diikuti 52 warga yang merupakan perwakilan beberapa elemen masyarakat yang tinggal di kawasan rawan tsunami.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BMKG Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD, Asisten Administrasi dan Kesra Drs Pram Prasetya Achmad MM,  Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Bambang Setyo Prayitno, Kalak BPBD Budi Wibowo SSos MSi, Para Kepala UPT BMKG Wilayah Jateng & DIY, Camat dan Forkopimcam Purwodadi serta para kepala desa sekitar.


Pram mengungkapkan dipilihnya Purworejo sebagai lokasi kegiatan sekolah lapang gempabumi, sangat bermanfaat dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana. Sebab Purworejo yang terdiri dari dataran, pegunungan, perbukitan dan pantai.

“Ini memungkinkan terjadinya berbagai jenis ancaman serta memiliki potensi bencana yang tinggi,” ujarnya.


Pantai-pantai di Purworejo yang menghadap langsung Samudera Indonesia sangat berpotensi terjadinya bencana khususnya tsunami, yang biasanya terjadi setelah adanya gempa bumi. Sebagai langkah antisipasi bila terjadi bencana tsunami, Pemkab Purworejo telah melakukan berbagai langkah.

“Antara lain menyusun peta resiko dan bahaya tsunami, memasang alat EWS tsunami,  mempersiapkan jalur evakuasi mulai dari peta, rambu hingga pengerasan jalan,” jelasnya.

Sementara Dwikorita mengungkapkan, dirinya hadir di Purworejo untuk meninjau langsung sekaligus menyiapkan mitigasi bencana berdasarkan data dan kondisi terbaru di lapangan. Pihaknya juga melakukan susur jalur evakuasi dari mulai bibir pantai sampai titik assembly point.

“Pesisir Purworejo petanya sudah mengalami perubahan dari data terakhir tahun 2018. Pada awal 2021  BMKG telah melakukan penyerahan peta rawan tsunami level kecamatan dan credential aplikasi sirine tsunami mobile SIRITA pada BPBD Kabupaten Purworejo,” ungkapnya.

BMKG juga telah memasang Warning Receiver System New Generation (WRSNG) di Kantor BPBD. Peralatan ini merupakat diseminasi yang dapat memberikan info gempa bumi secara real time.

“ini untuk mengetahui berapa waktu tempuh perjalanan dari pantai hingga titik evakuasi,” katanya.(*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini