Bukan Rombongan Pengantin, Janur Ini Menandai Pelanggar Lalu lintas

124
Petugas satlantas Polres Kulonprogo sedang menilang pengendara motor yang melakukan pelanggaran. (Sri Widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID—Janur kuning yang biasa dipasang di stang sepeda motor atau kaca spion mobil, lazimnya menjadi tanda pemilik kendaraan tersebut adalah kerabat orang yang mantu, atau punya hajat pernikahan.

Tapi di Kulonprogo, janur kuning di stang ataupun di spion kendaraan, adalah tanda bahwa pengendara sudah melakukan pelanggaran lalulintas.

Inilah, cara aparat kepolisian Kulonprogo memberikan sanksi bersahabat bagi para pengguna jalan raya. Mereka yang kedapatan melanggar lalulintas, oleh petugas langsung diminta menepi dan dikenai sanksi dimaksud.

“Kami menerapkan sanksi tilang model seperti ini sejak tahun lalu. Hasilnya cukup bagus dan efisien dalam menekan angka atau kasus pelanggaran lalu lintas,” kata Basuki Rahmat anggota Satlantas Polres Kulonprogo Rabu (13/06/2028).

Bentuk tindakan tilang unik ini diterapkan jajaran Polres Kulonprogo sejak beberapa hari terakhir menjelang Lebaran. Petugas yang melihat atau menjumpai pengguna jalan yang melakukan pelanggaran, langsung dihentikan dan dipasangi janur kuning.

Baca Juga :  Wayang Sawah dan Karya remaja Disabilitas Ramaikan Giripeni Expo

“Pengendara bermotor yang sekiranya melanggar semisal berboncengan lebih dari dua orang dan membawa barang bawaan berlebihan kami hentikan. Sebelum dipasang janur kuning kami beri imbauan dulu,” ujarnya.

Disebutkan, tahun ini adalah untuk kedua kalinya jajaran Polres Kulonprogo melakukan penertiban dengan cara yang sama.

Sampai dengan Selasa (12/06/2018), hampir 1.000 kendaraan bermotor baik roda dua ataupun roda empat telah dipasang janur kuning oleh petugas. Pelanggaran didominasi oleh pengendara sepeda motor. Sebagian besar dari mereka nekat membawa barang bawaan berlebih serta berboncengan lebih dari dua orang.

Dikatakan, selama pelaksanaan Ops Ketupat Progo 2018, pihaknya akan tetap melakukan kegiatan pemasangan janur kuning. Hal tersebut dinilai efektif untuk menekan angka kecelakaan selama arus mudik dan balik Idul Fitri.

Sebab, pengendara lain yang berada di dekat pelaku pelanggaran otomatis akan lebih berhati-hati. Demikian pula dengan pelaku pelanggaran sendiri, akan lebih berhati-hati berkendara di jalan raya.

Baca Juga :  Karnaval Kulonprogo Ini Gelorakan Semangat Kebangsaan

“Kami mengimbau agar pemudik selalu berhati-hati. Bawa barang secukupnya bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor. Apabila lelah segera berisritirahat di pos-pos pelayanan yang telah disediakan,” kata dia.

Muhamad Muslim warga Giripeni mengaku hormat dengan model tilang yang dilakukan jajaran Polres Kulonprogo.

“Saya menjemput saudara di stasiun. Karena bawaannya banyak ya memang tumpuk-tumpuk di motor. Apa lagi bawa anak kecil juga,”katanya.

Dia mengakui kesalahannya dan ikhlas motornya diikat janur juning.

Andreas Nuky pemudik dari Bekasi dengan tujuan Sentolo mengaku terkesan dengan model tilang yang unik ini.

“Ini langka dan mengesankan. Saya berterimakasih dan akan selalu hati-hati berkendaraan,”ujarnya.

Andre mengaku spion mobilnya juga dipasang dan diikat dengan janur kuning karena ada tumpukan tas koper diatas mobil. (SM)