Selasa, 02 Mar 2021,

brimob-blusukan-ke-pasar-minta-prokes-tidak-kendorSosialisasi prokes dan pembagian masker oleh anggota Brimob di Pasar Wonokromo, Bantul, Senin (18/1/2021). (istimewa)


Sariyati Wijaya
Brimob Blusukan ke Pasar, Minta Prokes Tidak Kendor

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL--Anggota Batalyon A Pelopor Brimob Polda DIY melakukan kegiatan sosialisasi Protokol Kesehatan (Prokes) di Pasar Wonokromo, Kapanewon Pleret Bantul, Senin (18/1/2021). Dipimpin Aiptu Suharyadi, anggota korps elit kepolisian ini juga membagikan 100 lembar masker. Baik kepada para pedagang ataupun pengunjung pasar.

“Saat ini kasus Covid-19 masih mengintai dan jadi ancaman kita bersama. Untuk itu jangan kendor, jangan lalai untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari,”kata Pasiops, Iptu Tri Jaka. Termasuk tentunya di pasar yang memungkinkan terjadinya interaksi banyak orang dari berbagai wilayah.

  • Tak lagi Bersahabat, Christine Hakim Prihatin pada Ratna Sarumpaet
  • Susahnya Melagukan Cengkok Keroncong

  • Selain di Pasar Wonokromo, sebelumnya anggota Brimob juga melaksanakan kegiatan yang sama di Pasar Imogiri, Pasar Piyungan dan juga penyemprotan disinfektan di Pasar Niten.

    “Harapanya tentu semua pedagang dan pembeli tetap sehat dalam situaasi saat ini. Tidak lupa pula, terapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),”katanya.

  • SMAN 1 Banguntapan Bantul Jadi Sekolah Siaga Kependudukan
  • Ironis, Gudangnya Dokter Gigi tapi Karies Tinggi

  • Kegiatan sosialisasi prokes dan pemberian masker tersebut sesuai dengan arahan Palakhar Danyon Kompol DH Supraba SH dan Dansat Brimob Polda DIY, Kombespol Imam Suhadi SIK. Brimob akan turut berperan serta untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan juga membantu masyarakat. Termasuk juga membagikan paket sembako bagi yang membutuhkan.

    Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Sukrisna Dwi Susanta mengatakan, Kabupaten Bantul serius menangani pandemi Virus Corona atau Covid-19. Salah satunya melalui penyediaan fasilitas tempat cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara memadai. Sarana itu tak hanya tersedia di perkantoran, sarana ibadah, pertokoan, namun juga sarana publik seperti pasar.

    “Semua pasar di Bantul sudah kita pasang wastafel, lengkap disertai tempat sabun dan penampungan air. Setiap pasar kami sediakan tiga titik,” kata Sukrina.

    Terdapat 32 pasar rakyat di bawah kendali dinas tersebut. Jumlah ini belum termasuk pasar desa yang juga menyediakan tempat cuci tangan bagi pengunjung. Agar wastafel umum tetap berfungsi, pengelola pasar harus selalu memastikan ketersediaan sabun dan air. (*)

     

     

     



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini